SUAMI BAYARAN.

SUAMI BAYARAN.
rosse.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“rosse putri ku, walaupun hubungan kami tidak dekat,dia tetap putri ku.tentu saja Daddy William harus menjaga nya.”


Rosse tersenyum tipis,ada kebahagiaan terselip dalam hati nya mendengar perkataan mommy biru.


“bagaimana dengan donor jantung untuk Rosse?kau sudah mendapat kan nya?.”tanya Daddy William serius.


“sebentar lagi, doakan usaha ku berhasil mencari donor jantung untuk nya.”jawab Lei optimis.


Mendadak senyum rosse pudar.entah kenapa perasaan nya berubah,rasa tidak enak tiba-tiba menyergap nya begitu saja.


“lei.”panggil rosse lirih.


“hem?.”gumam nya.


“aku baik-baik saja,jangan korban kan diri mu hanya karena ku.”


Jawab rosse.menggenggam pelan tangan Lei,lalu mengecupi nya.


Perasaan seorang istri tidak pernah salah,ada hal buruk yang terjadi pada Lei.entah apa itu,tapi rosse yakin itu akan segera terjadi.


“aku takut...”


“semua akan baik-baik saja.”jawab nya yakin.


“dad!kami ingin berbulan madu di Indonesia,bisa tidak daddy menghandle pekerjaan ku?.”


Pinta Rosse manja.


***


Dua hari kemudian.


Indonesia.


Lei dan rosse sudah sampai di negara tempat rosse di besar kan.tempat di mana mereka akan berlibur sekedar merefresh kan fikiran.


Rumah Rahardian.


“ayah!!!.”


Rosse memekik bahagia melihat kehadiran sang ayah.dengan cepat ya berhamburan kedalam dekapan Rahardian.


“ayah sangat senang kau datang princess.”ujar Rahardian haru.


“tentu saja,kami sedang menjalani tugas dari ayah mertua yaitu membuat kan nya cucu.”jawab rosse penuh semangat.


“rosse!.”


Rossi memandang sebal ke arah sang saudari kembar.pada hal ia sudah bilang untuk menunda memiliki momongan, karena resiko nya sangat lah besar.


“di mana bunda?.”


Tanpa memperdulikan tatapan tajam dan kesal yang di tunjuk kan oleh Rossi,rosse melangkah masuk ke dalam rumah.


“kak Dian!.”

__ADS_1


Rahardian menoleh.


Sebuah kejutan tak disangka-sangka datang.ternyata selain rosse dan Lei,mommy biru dan tuan Austin juga datang ke rumah nya.


Pria paruh baya berhati malaikat itu meneteskan air mata nya bahagia.kali ini,keluarga dari princess kesayangan nya datang.


“ayah,jangan bersedih.atau aku akan berfikir ulang untuk memberi kan mu cucu!.”ancam Rosse.


“kalian semua datang,ini sebuah kejutan.”


“kami datang untuk memantau launching cucu pertama keluarga Austin dan Smith.”jawab Daddy William penuh kebanggaan.


“semua nya kami istirahat dulu!.”pamit Lei, menggendong tubuh Rosse.


Kamar.


Lei membuka tutup obat demi obat yang harus dikonsumsi oleh rosse.


Selalu seperti ini,saat bersama Lei semua kebutuhan Rosse,ia yang akan mengurus.mulai dari pekerjaan rumah,makan,obat dan juga pakaian.


“ini, pelan-pelan saja Hem?.”pinta Lei, mengulurkan beberapa butir obat.


“maaf merepotkan.”


Rosse menelan satu persatu obat yang di berikan oleh Lei.


“tidur lah,kau pasti lelah kan?.”


Tanya Lei,sembari membantu rosse untuk berbaring.lalu menyelimuti tubuh nya dengan selimut,tidak lupa menghadiahi kecupan singkat di dahi Rosse.


“have a nice dream.aku pergi dulu, panggil jika butuh sesuatu.”pesan Lei,sebelum berlalu pergi.


“aku belum mendapat informasi apapun tentang donor untuk rosse.”


Rossi tertunduk.kedatangan nya ke Indonesia bukan semata-mata hanya untuk bekerja,Rossi juga sedang mencari informasi donor jantung yang tepat untuk rosse.


“aku sudah mendapat kan nya,hanya saja.....donor nya tidak cocok.”


Tuan Austin menghela nafas sangat kasar.tatapan mata nya berubah sendu.


Seorang perempuan rela mendonorkan jantung nya untuk rosse,tapi sayang nya tidak ada kecocokan sedikit pun.


Sebagai mertua idaman.tuan Austin mencari donor jantung yang cocok dengan rosse,dengan imbalan yang cukup besar.


“aku akan meminta bantuan Lee dan juga uncle Renald.”usul Rossi.


Diam,Lei semakin membulat kan tekad nya untuk kesembuhan rosse.termasuk mengorbankan nyawa nya,demi mencintai rosse.


“lei!.”


Semua orang menoleh,begitu mendengar suara pekikan rosse.rosse berlari meniti tangga dengan cepat.


Hampir tersungkur,jika saja Lei tidak dengan sigap memeluk tubuh ramping nya.


“ada apa?.”tanya nya khawatir.


“aku bermimpi buruk,Lel datang lagi.”


Lirih rosse pelan,semakin membenamkan kepala nya di dada bidang sang suami.

__ADS_1


Semua orang kembali tertegun mendengar jawaban Rosse.ternyata trauma tuan putri kerajaan Smith groups itu kembali kambuh.


Rosse terisak kencang dalam dekapan lei.trauma masa kecil nya kembali membekas,di ikuti rasa bersalah yang semakin membuat kesehatan rosse menurun drastis.


“tidak apa,itu hanya mimpi.”


Lei menenangkan.


“ini minum dulu,kau belum makan lagi kan?.di pesawat kita hanya sarapan roti.”


Lei segera beranjak dari duduk nya.mengambil masakan yang telah di siap kan oleh Rahardian,lalu membantu rosse untuk makan.


“princess,kau mau ikut ayah nanti?.”tawar Rahardian.


“kemana?.”tanya Rosse.


“universitas,tempat mu biasa menghabiskan hari dengan mengukur ayah.”


Mata rosse berbinar penuh kebahagiaan, mendengar jawaban sang ayah.


“aku mau ikut!.”jawab rosse bahagia.


“no princess,kau baru sampai.”sela Daddy William.


“lei akan menjaga ku,tenang saja.”


Rosse melempar tanggung jawab pada Lei yang hanya terdiam di tempatnya.


Tak urung Lei mengangguk begitu melihat tuan Austin menatap nya tajam.seakan-akan berkata jangan menolak permintaan menantu kesayangan nya.


***


Mobil milik Rahardian terparkir di universitas xxx.tempat rosse menghabiskan waktu nya bersama Rahardian.


“tidak ada yang berubah ya?.”


Ujar Rosse antusias.rambut baru nya yang berwarna ungu berkibar seiring dengan angin yang mulai menerpa.


“eh.”


Rosse tersentak saat tiba-tiba Lei mengikat rambut panjang nya.


“kau pasti risih dengan rambut berwarna mu itu kan?.”kesal lei.


“tidak,aku suka rambut baru ku.bagus kan?ayah bagaimana menurut mu?.”tanya rosse,menunjuk rambut baru nya.


Rambut yang panjang nya di bawah pinggul,itu hanya Wig.


“ayah lebih suka dengan rambut keemasan mu princess.itu lebih alami dan juga lebih khas,dari mu.”jawab Rahardian.


“ayah ada kelas?.”tanya Lei mengalihkan pembicaraan.


Rahardian mengangguk.melirik ke arah arloji di tangan nya,jam pelajaran akan di mulai lima menit lagi.


“ayah duluan!kalian silahkan berkeliling!.”pamit Rahardian.


“lei,duduk di sana yuk!.jangan khawatir,semua orang di sini mengenal ku.aku putri dosen idaman di sini dulu,dekan saja mengenal ku.”


Celoteh Rosse.menarik tangan Lei untuk ikut dengan nya duduk di bangku taman.

__ADS_1


# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.


__ADS_2