suami fosesif

suami fosesif
6


__ADS_3

Pukul 07:00 pagi pun tiba lina langsung melihat sekeliling ruangan rawat itu.



"Kemana dia pergi, ehh ini keberuntunganku aku bisa kabur dari genggaman si kenzo mesum itu" ujar          lina sambil turun dari tempat tidurnya tidurnya dan berjalan kepintu yang ada di kamar rawat itu.



Dan lina pun berjalan perlahan sesampainya didepan pintu lina mencoba membuka pintu itu dengan sekuat tenaga tenyata setelah lina berpikir dia itu telah di kunci di ruangan itu.



"Sial aku dikunci durungan ini" ujar lina kesal.



Setelah dia tau kalau dia dikunci lina mencoba kabur lewat jendela tenyata jendela setelah lina berhasil membuka jendela lina melihat kebawah ternyata dia itu dirawat inap di lantai paling tinggi mukin kalau dia pergi lewan jendela itu dia pasti akan mati.



Lina pun pasrah dan kembali membaringkan tubuhnya dikasur.



"Kenapa aku sial sekali saat bertemu si bajingan kezo itu" ujar lina kesal.



Setelah beberapa saat ada yang membuka pintu, dan tenyata yang membuka pintu itu adalah kenzo yang langsung menatap lina dengan tatapan dinginnya.



"Mau apa kau kesinih" ujar lina dengan nada tinggi.



"Kau ini makin hari makin berani yah" ujar kenzo dengan raut wajah yang datar.



"Salah kau sendiri mengurungku dan menikahiku tampa persetujuanku" ujar lina pada kenzo dengan raut wajah kesal.



Kenzo pun mulai kesal dengan lina, karna kekesalannya itu membuatnya mencium lina dengan paksa.


__ADS_1


Setelah ia melepaskan ciumannya, lina pun langsung bicara pada kenzo dengan kesal.



"Dasar bajingan mesum bisakah kamu tidak berbuat mesum satu hari saya" ujar lina dengan raut wajah kesal.



"Bisa" ujar kenzo dengan singkat.



Lalu lina pun terkejut dengan jawaban dari kenzo.



"Jadi kau bisa tidak berbuat mesum padaku" ujar lina dengan sangat gembira karna dia bisa aman dari perbuatan kenzo yang semena-mena padanya walau pun jangka waktu satu hari.



"Asalkan kau harus memuaskan ku malam ini dan tak ada kata tidak dan kau akan bebas dengan jangka waktu satu hari" ujar kenzo dengan senyum licik.



Wajah lina yang tadinya bahagia pun sirna karna lina mendengar perkataan kenzo yang mengerikan baginya.




"Apa kau setuju dengan tawaranku" ujar kenzo dengan seyum liciknya.



Lina pun berpikir dua kali untuk menerima tawaran kenzo.



"Baik lah aku terima tawaranmu asal kau membolehkan ku untuk bebas dalam satu hari itu" ujar lina dengan tegas.



"Akan kah dia kabur tapi tidak mungkin, tapi kalau dia kabur suatu saat nanti pasti aku akan menemukannya walau keujung duniapun" ujar kenzo dalam hati.



"Baiklah aku akan membolehkanmu bebas dalam satu hari itu" ujar kenzo.

__ADS_1



Lina pun tersenyum karna dia sangat senang bisa bebas dari genggaman kenzo, walau jangka watu satu hari.



Setelah beberapa lama mereka mereka berbincang tiba-tiba ada seseorang datang kamar, dan ternyata yang masuk kekamar adalah dokter yang kemarin memeriksa lina.



"Permisi tuan dan nona lina saya hanya ingin memberi tahu bahwa nona lina serang boleh pulang" ujar sang dokter.



Lina pun langsung tersenyum karna dia bisa pergi dari rumah sakit yang penuh dengan obat-obattan itu.



Setelah dokter bicara pada kenzo dan lina dokter itu pun pergi dari ruangan itu.



Setelah itu ada suster yang membawakan kursi roba untuk lina.



"Ini untuk apa" tanya lina pada suster.



"Ini untuk anda nona karna anda sedikit lemah jadi anda harus memakai kursi roda untuk sementara" ujar suster pada lina.



"Tapi aku bisa berjalan dan yakin bahwa aku kuat" ujar lina pada suster.



"Diam dan turuti saja" ujar kenzo pada lina.



Setelah itu lina pun terpaksa harus memakai kursi roda, dan setelah lina menduduki kursi roda itu lina didorong oleh kenzo keluar untuk keluar karna mereka akan pulang hari ini juga.



Jangan lupa like komen and lovenya ❤

__ADS_1




__ADS_2