
setelah acara jamuan makan malam Etha dan Deon kembali bersama sama sambil bercerita karena beberapa hari lagi mereka resmi bertunangan dan kemudian akan menikah 2 Minggu setalah pertunangan karena Deon tidak ingin menunda lebih lama lagi hal yang ditunggu tunggu nya untuk menjadikan sang kekasih sebagai pasangan seumur hidup yang sah di depan agama dan negara.
"mas" Etha membuka pembicaraan "kenapa tha?" Deon menoleh.
"apa gak terlalu buru-buru pernikahan kita jika hanya selang 2 Minggu setelah pertunangan kita" Etha bertanya pada Deon
" gak apa sayang aku udah siapin semuanya karena dari sebulan yang lalu aku juga udah mulai langsung persiapan pernikahan kita udah aku omongkan dengan orang tua mu juga" jawab Deon sambil memandangi wajah sang kekasih.
"terserah kamu jika benar gak terbebani yaudah" Etha menjawab kembali
"aku gak pernah merasa terbebani sayang" Deon mengecup tangan Etha. Deon yang merasa bahagia ent malam ini hanya fokus ke wajah kekasihnya dan pikirannya melayang di masa masa mereka akan bahagia beberapa Minggu ke depan karena akan menjadi sepasang suami istri.
dan tiba tiba Deon tersadar bahwa ada mobil yang mengarah ke mobil dia dan Deon yang kaget ingin menghindar akhirnya Deon mengelak mengarah menuju jurang yang sangat dalam hingga mobilnya terguling guling Deon hanya kepikiran dengan Etha dan melindungi Etha dari hantaman hantaman yang ada.
...*****...
sementara itu Haven yang merasa pusing dan ingin memuntahkan semua isi perutnya karena mabuk berat akhirnya memutuskan untuk pulang Haven menyetir dengan ugal ugalan karena tidak dapat menahan perutnya yang sudah ingin muntah namun ditahannya, hingga ketika di tikungan Haven melewati jalur yang seharusnya dan mengambil jalur orang lain dan mobil didepannya dengan kondisi sama sama terkejut akhirnya membanting stir tidak terjadi Haven tidak menabrak mobil tersebut namun mobil tersebut masuk kedalam jurang Deon memijat pelipisnya dan keluar dari mobil melihat ke arah jurang dengan sempoyongan Haven menelpon sekretarisnya untuk membereskan semua masalah yang ada
"Felix datang ke jalan x segera ada mobil jatuh ke jurang Karen menghindari mobil ku segera evakuasi korbannya" ucap Haven setengah sadar. Felix yang mendengar hal tersebut begitu kaget dan langsung mengarahkan beberapa orang untuk menolong di lokasi kejadian.
__ADS_1
ketika sampai di rumah sakit Etha dan Deon yang menjadi korban di bawa ke UGD dan Haven memilih untuk beristirahat terlebih dahulu untuk menghilangkan pusing akibat mabuk nya dan meminta sekretaris nya menghubungi keluarga untuk bertanggung jawab. "kau urus semua nya aku pusing" kata Haven meninggalkan sekretarisnya. dan Felix hanya bisa menghela nafas atas perbuatan bos nya.
keluarga Etha dan Deon yang mendengar kabar langsung datang ke rumah sakit pelita harapan mama Deon dan Etha sudah menangis bahkan mama Etha sempat pingsan karena terkejut dan tidak kuat. "pihak kami akan bertanggung jawab" Felix datang ditengah tengah keluarga langsung berkata to the point.
"jika terjadi hal yang tidak diinginkan awas saja kalian" kata papa Etha geram
begitu dokter keluar semua menghampiri dan bertanya kepada dokter.
"bagaimana anak kami?" tanya kedua orang tua Etha dan Deon bersamaan
"maaf kami sudah berusaha sebaik mungkin namun saudara Deon kami nyatakan meninggal dunia karena luka yang diterima terlalu parah dan tidak dapat tertolong lagi karen begitu sampai korban sudah kehilangan banyak darah dan pecah kepala" terang dokter tersebut membuat ibu dari Deon jatuh pingsan langsung dan ayahnya menangis bersama orang tua Etha juga. Felix berpikir keras untuk mencari pengganti pelaku dari kasus ini jika di bawa ke dalam jalur hukum karena tidak mungkin bos nya masuk penjara karena hal ini pikirnya.
tidak lama kemudian dokter yang menangani Etha pun keluar juga" selamat malam semua"kata dokter ditengah tengah tangis keluarga dokter.
...*****...
Felix yang telah mengetahui kondisi kedua pasien yang merupakan korban dari bos nya segera menuju ke kamar VVIP tempat bos nya beristirahat, "tuan korban yang bernama Deon meninggal dunia dan Etha saat ini kritis Haven diam sejenak kemudian berkata pada Felix.
"katakan saja supir yang lalai sudah diurus di kepolisian dan kita bertanggung jawab penuh kepada korban yang sedang kritis hingga pulih dan untuk yang meninggal kasi kompensasi berupa dana kepada keluarga" Haven mulai membuat cerita agar dia tidak diseret dalam masalah yang ada.
__ADS_1
"apakah tuan ingin mengunjungi korban?" tanya Felix pada bos nya
"entahlah tunggu aku berminat akan aku kunjungi mereka" kata nya lagi dengan santai
"aku pulang dulu mandi dan ganti baju badan ku tidak enak lengket sekali" lanjutnya meninggalkan sekretarisnya.
Felix pun mengikuti dibelakang sang bos untuk mengantar hingga ke mobil kemudian kembali mengurus biaya administrasi dan pertanggung jawaban kepada korban. "maaf atas kelalaian supir kami dan kami akan sepenuhnya bertanggung jawab kepada Etha yang masih kritis dan memberikan kompensasi berupa uang kepada keluarga Deon" ucap Felix penuh sesal dan sedikit terasa takut dengan amukan keluarga.
"apa kau bisa mengembalikan nyawa anak ku hah!" jawab ibu Deon sangat marah mendengar nyawa anaknya di ganti dengan yang.
"sabar Bu kita harus tenang menghadapi permasalahannya" kata ayah alm Deon menenangkan sang istri.
"saya minta maaf atas nama bos saya dan supir kami yang lalai, kami tidak bisa berbuat apa apa karena hal ini sudah terjadi kami bukan Tuhan juga bisa menghidupkan kembali yang sudah berpulang dipangkuan Nya" Felix kembali menjelaskan
"sopir sudah kami serahkan pada pihak yang berwajib untuk bertanggung jawab secara hukum" ucap Felix kembali dengan kebohongannya yang mengatakan bahwa sopir lah yang bersalah disini padahal ketika itu bos Haven sendiri yang mengendari mobilnya.
"sudahlah nak mungkin sudah jalan takdir dia seperti ini kami tidak perlu uang tersebut" jawab dari ayah Deon
"bagaimana jika kami tawarkan kerja sama dengan perusahaan kamu HK anggap saja ini sebagai permintaan maaf kami" ucap Felix kembali
__ADS_1
"ayah kita harus bawa Deon kembali terlebih dahulu dan hubungi orang rumah kita siapkan pemakaman Deon" ucap ibu Deon dengan lirih dan tersengal sengal habis menangis dan ia memeluk ibu Etha untuk saling menguatkan diri dan tabah karena musibah ini. ayah Deon pun membawa istrinya kembali tanpa menjawab tawaran dari Felix.
Felix menelpon orang suruhannya untuk mengurus pemakan alm Deon dan menghubungi bos nya untuk mengatakan bahwa ia akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan alm Deon dan membantu perusahaan tersebut sebagai bentuk permintaan maaf.