SUAMI KU BOS CUEK

SUAMI KU BOS CUEK
5. sadar


__ADS_3

sebulan setelah kejadian kecelakaan Haven dan Etha, Etha sudah melewati masa kritis namun ia masih terbaring dalam keadaan koma, Etha memiliki semangat hidup namun ia terlelap dalam dunia nya sendiri. "kenapa ia tidak bangun juga" Haven bergumam dalam hatinya melihat kondisi Etha yang membuat ia merasa bersalah dan merepotkan bagi nya.


setelah peristiwa tersebut ini pertama kalinya Haven mengunjungi Etha yang sedang koma, ia merasa pernah melihat sosok Etha namun sampai kini ia tidak mengingat sama sekali.


"sebaiknya aku kembali ke kantor sangat membuang waktu berada disini" gumam Haven.


"kau yang urus semua aku malas" lanjutnya kepada Felix.


"selamat siang, bagaimana perkembangan pasien atas nama Etha" Felix yang mengunjungi ruang dokter untuk memantau perkembangan kesembuhan Etha.


"siang pak, pasien sudah membaik tinggal menunggu ia sadar saja" jawab sang dokter.


...*******...


ayah dan ibu Etha tetap setia mendampingi sang anak berharap anak kesayangannya akan segera sadar. "sayang bangun nak ibu dan ayah datang" kata kata yang selalu keluar dari mulu ibu Etha. ia selalu membisikkan kata kata bercerita berbagai hal dengan harapan anaknya sadar.


tak lama setalah itu tangan Etha mulai bergerak dan menunjukkan tanda tanda akan sadar. "dokter tolong periksa anak saya" ucap sang ibu yang kaget dan bahagia melihat sang anak mulai sadar. tak lama kemudian dokter dan memeriksa keadaan Etha.


"allhambulillah kondisi pasien sudah membaik dan sudah sadar sepenuhnya" ucap dokter yang bahagia juga.


"pa Etha sudah sadar" ucap sang ibu menangis bahagia.


"iya Bu kita papa juga bahagia dan bersyukur banget Etha udah sadar" jawabnya


"euumm" suara Etha mulai terdengar.


"sayang kamu sudah sadar? apa ada yang sakit? kamu lapar?" tanya sang ibu dengan berbagai rentetan pertanyaan.


"Deon..." kata pertama yang keluar dari mulut Etha.

__ADS_1


seketika ibu nya menangis lagi "sabar ya sayang kamu harus sehat dulu setelah itu kita akan mengunjungi Deon" jawab sang ibu yang masih enggan memberitahukan kenyataan kepada anaknya bahwa sang kekasih telah tiada.


Etha melihat sang ibu hanya mengangguk saja.


"wahh sudah sadar? bagaimana keadaanmu?" tanya Felix yang baru datang


"iya, lumayan baik" jawab Etha lirih dan sang ibu hanya tersenyum.


beberapa hari kemudian Etha sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan langsung bertanya pada sang ibu "Bu ayo kita liat Deon aku belum tau keadaan dia" pinta Etha pada ibunya.


ibunya menangis mendengar permintaan sang anak "pa bagaimana?" tanya sang ibu pada suaminya


"jangan ditutup lagi Bu dia harus tau kenyataan yang ada" bisik sang ayah.


"baiklah ayo kita pergi ketempat Deon" jawab sang ibu pada Etha dan langsung pergi menuju pemakaman Deon


"sayang Deon sudah tenang di surga dan sekarang kita akan mengunjungi nya" Jawa sang ayah dengan ragu.


Etha menangis histeris syok mendengar perkataan sang ayah, ia turun dari kursi roda dan menghampiri makan sang kekasih dan menangis sambil memeluk makan tersebut. "kenapa kenapa berat sekali cobaan yang kuterima, kenapa meninggalkan ku sendiri, seharusnya kau tak memeluk dan melindungi ku waktu itu" ucapnya sambil menangis dan tak lama kemudian ia jatuh pingsan.


ibu dan ayahnya yang panik langsung menggendong sang anak dan membawanya kembali ke rumah sakit "nak bangun nak sadar sayang kamu kenapa" ucap sang ibu menangis terus disepanjang jalan hingga dirumah sakit


"kondisi anak ibu baru pulih dan sekarang ia malah mengalami tekanan yang membuatnya depresi hingga tidak sadar, kami sudah memeriksa kondisinya dan memberikannya obat. semoga ia lekas sadar dan sebagai orang tua dan orang terdekat harus menguatkannya agar dia tidak mengalami depresi berat" jelas sang dokter panjang lebar.


"apalagi sekarang pa Etha baru saja sadar harus terbaring lagi disini" ibu menangis dan terduduk di kursi.


"Deon!!" teriak Etha sambil menangis setelah sadar setelah sekian lama pingsan


"Deon, Deon" Etha meringkuk menangis memanggil nama kekasih dengan liris.

__ADS_1


"sabar sayang setiap orang memiliki takdir masing masing kamu harus kuat" sang ayah menenangkan sang anak.


Etha dan keluarga pun kembali ke rumah. dan Etha menjadi anak yang pemurung dan sering mengunci diri di dalam kamar meringkuk dan menangis sambil memangil nama sang alm kekasih sambil memegang foto kenangan mereka.


"Deon"


"sayang kenapa tinggalin aku" lirih Etha, ia tampak seperti orang yang sudah putus harapan hidup.


ibu dan ayah yang masih mendampingi dan menguatkan Etha menjadi sedih juga melihat keterpurukan anak nya.


...******...


"Bos Etha walaupun sudah sadar ia mengalami depresi karena ditinggal kekasih ya Deon" terang felix menyampaikan berita kepulihan Etha pada Haven.


"bagus jika sudah sadar kita tidak perlu repot lagi" jawabnya cuek


"tapi bos sepertinya kita belum selesai karen dia masih dalam kondisi terpuruk" Felix menyanggah


"terus bagaimana langsung di intinya saja jangan bertele tele" jawabnya ketus


"menurut saya bagaimana jika anda menikahinya agar ia dapat melupakan sang kekasih dan pulih kembali, selain itu bos juga tidak perlu pusing dengan tuntutan kakek anda yang meminta anda menikah terus dan Julie tidak memiliki kesempatan untuk mengganggu anda bos" Felix menjelaskan maksudnya karena ia juga sudah lelah disuruh mencari perempuan yang bisa di bayar untuk menjadi istri pura pura sang bos.


"apa kau gila hah!" jawab Haven marah


"kau memberikan usulan agar aku menikahi perempuan yang sudah tidak waras dan memerintahkan aku mengurusinya hingga pulih" ia tak terima dengan ide tersebut.


"tenang bos itu hanya dalih di keluarga agar merasa kita benar benar bertanggung jawab setelah menikah kita hanya perlu membawanya ke dokter psikologi agar dia pulih kembali" ungkap sang sekretaris kembali.


"terserah kau saja dan kau yang urus semua nya" jawab Haven dengan malas.

__ADS_1


__ADS_2