
Alina didalam kamar mandi hanya muter-muter saja karna dia bingung bagaimana dia bisa melepaskan reseting gaun yang terlalu panjang,dan akhirnya Alina pun keluar dan minta pertolongan kepada Steven.
"emmm,tuan bisa kah kau membantuku"Alina yang bicara sambil menunduk karna malu
"kau mau apa"tanya Steven kepada Alina tanpa menatap Alina
."bisakah kau melepaskan reseting gaun ini"
tanpa diduga Steven pun langsung membalikkan tubuh alina dan melepaskan reseting gaun pengantin,setelah sampai bawah Steven pun dibuat ternganga dengan tubuh alina yang halus dan putih.
glugggg
"ya ampun Steve sadar kau gak akan menyentuh dia"batin Steven dalam hati
"apakah sudah tuan"tanya Alina dan Steven pun tersadar
"Hem sudah cepat lah mandi sana apa kau sengaja ingin menggoda ku"
"bagaimana bisa saya menggoda Anda jika saya saja kesulitan membuka resleting gaun ini"jawab Alina yang tidak terima yang sedang menggoda Steven.
"dasar wanita aneh"setelah beberapa waktu Alina keluar dengan menggunakan bahtrop,ketika tidak sengaja menoleh dan melihat Alina yang begitu seksi Dimata Steven.
"apa kau mau menggoda ku alina "ujar Steven yang tak berkedip melihat Alina
"apa maksudmu tuan,aku menggunakan ini karna aku lupa Mambawa baju ganti ku"ucap Steven
"benarkah"Steven yang semakin dekat dengan Alina,Alina pun mundur karna tatapan Steven yang berbeda dengan beberapa waktu tadi
"mau apa kau tuan,mundur jangan dekat dekat"alina dengan nada sedikit takut
"oh ayolah ini malam pertama kita masa iya mau kita lewatkan begitu saja"ujar Steven yang semakin dekat.mata Alina pun membola besar.steven semakin mendekat dan mencengkeram kedua bahu alina
__ADS_1
"tidak tuan saya belum siap untuk malam ini "ujar Alina yang takut
tanpa disangka Steven pun mulai mencium bibir Alina yang membuat Alina pun terkejut.
"hemmm,heumm.tuqn tolong lepas kan saya.anda telah melanggar perjanjian kita"Steven pun mengakhiri ciuman bibir Alina.
"bibirmu itu terlalu pahit untuk ku cium jangan jangan terlalu percaya diri dulu kau"setelah Steven mengakhiri ciuman Steven pun segera tidur diranjang dan alina pun segera memakai baju yang telah disiapkan.setelah membuka lemari Alina pun terkejut dengan isi lemari
"ini baju apa,kenapa baju nya seperti saringan tahu,jika seperti ini semua bagaimana bisa memakai baju"gumam Alina bingung harus memakai baju apa.steven yang belum tidur pulas pun bangun melihat Alina yang terlihat kebingungan
"kenapa kau dari tadi hanya muter-muter,cepat tidur kau menganggu tidur ku jika seperti itu terus"
"tuan bagaima aku bisa tidur jika disini tidak ada baju satu pun untuk ku"
"dilemari itu banyak baju kau tinggal memilih dan langsung memakainya"
saya tidak mau pakai baju yang kurang bahan itu tuan"
mau tidak mau Alina pun memakai baju tipis itu dan Alina pun tidur sesuai kesepakatan.malam pun berganti pagi Alina dan Steven pun akhirnya keluar dari hotel dan menuju kerumah tuan Mukti.
setelah sampai kediaman tuan Mukti nyonya rina pun menyambut kehadiran anak dan menantunya.
"loh Steve kenapa kau pulang sepagi ini"tanya nyonya Rina
"Steven harus berangkat kerja ma"timpal Steven
"kamu gak usah kerja Steve biar papa yang menghandle urusan Kantor"tuan Mukti menimpali omongan tuan Mukti
"gak bisa gitu dong pa,Steven ada pertemuan penting hari ini"
"biar Agra yang urus kerjaanmu,biar kamu bisa menikmati masa masa pernikahan mu"ujar tuan Mukti yang membuat Steven pun mengalah.sedari tadi Alina diam dan nyonya Rina menyadari itu dan mengajak Alina bicara
__ADS_1
"Alina sayang gimana kabar kamu"tanya nyonya Rina
"em ba baik ma "gugupnya Alina bicara dengan mertuanya
"kamu tidak kewalahan kan melayani suamimu tadi malam"tanya nyonya Rina dan membuat Steven maupun alian kaget
"emm tidak ma"
"ma pa Steven setelah ini mau tinggal di rumah Steven sendiri"
"loh kenapa kamu harus pindah rumah sih Steve mama kan kesepian jika tidak ada kamu dan menantu mama ini"
"Steven dan Alina mau belajar mandiri ma"Steven menyakinkan mama dan papanya
"ya udah gak papa ma biar Steven bisa menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya"timpal tuan Mukti yang tidak mau melihat istri nya nambah sedih
"yasudah mama izinkan,tapi ada syaratnya kamu dan alina harus sering-sering main ke rumah ini"
"iya ma,nanti Steven dan Alina usahakan"
"yasudah kamu antar Alina kekamar biar Alina istirahat,tadi malam kan kamu ajak begadang"goda nyonya Rina Kepada menantu nya,Alina pun adanya senyum karena malu apa yang dibicarakan mertua nya
"ayo sayang sekarang kita ke kamar"ujar Steven yang ditangguhkan Alina,setalah Sampai kamar Steven pun bicara dengan Alina
"kamu jangan terlalu percaya diri dulu tadi aku bicara seperti itu biar mama percaya bahwa aku cinta sama kamu"
"iya iya saya paham tuan"
"baguslah stelah keluar dari rumah ini jangan harap aku bisa berbaik hati denganmu dan jangan harap kamu bisa sekamar dengan ku paham kamu"
'iya tuan"
__ADS_1
ayo kakak kakak jangan lupa mampir di novel ku😃jangan lupa like dan comennya,maaf jika masih banyak yang salah dan belum sesuai harapan kakak kakak sekalian karna ini novel pertama ku🙏🙏