
Ternyata saat dilakukan penyetruman itu membuat mimpi yang dialami oleh Rafli dan Arif menjadi satu dan Patrick bisa melihat kejadian itu.
saat Rafli terbangun di sebuah tempat sunyi dia mencari jalan keluar dari tempat itu, tempat itu dipenuhi oleh suara-suara aneh yang membuat Rafli sangat penasaran dan ingin menelusuri dan mencari sumber suara itu, dan saat Rafli menelusuri tempat sunyi itu Arif yang sedang mencari jalan keluar juga melihat seseorang yang mirip dengan Rafli dan akhirnya Arif memanggilnya dan saat mereka saling menghampiri tiba-tiba kepala mereka pusing dan tempatnya tiba-tiba berada di sebuah tempat bersalju yang benar-benar sangat dingin.
__ADS_1
"hai Fli di sini tidak ada jam" ucap Arif, kemudian Rafli menjawab "iya aku juga tadi saat sedang melewati tempat-tempat aneh aku juga melihat seperti jam dinding tapi jam itu hanya melihatkan sebuah jarum saja dan tidak melihatkan angka-angkanya dan juga aku tadi melihat sebuah jam yang hanya ada tempatnya saja tidak ada jarum dan angka" ucap Rafli.
kemudian mereka saling berdebat apakah mereka sedang bermimpi atau sedang berada di dalam imajinasi, lalu tiba-tiba ada sesosok monster yang berukuran seperti manusia menghampiri mereka kemudian mereka pun lari, "monster apa-apaan itu kenapa dia ada sih" ucap Arif, "bagaimana jika monster itu mau membunuh kita, Kita harus bagaimana?" ucap Rafli, "kita harus lari sekencang-kencangnya untuk bisa lolos dari monster itu" ucap Arif.
__ADS_1
beberapa saat kemudian saat mereka sadar sedang bermimpi mereka mencoba menutup mata mereka dan berusaha untuk bangun dan justru mereka malah berada di tempat gurun pasir yang di penuh i oleh kalajengking raksasa, "siap kita gagal untuk bangun" ucap Rafli, "apa tidak mungkin bagaimana bisa kita tidak bangun, sial prediksi ku salah" ucap Arif, kemudian Rafli menjawab "kita, kita terjebak di dalam mimpi dan kita juga tersesat di dalam mimpi, kita tidak bisa keluar haaaaaa sial bagaimana ini bisa terjadi" ucap Rafli sambil menangis, "tenanglah Fli kita pasti menemukan jalan untuk keluar dari mimpi kita ini" ucap Arif.
tiba tiba kalajengking raksasa itu menyerang mereka dan mereka kembali lari untuk menghindari serangan para kalajengking itu, "sampai kapan kita terus berlari Rif" ucap Rafli, "ntahlah yang terpenting kita harus bisa keluar dari mimpi yang panjang ini" ucap Arif.
__ADS_1
kemudian mereka saling berdebat dan terjatuh ke sebuah jurang dan masuk kedalam lumpur hisap yang berada di gurun pasir itu dan saat mereka tersadar mereka berada di sebuah kota yang banyak penduduknya