Suratan Takdir Hidupku

Suratan Takdir Hidupku
BAB 3


__ADS_3

Setelah beberapa menit menempuh perjalanan Maggie pun tiba di mana dia bekerja,sahabat nya itu pun menyapa nya dengan penuh semangat.


"pagi sahabat ku"sapa nadin bersemangat


"pagi juga din,kamu kok semangat sekali pagi ini"ucap Maggie


"iya dong, kita harus semangat bekerja agar kita bisa menjalani hari-hari kita yang berantakan ini,iya tidak"ucap nadin


"iya juga ya din"sambung Maggie


"ya sudah yuk kita bekerja sebentar lagi orang-orang pasti akan berdatangan" jelas nadin


"iya din ayo".


Disaat sedang bekerja Maggie pun teringat kepada seseorang tak lain adalah ayah nya yang membesarkan dia.


"bagaimana kabar mu ayah?,apa kau baik-baik saja"ucap Maggie menanyakan kepada dirinya sendiri


"apa aku pulang aja ya untuk memastikan kondisi ayah"batin Maggie


"tapi kalau aku pulang siapa yang akan membantu ayah,sedangkan aku bekerja saja hidup ku dengan ayah masih susah"batinnya lagi,


disaat Maggie memikirkan hal itu nadin pun menghampiri sahabatnya itu.

__ADS_1


"Maggie, kamu kenapa?" ucap nadin memegangi pundak sahabatnya itu


lamunan Maggie pun membuyar dibuat sahabatnya itu.


"mm..nadin, aku sedang memikirkan keadaan ayah ku" ucap Maggie dengan wajah lesu


"Maggie kamu harus ingat,kamu bekerja untuk ayah kamu, jika kau seperti ini ayah mu akan sedih,ayah mu pasti baik-baik saja" ucap nadin memberi semangat


"aku takut ayah ku kenapa-kenapa din"


'kalau begitu, kenapa tidak kau belikan ponsel untuk ayah mu Maggie"


"aku tidak punya uang din, jika aku belikan ponsel untuk ayah ku, ayah tidak akan bisa membayar utang nya karena membelikan ponsel untuk nya" ucap Maggie menjelaskan


"yang benar din"


"iya Maggie kita itu harus saling membantu, lagi pula kamu itu kan sahabat ku" terang nadin


"terimakasih ya din, jika nanti aku punya uang aku pasti mengembalikan nya"


" iya Maggie, kamu jangan sedih lagi ya" ucap nadin yang terus memeluk Maggie


Setelah Maggie dan nadin menyelesaikan cerita mereka,mereka pun melanjut kan pekerjaan nya.

__ADS_1


Pukul 20:00 wib waktunya pulang, Maggie keluar dari cafe itu dan berjalan menuju tempat dimana dia akan menunggu angkutan umum,disaat menunggu hujan yang lebat pun turun menghiasi malam yang dingin,Maggie pun kedinginan merasakan hembusan angin malam,tidak terasa sudah satu jam Maggie menunggu angkutan umum itu tapi tak kunjung tiba, hari semakin gelap angin pun ikut menyaksikan hujan yang turun dengan setia.


"bagaimana ini, angkutan nya tidak ada yang lewat"ucap Maggie dengan perasaan yang takut.


Di komplek itu memang sudah sangat sepi dikarenakan malam yang semakin malam dan ditambah lagi dengan hujan yang deras.


Seketika mobil yang tidak Maggie kenal pun berhenti dihadapan nya, tangan Maggie langsung ditarik dan membawa Maggie masuk ke dalam mobil itu,Maggie yang tidak mengenali kedua pria tersebut pun berontak ingin melepaskan diri tapi,sayang sekali mobil itu sudah melaju.


"siapa kalian, tolong lepaskan aku" ucap Maggie memohon.


Namun Maggie pun terus meminta pertolongan kepada siapapun tapi, itu hanya percuma


"aku tidak mengenal kalian lepas kan aku"ucap Maggie dengan nada suara yang tinggi


"plak...satu tamparan mendarat di wajah Maggie"


"kamu tidak usah banyak bicara sebentar lagi kamu pasti akan merasakan indahnya dunia"ucap salah satu pria itu


"apa maksud kalian"ucap Maggie bingung


"sudah kamu tenang aja" ucap pria itu lagi


Maggie yang ketakutan pun semakin menangis dan seluruh tubuh nya bergetar,dia tidak tau apa yang diinginkan kedua pria itu kepadanya,yang pasti kedua pria itu membawa Maggie dan mengikat tangan Maggie tak lupa mulut Maggie pun ditutup dengan kain yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di depan rumah yang begitu berantakan ditambah dengan sarang laba-laba membuat rumah itu semakin angker


__ADS_2