
Malam hari di kediaman Henry Alexander
Henry meminta Revan dan Cindy datang ke kediamannya
" Malam dad" sapa Revan yang baru saja tiba
" Oh kau sudah datang son, dimana adikmu?" tanya Henry, baru saja henry bertanya, cindy tiba-tiba masuk ke kediaman Henry
" Malam daddy.. " sapa cindy sambil tersenyum ceria dan memeluk Henry
" Malam juga princessnya daddy" sambut henry
" Yasudah kita langsung aja makan malam, ibu tiri dan saudara tiri kalian pasti sudah menunggu.. " ajak Henry pada Revan dan cindy
Merekapun menuju ruang makan yang di sana sudah ada Mauren
" Oh kalian datang, apa kabar Revan Cindy?" tanya Mauren basa-basi
Revan hanya diam tidak menjawab atau menanggapi Mauren, hanya cindy yang menanggapi singkat
" Baik" jawab cindy singkat
" Yasudah ayo langsung makan aja.. " jawab Mauren tersenyum palsu, mereka pun duduk tak berapa lama kemudian Keyra datang menyapa
__ADS_1
" Malam semua" sapa Keyra
" Malam sayang/ malam Key" jawab Henry dan Mauren, sedangkan Revan dan Cindy hanya cuek tidak menanggapi Keyra
" Cindy apa kabar? " tanya Keyra sok akrab
" Baik" jawab cindy singkat
" Halo kaka Revan gimana kabar kakak, kok lama sih nggak nemuin Keyra, aku kan kangen" sapa Keyra sok dramatis
Keyra masih mahasiswa di Universitas S dia juga seorang model, Keyra sebenarnya jatuh cinta pada Revan dan Revan mengetahui itu walau Keyra tidak pernah menyatakannya tapi Revan sama sekali tidak tertarik pada keyra
"Sibuk" balas Revan singkat
" Oh iya sih wajar kak revan kan presedir perusahaan, kak kapan-kapan aku boleh ya main ke perusahaan kakak" pinta keyra pada Revan
Cindy yang mendengarnya jawaban ketus kakaknya pada Keyra hanya bisa tersenyum mengejek ke arah Keyra, Keyra yang mendengar jawaban ketus Revan dan melihat Cindy pun hanya bisa menahan geram sambil mengepalkan tangannya
" Kamu boleh Key kalo mau ke perusahaan itu, kamu kan juga keluarga Alexander" kata Henry menanggapi keyra yang di cuekin Revan
" Thank you daddy.." sahut keyra tersenyum senang
Revan dan Cindy yang mendengarnya hanya diam jengah dengan keyra
" Yasudah yuk kita makan, keburu dingin makanannya" kata Mauren
Merekapun makan dengan tenang, selesai makan mereka pun berkumpul di ruang tengah
__ADS_1
" Son kamu kan sudah dewasa, kamu tidak ada keinginan untuk menikah atau menjalin hubungan dengan seorang wanita? " tanya Henry pada Revan
" Belum dad, saat ini Revan tidak tertarik dengan siapapun, belum ada yang bisa membuat Revan jatuh cinta" jawab Revan
" Apa perlu daddy kenalkan dengan anak rekan bisnis daddy, mereka cantik-cantik dan mapan loh.." tawar henry pada Revan
" No dad, Revan masih bisa cari pasangan sendiri daddy tau kan kalo cinta nggak bisa di paksakan" balas Revan
" Yasudah daddy cuma takut kamu tidak tertarik dengan wanita, habis daddy tidak pernah dengar kamu dekat dengan wanita, kamu terus saja bersama si Daniel " kata Henry menjahili putranya itu
" Daddy pikir Revan terong makan terong, revan 100% normal ya dad, cuma ya belum nemu aja yang pas" gerutu revan
" Daddy kak revan itu bukannya belum nemu yang pas tapi nggak laku-laku " kata cindy terkekeh mengoda kakaknya
" Cindy!!" bentak Revan kesal dengan adiknya
Ia memasang wajah kesalnya, Henry dan Cindy hanya terkekeh melihat Revan yang ngambek
" Udah dong kak jangan ngambek gitu, jelek tau wajah kakak entar nggak ada yang mau loh sama jomblo kayak kaka" balas Cindy meledek Revan
" Dih nggak ngaca kamu aja jomblo" kata Revan kesal
" Aku jomblo karena kaka yang ngelarang aku pacaran coba kalo kak Revan ngizinin Cindy pacaran pasti banyak cowok yang anti untuk Cindy" kata Cindy dengan bangga
" Cih, mana ada yang mau sama bocah ingusan kayak kamu" ledek Revan pada Cindy
Cindy hanya memberengut kesal di ledek revan
" Sudah-sudah, yang penting nanti kalo kalian sudah menemukan seseorang yang kalian cintai segera bawa menemui daddy" kata Henry menengahi
__ADS_1
" Iya dad/ oke dad" balas Revan dan Cindy
Karena malam semakin larut, Revan dan Cindy pun memutuskan menginap di kediaman Henry lalu besok baru mereka kembali ke masion Revan.