SurvivorPlague - The Hero Of Novus

SurvivorPlague - The Hero Of Novus
End Of The Camp


__ADS_3


Sinar mentari pagi yang hangat membangunkanku, keliatanya tanpa sadar aku tertidur selama beberapa jam, sudah 3 hari aku nyaris tidak tidur sedikitpun, tubuhku mulai letih sebaiknya aku sudahi saja dulu melatih mereka, aku rasa sudah cukup sampai di sini saja mengajari mereka teknik dasar untuk bertahan hidup di tempat asing dan memperkenalkan wilayah solus kepada mereka.


Aku segera membangunkan mereka semua, mereka masih loyo dan terlihat sangat ngantuk


“kenapa kalian masih ngantuk ? “ tanyaku pada mereka


“ya tidak perlu di tanya sudah keliatan kan” jawab mereka bersamaan


“ baiklah, karena aku melihat kalian sudah cukup letih secara mental dan fisik, kita akhiri saja kemping yang menyenangkan ini, kalian aku izinkan istirahat selama beberapa hari sampe pemberitahuan berikutnya, bereskan sisa-sisa sampah yang kalian buat dan setelah itu kita segera kembali ke solus “


“bagian mana dari kemping ini yang menyenangkan ? Mau ku sampai rusak begitu “ keluh Thanos


“ kenapa mengeluh, kau seharusnya senangkan bisa bersama idolamu selama beberapa hari “ Chain mengejeknya


“ sudah-sudah jangan bertengkar “ Melvina berusaha menenangkan mereka


“ yang bertengkar siapa dasar cewek sok imut “ teriak Thanos


“a-apa maksudmu cwek sok imut “ Melvina marah


Mereka bertiga bertengkar layaknya anak-anak


“ mereka selalu seperti itu ya “ tanyaku pada Silmeria


Dia mengangukan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku, keliatanya dia sudah terbiasa melihatnya


“tolong hentikan mereka “ perintahku


Silmeria mendekati mereka lalu menghadiahkan uppercut telak ke muka Thanos dan Chain hingga mereka terpental cukup jauh, tenaga yang mengerikan sekali, jika dia sudah mencapai tingkat 2 sepertinya dia bisa seimbang dengaku


“ke-kenapa Cuma kami yang di hajar “ Thano mengeluh sambil memegang pipinya yang membengkak


“ Melvina terlalu imut sehingga aku tidak sanggup melakukannya “ dia lalu memeluk Melvina dengan sangat erat


“Si-Sil tolong lepaskan ini memalukan “ jawab Melvina dengan muka memerah


“cih aku iri “ Chain berkata dengan sangat kesal


Aku berharap, setidaknya ada satu orang yang normal di antara mereka, tapi kenyataannya tidak, tiap individu memiliki keanehan sendiri aku jadi khawatir bagaimana mereka kedepannya.


“baiklah ayo kita pulang “ 



Bellato HQ


Amaterazu Archon Bellato Union membaca sebuah laporan sambil mengernyitkan dahinya kematian seorang Maximus lagi dan ini membuatnya sangat pusing, dalam 2 minggu sudah 3 orang Maximus tewas, total 8orang dalam kurun waktu 5 bulan, hanya ada sekitar 30 orang Maximus terlepas dari mereka yang menduduki jabatan di dewa kemiliteran dan ini menjadi pukulan yang sangat berat baginya.


“ apa pendapatmu Orideca “


Orideca berdiri di depan Amaterazu yang duduk di meja kerjanya dengan mengenakan pakaian militer lengkap.


“ ke 8 orang yang tewas memiliki kesamaan, berpangkat Maximus, tewas di dalam benteng area kependudukan, dan juga calon kandidat dewan militer untuk pemilihan yang akan terjadi tahun depan “ 


“dengan kata lain kita bisa menduga pelakunya orang dalam, tapi kenapa tidak ada seorang saksipun bahkan tidak terekam oleh kamera pengawas “ Amaterazu bertanya lagi

__ADS_1


“ ya gampangnya bagian pengawasan juga terlibat, ini konspirasi besar untuk menjatuhkan pemerintahan sekarang, bahkan mungkin juga ini upaya untuk melepaskan diri dari Union sepenuhnya “


“ maksudmu tindakan yang sama seperti yang di lakukan orang itu 18 tahun yang lalu ? “ jawabnya


“mungkin saja di lakukan dia juga “


kami kebingunan


“tapi dia sudah di laporkan tewas “


“ mayatnya tidak di temukan bagaimana mungkin kita bisa yakin dia tewas tuan Amaterazu “


Amaterazu berpikir sejenak


“ lalu bagaimana dengan perlindungan Maximus lainnya ? “


“ beberapa orang aku tugaskan berkelompok. Dengan begitu setidaknya mereka akan aman jika berkelompok, untuk sementara aku hanya itu yang aku lakukan, ya walau dalam kasus Max Daybreak aku suruh dia menjadi ketua kelompok anak-anak yang baru lulus akademi “


“ya baiklah, walau aku kurang mengerti kenapa kau suruh Max menjadi ketua kelompok, tapi aku yakin kau punya rencana, Orideca aku tujuk kau sebagai kepala penyelidik kasus ini, lakukan semaumu “


Amaterazu menulis sesuatu di secarik kertas dan menadatanganinnya lalu menyerahkannya pada Orideca


“dengan senang hati akanku lakukan “ 


Max dan ke empat bawahannya tiba kembali di Solus


“akhirnya pulang juga “ seru Thanos dengan terharu


“tidak usah berlebihan deh “ ejek Chain lagi


“baiklah sampai di sini saja, istirahatlah yang cukup nanti aku hubungi kalian lagi jika ada tugas selanjutnya “


“siap “ seru mereka semua


“bubar “ tanpa aku perintahkan dua kali mereka langsung bubar


Ah, sekarang aku bisa istirahat laporan penilaian mereka sebaiknya aku berikan besok saja, aku ingin tidur yang nyenyak sekarang.


“keliatanya kau bersenang-senang yang Max “ suara yang tidak asing bagiku, dan ternyata benar dia orang yang aku kenal.


Lelaki berambut hitam pendek dan mengenakan armor perang hitam di sekujur tubuhnya dengan jubah hitam kecil di punggungnya dia adalah Alvolus Arlulos, dia salah seorang teman ayahku yang juga merupakan anggota tim ayahku, berbeda dengan Van yang sudah berhenti dari kegiatan kemiliteran dia masih aktif di militer, dia juga sangat kuat bahkan konon dia adalah Berserker terkuat di Union, bawaannya yang baik dan selalu senyum pada siapapun membuatnya di sukai banyak orang.


“oh tuan Alvolus lama tidak berjumpa “ ucapku sopan, jujur saja di bandingkan dengan Van aku lebih menyukainya, dia sangat baik padaku sejak kecil.


“ ya seperti biasa, tidak ada yang penting, keliatanya kau di beri tanggung jawab untuk membesarkan generasi baru ya Max “


“ya begitulah, walau merepotkan “ jawabku jujur


“ahaha, jujur saja, aku tidak suka melihatnya, anak-anak seperti mereka seharusnya bisa bermain dan bersenang-senang, tapi mereka akan menghabiskan hidup mereka di militer dan tidak ada jaminan mereka masih bisa hidup 10 tahun dari sekarang, aku tidak mengerti alasan para petinggi kita menyuruh anak-anak seperti itu untuk berperang “


Ucapan Alvolus sangat benar, menyuruh anak-anak yang bahkan belum mencapai usia 16 tahun untuk perang adalah hal yang bodoh, mereka hanya akan menderita di medan perang.


“ ya, anda benar karena itulah tugasku, untuk melatih mereka agar mereka bisa bertahan hidup, lalu di masa depan mereka akan melakukan hal yang sama sepertiku untuk generasi selanjutnya “


“ahahah, kau sudah pintar bicara ya sekarang, berbeda sekali dengan dulu yang merupakan bocah cengeng dan suka ngompol “


Mukaku memerah mendengar ucapannya

__ADS_1


“itu masa lalu “


“ahahaha, ayah,ibumu dan adikmu pasti bangga melihatmu seperti ini sekarang, jangan mengecewakan mereka Max, baiklah sampai jumpa aku masih ada kerjaan “


Tanpa menunggu jawabanku Alvolus beranjak pergi menuju keluar Solus


Ranzaya dan 3 orang temannya sedang duduk-duduk di dalam sebuah gang sambil merokok dan minum-minum, mereka anggota guild Bernama Stubborn yang memang di kenal pembuat masalah di solus, Guild sendiri adalah sebuah kelompok yang di bentuk untuk memudahkan koordinasi militer, bergabung dengan sebuah guild bukanlah merupakan sebuah kewajiban namun jika bergabung segela misi yang di berikan akan di sampaikan melalui guild sehingga misi idividual akan sangat jarang di berikan.


“oh benarkah, tapi kalo soal ukuran tubuh Munna itunya lebih gede loh “ seru Ranzaya


“ ya benar sih dada Munna lebih gede tapi soal cantikan Emia lebih bikin UGHHH” Ide berkata dengan penuh antusias, dia adalah seorang Mentalsmith


“oi-oi Emia ceweknya bos Noel jangan macam-macam dong “ jawab Ghostly sosok lelaki dengan muka berantakan seolah tidak pernah merawat dirinya dengan muka penuh brewok


“ ah ngomong-ngomong adikmu juga cantikan Ran, kenalin dong sekali-sekali “ Aldabert sendiri memiliki penampilan yang kontras dengan Ghostly, dia sangat rapi dan bersih


“hmm adikku ya, kalian gak mungkin suka deh dia galak dan mengerikan, gak ada mirip-miripnya am cewek deh pokoknya ahahahah “


BUGH


Sebuah tendangan keras tepat ke kepala Ranzaya dari belakang


“apa maksudmu dengan berkata seperti itu, kakaku tersayang “ Raina sang adik Ranzaya yang kebetulan datang untuk menjemput kakaknya tidak sengaja mendengar itu dan secara refleks dia menendangnya, sebenarnya dia sosok perempuan yang manis, tapi kasar dan sadis, rambut hitam panjangnya di terikat dengan rapi.


“ah, Raina apa kabar “ jawab Ranzaya ketakutan


“siang bolong seperti ini merokok dan minum-minum di pinggiran gang sambil membicarakan hal mesum seolah tidak ada pekerjaan, kenapa aku bisa menjadi saudaramu hah, kau merupakan aib paling memalukan dari keluarga kita, dan aku paling benci orang sepertimu “


“ma-maaf aku hanya sedang istirahat “ Ranzaya berusaha membela diri


“aku baru saja datang ke tempat kau di tugaskan hari ini dan mereka berkata sudah 3 hari kau tidak datang “


“.................” Ranzaya tidak mengelak dan sadar ajalnya sudah tiba


“benarkan “ 


Ranzaya menganguk pelan ketakutan


BUGH BUGH BUGH BUGH


Raina menendang-nendang kepalanya, hingga Ranzaya terkapar di lantai, namun tanpa ampun dia terus menendangnya hingga bersimbah darah


“a-ampuniku, aku tidak akan mengulanginya “


Merasa puas Raina menghentikannya


“dan kalian “ Raina memandang Ide, Ghostly , dan Aldabert dengan tatanpa dingin nan kejam sehingga mereka bertiga langsung pucat dan berkeringat dinging


“jangan sampai aku melihat kalian bermalas-malasan di sini dasar sampah “


“ba-baik bu “ jawab mereka ketakutan


“kembali ke tempat kerja kalian “ mereka bertiga segera melarikan diri 


Raina lalu menyeret kaki Ranzaya yang sudah sekarat menuju rumahnya


__ADS_1


__ADS_2