
Armory 213
Zaxion sudah 1 minggu duduk di puncak sebuah batu karang setinggi 8 meter di gurun wilayah Armory 213, sejak di beri hukuman oleh pemimpinnya ARGM-01 dia terus duduk di situ untuk mengawasi satu-satunya akses keluar masuk Armory 213, satu-satunya jalan masuk dan keluar menuju Crag Mine yang di gunakan oleh pasukan Empire untuk mengirim pasukan ke Crag Mine dan peralatan tambang, namun jalan itu juga di manfaatkan oleh pihak musuh untuk menyusup masuk entah untuk memata-matai ataupun untuk melakukan sabotase.
Teriknya matahari yang menyinari Armory 213 membuat armor yang melapisi seluruh penjuru tubuh Zaxion menjadi sangat panas seolah baru keluar dari oven, perintah ARGM-01 adalah berpatrloi di wilayah kependudukan Accretia yakni Armory 213 dan Armory 117, namun Zaxion lebih memilih memfokuskan penjagaan di Armory 213, alasanya simpel karena 213 memiliki area akses yang terbuka lebar untuk di masuki oleh musuh, dan dugaannya benar, hanya dalam 1 minggu dia sudah membunuh lebih dari 10 orang Bellato dan Cora yang mencoba menyusup masuk, dia membantai mereka tanpa ampun dan tidak memberi kesempatan untuk melawan, bahkan mereka langsung mati seketika sebelum menyadari apa yang menyerang mereka.
Karena penjagaan Zaxion secara tidak langsung produktivitas Unit Accretia lainnya menjadi meningkat, tanpa ada penyusup yang membuat kekacauan unit-unit lain bisa menjalankan misi mereka dengan tenang ataupun berburu dengan santai tanpa was-was akan di sergap oleh bangsa lain. Ketika Zaxion sedang terfokuskan menjaga lubang besar yang menjadi jalan ke Crag Mine satu Unit Accretia berwarna hitam datang mendekatinya, dia mendongak ke atas melihat Zaxion lalu mencari jalan untuk naik, karena dia tidak melihat adanya alat bantu untuk naik ke atas akhirnya di memanjat secara manual dengan susah payah, sesekali batu karang yang di pijaknya hancur karena bobot tubuhnya yang sangat berat, setelah berjuang dengan susah payah akhirnya di sampai juga ke puncak.
“ keparat kau Zax, kenapa harus berkemah di tempat sulit seperti ini sih bikin repot saja “ keluh unit berwarna hitam itu.
Zaxion menyadari kedatangaannya sejak awal tapi mengacuhkannya
“dingin seperti biasanya ya, aku datang untuk memberikan ini padamu “ dia memberikan sebuah ransum yang sekilas tampak seperti botol berisikan cairan aneh berwarna kemerahaan
Zaxion mengabaikannya lagi, merasa di abaikan unit hitam itu berjalan mendekatinya lalu menendang kepala Zaxion.
“oi, walau aku sudah terbiasa dengan sikap dinginmu lama-lama aku bisa kesal juga loh, cih kenapa kau selalu merepotkan seperti ini mengabaikan kebaikan orang lain sih “ ujarnya kesal
“pergi lah Arks, kau menggangu ku, lagian persediaan ransumku masih banyak” jawab Zaxion
“ 1minggu terus di sini tanpa pulang untuk memperbarui perbekalaan? Berapa banyak yang kau bawa sih ? “ tanya Arks
“cukup untuk 2 tahun “
“ kau sama sekali tidak ada rencana sekalipun untuk istirahat di barak kita ya “
“tidak “
“ yah kalo itu maumu, aku tidak bisa melarangmu atau semacamnya karena pada dasarnya kau atasanku “
__ADS_1
Arks atau Ar-0914 adalah salah satu dari 3 unit lainnya yang di tunjuk untuk 1 tim dengan Zaxion sejak awal mereka di ciptakan, mereka selalu mengerjakan misi bersama, namun seiring waktu dengan makin menanjaknya pangkat dan posisi mereka, akhirnya mereka jarang melakukan misi bersama lagi, Zaxion lebih sering di berikan misi sendirian meninggalkan kelompoknya dan hal ini sedikit membuat Arks merasa hubungan mereka menjadi renggang.
“ dan kau dengan seenaknya menendang kepala atasmu, kau pikir itu bisa di maafkan unit Ar-0914 ? “ Zaxion bangkit dari duduknya dan berbalik memandang Arks, kamera matanya mengecil menandakan kemarahannya
“err, kau tidak serius kan mau memberikan hukuman militer pada temanmu sendiri, kita sudah saling mengenal saat kita di ciptakaan ya kan “ Arks tampak ketakutan
Zaxion diam tidak menjawab, Arks menyadari keseriusaannya bahkan sebenarnya Zaxion nyaris tidak pernah bercanda dan selalu serius, Arks semakin tegang berbuat tidak hormat kepada para atasan dapat di jatuhi hukuman mati.
Tiba-tiba kepulan debu membumbung dari pintu masuk Crag Mine, sebuah Black Mau memasuki Armory 212. Tidak hanya 1 tapi ada 3, 2 berjenis Catapult dan 1 Goliath
“hei Arks, apa dalam Siege Mode dari tempat ini kau bisa mengenai mereka ? “ tanya Zaxion.
Arks memperhatikan lokasi ke 3 Mau tersebut dengan seksama lalu berkata
“jika kau bisa bawa mereka 100 meter lebih dekat aku yakin bisa “
“baiklah kita mulai “ Zaxion segera melompat dengan kapak perangnya yang sudah di gengam di tangannya dan menerjang ke 3 Mau itu dengan gagah berani
“Launcher siap “ Arks mengeluarkan Launchernya, lalu memposisikan dirinya seolah bersiap untuk menahan beban yang sangat berat
“Penghancuran di mulai “
Zaxion sebenarnya dapat dengan mudah menghancurkan Mau seorang diri, namun dalam kasus ini akan sangat berbahaya melakukan hal nekat seperti itu dengan adanya 2 Mau berjenis Catapult, daya tembak Catapult yang kuat dan peluru yang mematikan dapat menghancurkan Armornya dengan mudah, 1 mungkin bukan ancama serius tapi ini ada 2 di tambah dengan 1 Mau berjenis Goliath yang dapat mengacaukan pergerakannya dengan manuvernya yang lincah, karena itu dia lebih memilih cara aman. Zaxion melawan sambil mundur mendekati Arks, posisinya yang ada di atas batu karang membuat ketiga Mau itu tidak menyadari keberadaannya karena sibuk mengejar Zaxion.
“meminta daya hancur di tingkatkan 500% “ Arks meminta pada sistem komputer yang ada di dalam Siege Kitnya
“ permintaan di kabulkan, daya hancur meningkat hingga 500%, perhatikan daya tahan tubuhmu dan jangan memaksakan diri “
Tanpa memberi jawaban Arks segera membidik salah satu Catapult, begitu memasuki jangkauan tembaknya
__ADS_1
BUAM
Suara dentuman Siege Kitnya menggema keras, dan dalam hitungan detik Mau yang dia bidik hancur seketika terkena pelurunya dengan telak, di tengah kekagetan ke 2 pilot Mau Lainnya Zaxion segera menerjang Catapult 1 lagi, Arks segera membidik Goliath
“aktifasi Doom Blast “ Doom Blast adalah serangan terkuat yang di miliki para Striker seperti Arks dalam Siege Mode, serangan dengan daya hancur maksimal yang bahkan bisa merusak Strikernya tersendiri, walau berbahaya serangan ini menjamin kehancuran total sebagian besar musuhnya, sangat jarang ada yang bisa selamat setelah terkena Doom Blast, walau setelah mengunakan teknik itu seluruh mesin Siege Kit dan tubuh si Striker sendiri akan overheat sehingga tidak bisa bergerak selama beberapa menit.
Seluruh energi di dalam tubuh Arks di alirkan ke dalam Siege Kitnya, persentase hingga Doom Blast di lancarkan sudah 98%, tubuh Arks mulai
berwarna kemerahan saking panasnya, lalu saat angkanya mencapai 100%
BUAM BUAM BUAM
3 tembakan beruntun dengan suara mengerikan bagaikan raungan iblis dari negara menggelegar di gurun itu, Mau berjenis Goliat itu terkena telak di kokpitnya dan meledak dengan dasyatnya, pilot yang ada di dalamnya di pastikan sudah hancur berkeping-keping tubuhnya tanpa menyisakan bentuk normal lagi, bahkan mungkin tidak akan di ketahui seperti apa wujudnya.
Sementara Zaxion dengan mudah menghancurkan 1 Mau yang tersisa, dia membuka paksa kokpitnya mendapati pilotnya yang terluka tapi masih hidup lalu menariknya dengan kasar dan melemparnya keluar. Pilot tersebut mengeluarkan pistol kecil dan membidikannya ke kepalanya menyadari bahwa Zaxion tidak berniat membunuhnya namun menjadikannya tahanan wanita itu lebih memilih mati dari pada harus menjadi tahanan perang yang akan mengalami siksaan yang berat. Namun Zaxion berhasil menahan pistolnya, dia mematahan kan tangan kanan wanita itu lalu meninju kepalanya dengan
sangat kuat hingga wanita itu pingsan.
“yak kita berhasil mendapatkan tahanan, makhluk berdaging ini bisa menjadi sumber informasi yang bagus, sebelumnya aku tidak berpikir untuk membawa tahanan karena mereka memberikan perlawanan yang hebat jadi tanpa sadar aku membunuh mereka, dan juga aneh rasanya melihat 3 Mau menyusup secara terang-terangan begitu entah apa rencana mereka “ ujar Zaxion yang
kemudian membopong wanita itu dan membawanya menuju markas mereka
“oi bagaimana dengan aku, kau mau meninggalkan temanmu seorang diri “
Seluruh tubuh Arks mengeluarkan uap tebal karena kepanasan setelah
mengeluarkan Doom Blast
“penghancuran selesai, Siege Mode non aktifkan “ seru Arks, Siege Modenya perlahan kembali menjadi Launcher normal
Zaxion mengabaikannya dan terus berjalan kembali ke Armory 213 dan kemudian segera menghadap ARGM-01
__ADS_1
.