Swaragini 2

Swaragini 2
Having Fun


__ADS_3

Ind Version


Seminggu kemudian


Ragini dan Laksh sedang bersiap-siap ingin berangkat ke Bali, Indonesia.


" Laksh, Ragini, cepat turun!" Perintah Sujata.


"Baik, Bi!" Jawab Raglaksh.


"Mischa, jaga dirimu baik-baik di sini ya! Ayah dan Ibu akan sering-sering menelponmu." Perintah Laksh.


"Iya, Ayah!" Jawab Mischa.


"Mischa, kau jaga dirimu baik baik ya, jangan lupa makan dan tidur siang ya!" Nasihat Ragini untuk Mischa.


"Oke ibu." Balas Mischa. Ragini mencium kening dan pipi Mischa. Kemudian Laksh juga melakukan hal yang sama.


Raglaksh membawa koper mereka dan turun ke bawah bersama Mischa. Ternyata di bawah sudah ada seluruh keluarga dan juga ada Sarmistha, Shekar, dan Ayus.


"Ibu! Ayah!" Ujar Ragini. Sarmistha dan Shekar memeluknya dengan erat dan Ragini mencium adik kecilnya yang bernana Ayus.


Raglaksh meminta berkat kepada seluruh keluarga. Setelah itu, mereka semua pergi ke bandara untuk mengantar Raglaksh. Sesampainya di bandara, Swaragini berpelukan begitu juga dengan Sanlaksh. Kemudian Raglaksh melambaikan tangan kepada keluarganya dan segera masuk ke dalam pesawat.


Padahal hanya seminggu honeymoon di Bali tapi seperti perpisahan berbulan-bulan. Eh, ada sesuatu kah? Apa kalian sedang menduga sesuatu? Kunci dugaan kalian dan mari lanjutkan membaca!


Mobil besar yang berisikan Durga Prasad, Ram, Sujata, Anapurna, dan Uttara dikemudikan oleh seorang supir pribadi segera pulang ke rumah. Sedangkan mobil kedua yang berisikan Swara, Sanskar, Sarmistha, Shekar, dan Ayus dikemudikan oleh Sanskar mengantar orang tua mereka dulu sebelum pulang ke rumah.


Setelah selesai mengantar orang tua mereka ke rumah, kini di mobil Sanskar hanya berisi dirinya dan Swara, oh iya dan juga calon anak mereka. Tiba-tiba Swara meminta Sanskar jangan pulang ke rumah dulu. "Sanskar, bayi kita ingin jalan-jalan ke mall!"


"Seriuskah ini keinginan bayi kita? Atau ini keinginanmu, Sayang?" Tanya Sanskar pecanda. Swara menjawab, "Ini keinginan kami berdua dan kau harus menurutinya!"


"Tentu saja, Sayang. Aku akan melakukan apapun untuk membahagiakan kalian." Kata Sanskar. Beberapa menit kemudian mereka tiba di salah satu mall yang ada di Kolkata.


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah timezone karena Swara bilang dia rindu bermain di sana. Tentu saja Sanskar menuruti keinginan istrinya.


"Sanskar, aku ingin boneka ini!" Ujar Swara.


"Iya, Swara. Tapi sebelum bermain kita harus membeli kartunya dulu, Sayang. Kalau tidak bagaimana kita bisa bermain?"


Swara memasang senyum manisnya dan berkata. "Heheh maaf aku lupa. Baiklah,"

__ADS_1


Sanskar membeli kartu timezone sedangka Swara menunggunya di bangku dekat mesin capit boneka. Dia sudah tidak sabar ingin bermain di sini. Tidak lama kemudian Sanskar datang menghampiri Swara dan dia segera mencapit boneka di mesin itu. Percobaan pertama gagal, Swara tetap berusaha di percobaan kedua yang ternyata gagal lagi.


"Swara, boneka di sini lumayan besar. Bagaimana jika mencapit boneka yang lebih kecil saja?" Saran Sanskar. Swara mengangguk dan pergi ke mesin capit boneka kecil. Benar saja, baru percobaan pertama Swara sudah berhasil mendapat boneka kecil berbentuk lebah. Swara merasa sangat puas. Setelah itu, Swasan bermain permainan street basketball dan saling mengejar poin.


"Pasti aku yang menang, Sanskar!" Ujar Swara dengan penuh percaya diri. Sanskar tidak mau kalah juga, dia berkata dengan percaya diri. "Tidak Sayang, aku yang akan lebih unggul darimu! Kita lihat saja nanti."


Swara menantang Sanskar. "Bagaimana jika kita membuat kesepakatan? Yang kalah harus mengikuti semua keinginan yang menang selama sehari."


"Baiklah, deal! " Ujar Sanskar. Mereka melanjutkan permainan dengan asyik. Tidak lama kemudian waktu abis dan menunjukkan poin akhir mereka. Swara mendapat 8 poin sedangkan Sanskar mendapat 12 poin. Yah, permainan ini dimenangkan oleh Sanskar.


"Humm sudah kukatakan kalau aku yang akan menang, Swara. Sekarang terima hukumanmu ya!" Kata Sanskar dengan sombongnya, tapi sombongnya dalam konteks hanya pecanda. Swara mengerucuti bibirnya singkat dan berkata. "Hih, baiklah aku mengaku kalah. Kau ingin apa?"


Sanskar berpikir sejenak lalu memutuskan. "Aku ingin kita foto di photobox . Ayo!"


Swara bersemangat setelah mendengar photobox, apalagi hasil fotonya langsung tercetak. Dia akan berpose seimut mungkin dan menambahkan beberapa stiker lucu sebagai penghias. Cekrek! Cekrek!


Akhirnya selesai sudah sesi foto mereka. Hasilnya sangat bagus ditambah ada beberapa stiker lucu. Swasan merasa sangat bahagia.


Sebelum ke restaurant vegetarian, tiba-tiba Sanskar mengingingkan bermain hockey. Swara mengikutinya dan mereka bermain bersama dengan bahagia. Setelah selesai bermain hockey, Swasan pergi ke restaurant vergetarian untuk makan siang.


"Swara, kau harus makan makanan yang sama denganku ya!" Ujar Sanskar. Swara mengiyakan karena untuk hari ini dia harus mengikuti semua keinginan Sanskar dan dia percaya Sanskar akan memberikan yang terbaik untuknya. Mereka menikmati seporsi Indian vegetable curry dan puchka. Setelah selesai makan, mereka segera pulang ke rumah karena Swara sedikit lelah.


Saat di perjalanan Swara tidur. Sanskar menatap wajah manis istrinya yang sedang tertidur dan mencium pipinya. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah dan Sanskar membangunkan istrinya dengan lembut.


One week later


Ragini and Laksh are preparing to leave for Bali, Indonesia.


"Laksh, Ragini, hurry and come down!" Sujata's orders.


"Oke, Aunty!" Raglaksh answered.


"Mischa, take good care of yourself here! Dad and mom will often call you." Laksh's orders.


"Yes, dad!" Mischa answered.


"Mischa, take care of yourself, don't forget to eat and take a nap!" Ragini's advice for Mischa.


"Okay mom." Reply Mischa. Ragini kisses Mischa's forehead and cheeks. Then Laksh also did the same thing.


Raglaksh take their suitcases and goes down with Mischa. It turned out that there was already a whole family underneath and there were also Sarmistha, Shekar, and Ayus.

__ADS_1


"Mom..dad!" Ragini said. Sarmistha and Shekar hug her tightly and Ragini kisses her little brother named Ayus.


Raglaksh requests blessings to the whole family. After that, they all went to the airport to take Raglaksh. Arriving at the airport, Swaragini embraced as well as Sanlaksh. Then Raglaksh waved their family and immediately boarded the plane.


Even though it's only been a week honeymoon in Bali, it's been like months of separation. Wait, is there something? Are you guessing something? Lock your guesses and let's continue reading!


Large cars containing Durga Prasad, Ram, Sujata, Anapurna, and Uttara were driven by a private driver and immediately returned home. While the second car containing Swara, Sanskar, Sarmistha, Shekar, and Ayus was driven by Sanskar to take their parents first before returning home.


After completing taking their parents home, now in the Sanskar's car only contains him and Swara, and also their prospective children. Suddenly Swara asked Sanskar not to go home first. "Sanskar, our baby wants to go to the mall!"


"Is this really our baby's wish? Or is this your wish, honey?" Asked Sanskar, just a joke Swara replied, "This is the desire of both of us and you must obey!"


"Of course, dear. I'll do anything to make you happy." Sanskar said. A few minutes later they arrived at one of the malls in Kolkata.


The first place they visited was timezone because Swara said she missed playing there. Of course Sanskar obeyed his wife's wish.


"Sanskar, I want this doll!" Swara said.


"Yes, Swara. But before playing we must buy the card first, dear. Otherwise how can we play?"


Swara put on her sweet smile and said. "Heheh sorry I forgot. All right,"


Sanskar bought a timezone card while Swara waiting for him on a bench near the doll's claw machine. She can't wait to play here. Finally Sanskar came to Swara and Swara immediately pinched the doll on the machine. The first attempt failed, Swara kept trying in the second experiment which turned out to fail again.


"Swara, the dolls here are quite large. How about pinching even smaller dolls?" Sanskar's advice. Swara nodded and went to the small doll claw machine. And yeah, only Swara's first experiment had succeeded in getting a small bee-shaped doll. Swara feels very satisfied. After that, Swasan played the street basketball game and chased each other points.


"I'll definitely win, Sanskar!" Swara said confidently. Sanskar didn't wanna lose either, he said confidently. "No darling, I will be superior to you! We'll see."


Swara challenged Sanskar. "What if we make a deal? The loser must follow all the desires that win for a day."


"Alright, deal!" Said Sanskar. They continued the game with fun. It wasn't long after that and showed their final points. Swara got 8 points while Sanskar got 12 points. Well, this game was won by Sanskar.


"Humm I told that I will win, Swara. Now, accept your punishment!" The word Sanskar is arrogant, but the arrogant in the context is just a joke. Swara pursed her lips briefly and said. "Huh, well I admit defeat. What do you wanna do?"


Sanskar thought for a moment then decided. "I want us to take a photo in the photobox. Come on!"


Swara was excited after hearing the photobox, moreover the results of the photo immediately printed. She will pose as comfortably as possible and add some funny stickers to decorate. Cekrek! Cekrek!


Finally finished their photo session. The results are very good plus there are some funny stickers. Swasan feels very happy.


Before going to a vegetarian restaurant, Sanskar suddenly wanted to play hockey. Swara follows him and they play happily together. After finishing playing hockey, Swasan went to a vergetarian restaurant for lunch.

__ADS_1


"Swara, you have to eat the same food as me!" Sanskar said. Swara agreed because today she had to follow all Sanskar's wishes and she believed that Sanskar would give the best for her. They enjoyed a portion of Indian vegetable curry and puchka. After finishing eating, they immediately went home because Swara was a little tired.


When on a trip Swara sleeps. Sanskar looked at the sweet face of his sleeping wife and kissed her cheek. Soon they arrived home and Sanskar gently woke his wife.


__ADS_2