SWEET PATISSIER

SWEET PATISSIER
5


__ADS_3


21/6/2022



- Saita House


________________________♪♪♪


"Tuan, ada yang mau bertemu dengan anda"


"Suruh masuk aja pak"


"Baik"


Saita menata camilan yang sudah ia buat, menaruhnya di meja ruang tamu.


"Permisi"


"Ah ha-"


Saita tercengang setelah melihat gadis yang memasuki rumahnya.


"Kamu? Kamu aktris papan atas kan? Astaga maaf aku tidak mengetahui identitas mu sebelumnya"


"Ah tidak apa apa, cukup berbicaralah santai denganku. Jadi?"


"Ah maaf, silahkan duduk terlebih dahulu"


Gadis tersebut tersenyum dan duduk di salah satu sofa, ia mengambil beberapa camilan dan hendak memakannya.


"Permisi?" Ucap gadis itu


"Ah silahkan dimakan, jangan sungkan sungkan"


Gadis itu kembali tersenyum lalu memakan camilan yang sudah ia ambil.


"Maniss, aku suka"


"Terima kasih, itu buatan saya sendiri"


"Ah begitu, jadi ini bakatmu toh... Apa kamu masuk ke sekolah itu?"


"Benar"


"Baguslah bakatmu tidak sia sia, jadi ada urusan apa dengan saya?"


"Jadi papa saya mempunyai kenalan seorang idol, dan saat saya menghubunginya, saya diminta bertemu dengan anda terlebih dahulu"


"Ah jangan terlalu formal, baiklah lanjutkan kata katamu"


Saita menceritakan semua kejadian itu dari awal hingga akhir, gadis itu hanya diam dan mendengarkan, terkadang eskpresi wajahnya sering berubah.


"Jadi kurang lebih begitu"


"Ah begitu ya, tapi sungguh tidak sopan kalau kita sudah dekat tapi tak mengenal satu sama lain"


"Ah maafkan saya, perkenalkan nama saya Saita Queldrick"


"Namaku Aria Arabella, seorang aktris papan atas"


"Haha, walaupun begitu saya sudah mengenal anda dari awal melihatmu nona Aria"


"Ohoho sungguh sopan sekali ya kamu, panggil Aria saja"


"Aku setuju, tetapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?"


Aria menatap Saita lekat lekat lalu tersenyum licik.


"Buatin kue yang enak terus antar ke studio ku ya?"


"Eh? Hanya itu?"


"Iyapp hanya itu"


Aria tersenyum puas lalu bangun dari duduknya.


"Maaf saya tidak bisa lama lama disini, untuk kue nya usahakan malam sampai. Dan simpanlah nomor ku"


Saita tersenyum lega, ia tak menyangka syaratnya sangat mudah di gapai olehnya. Saita mengantar Aria sampai gerbang.

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi Saita"


"Hati hati di jalan Aria"


Saita bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan pergi ke mini market.


"Kak, mau kemana?"


"Konbini" konbini ( Convinience Store ) sebuah mini market atau lebih tepatnya alpamarat or indamarat. So yeah lesgoo


"Ikutttt"


"Kamu di rumah saja, kakak bisa sendiri"


"Yaudah, adek nitip ini kak" Soue mendekatkan bibirnya ke telinga Saita lalu berbisik pelan


" ****** "


"Hah? Buat apa?"


"Hehe ada deh"


"Dih, Gamau. Sudah kakak duluan byee"


"Yahh ga asikkk"


Wajah saita memerah, tapi ia tak terlalu menganggap serius kata kata adeknya. Ia memesan taxi karena sedang ga mood menaiki mobil keluarga nya.


________________________♪♪♪


- Convinience Store


"Humm aku butuh ini dan ini..."


Saat saita mengambil barang yang ia mau, ia tak sengaja menyenggol rak tersebut lalu semua barang yang ada diatas Saita terjauh menimpanya.


*Brukkk


"Ugh..."


Itu bukan suara Saita.


Saita yang memejamkan matanya perlahan membuka kembali matanya, ia terkejut karena ia tak terluka sama sekali. Tetapi saat dia melihat ke atas, ia melihat seorang pria yang rela menjadi pelindung Saita agar tak terluka.


"Astaga maaf, maaf banget"


"Maaf Geo..."


Yap namanya adalah Riyutaka Geo.


Ultimate Atlet. Dia pandai dalam bidang olahraga, tubuhnya yang berotot membuat kesan indah saat dipandang mata awuewue.


Tak lama kemudian, salah satu karyawan datang dengan panik ke arah Geo dan Saita.


"Maaf, apa kalian terluka?"


"Kita tidak terluka, lain kali hati hati saat menata barang" ucap Geo


Geo menarik tangan Saita menjauhi karyawan tersebut, Saita merasa tidak enak karena semua ini salahnya karena ia terlalu ceroboh, tetapi Geo malah membela dirinya.


"Kau kesini mau beli apa?"


"Ah, aku mau beli bahan bahan buat bikin kue"


"Kenapa disini? Ada tempat yang lebih murah dan lengkap selain disini"


"Ah iyakah? Tapi disini juga tidak apa apa kok, aku sering belanja disini"


Geo kembali menarik tangan Saita ke arah kasir, Saita tak bisa melawan, tangannya lebih kecil dibanding Geo. Geo memiliki tangan yang lebih lebar dari Saita, dan telapak tangan yang sedikit kasar.


Saat tiba di kasir, Geo menatap ke arah Saita. Saita mengerti apa yang Geo maksud, ia menata barangnya di meja kasir untuk di hitung.


Setelah semuanya selesai, Saita membayarnya lalu keluar bersama dengan Geo.


"Kau kesini sama siapa?" Tanya Geo


"Ah aku naik taxi tadi, memang kenapa?"


"Baguslah, aku ambil motorku dulu"


Saita kebingungan, ia hanya mengangguk dan diam menunggu Geo kembali.


"Sini naik"

__ADS_1


"Eh, aku bisa pulang naik taxi kok"


"Siapa yang bilang kau akan pulang?"


Dengan wajah kebingungan, Saita menaiki motor Geo. Kini mereka pergi ke suatu tempat, bukan ke rumah Saita.


Saita hanya diam tak berkomentar sama sekali, ia melihat sekeliling. Tempat yang asing baginya, ia belum pernah ke jalanan ini sebelumnya.


"Geo, kita mau kemana?"


"Tempat buat beli bahan bahan mu"


Sampailah mereka ke tujuan.


________________________♪♪♪


- Aida Shop


"Aida... Tempat apa ini Geo?"


"Masuk aja"


Mereka masuk kedalam toko tersebut, cukup luas tetapi tak banyak karyawan disana.


"Selamat datang tuan, silahkan melihat lihat terlebih dahulu"


Saita cukup kagum melihat isi toko tersebut, Saita berfikir ini hanyalah toserba biasa. Tetapi tidak, nyatanya banyak bahan untuk keperluan memasak berada disini. Tepung dengan kualitas bagus, buah buah an yang masih segar, panci, penggorengan dan lain sebagainya yang masih bersih dan mulus. Semuanya ada.


"Lengkap sekali..."


"Aku tau kau pasti menyukainya, cepat pilih"


Saita berjalan mengelilingi rak rak tersebut, baru kali ini ia menikmati waktu belanja nya, benar benar menyenangkan.


"Geo, aku sudah selesai. Kita bayar ya"


"Hanya segitu?"


"Iya, aku tidak membuat banyak kok"


Saita dan Geo pergi ke kasir untuk membayar. Sekali lagi Saita mengingat ingat tempat dan nama toko tersebut, ia akan datang kesini kalau ingin membeli barang yang ia ingin.


"Geo, kamu kok tau ada toko yang bagus disini?"


"Ibuku sering kesini, dia selalu mengajakku. Saat kulihat kau dengan bingung berjalan mengelilingi rak di Konbini, mungkin toko ini lebih tepat untukmu"


"Terima kasih Geo"


Saita tersenyum manis ke arah Geo, wajah Geo sedikit memerah, tetapi ia membalas kembali senyuman Saita.


"Maaf ya, hari ini sepertinya panas. Aku tidak bisa melindungi mu dari sinar matahari" ucap Geo.


"Kau berlebihan, aku kuat kok"


"Oh ya? Di upacara pembukaan yang pingsan karena kena panas terlalu lama siapa coba?" Geo tersenyum licik ke arah Saita


"Dih, itu sudah lama kan. Ayolah kita pulang saja"


Geo mengantar Saita pulang, tapi kini tak sepenuhnya diantar langsung ke rumah, Geo memberhentikan Saita di toko ice cream.


"Hah? Kenapa kesini?"


"Aku pikir aku butuh inspirasi saat membuat kue, mungkin rasa es krim disini bisa menginspirasi mu"


Dengan terpaksa Saita membeli beberapa es krim dan mencoba nya. Yang benar saja, semua rasa es krim nya sangat manis dan enak. Bahkan Saita ingin membeli lagi, tetapi ia harus hemat, ia tak mau orang tuanya marah karenanya.


"Gamau beli lagi?"


"Aku harus menghemat uangku Geo"


"Orang kaya juga tau cara menghemat ternyata"


"Dih?"


"Bercanda"


Geo bangun dari duduknya, ia membayar semua es krim yang mereka habiskan. Lalu memaksa Saita menaiki motornya.


Saita sempat memberontak tetapi kini ia menurut, Geo membawa Saita ke toko toko lain, seperti toko manisan, toko permen dan lain lain sampai waktu menjelang sore.


"Sudah cukup Geo, kita pulang yuk"


Geo mengangguk, lalu kini ia mengantar Saita pulang kerumahnya

__ADS_1


_________________________♪♪♪


To be continue......


__ADS_2