SYSTEM : Berganti Seratus Wajah

SYSTEM : Berganti Seratus Wajah
INI AKHIR KISAH UWING


__ADS_3

Pletak


"Adaowww!!!"


Bug bug bug


"Kyaaa..."


Semakin gahar Bapak dan Emak tiri Uwing menghajar Tito, semakin keras pula teriakan mereka yang merasakannya sendiri akan kedahsyatan pukulan mereka.


Rasain kalian! Hahaha...


Puas hati Tito melihat wajah dan tubuh kedua orang dewasa itu biru-biru lebam karena menghajar Uwing si bocah cilik bertubuh kecil.


Tito tak habis fikir. Uwing adalah darah daging di pria sangar itu, tapi tega-teganya ikutan memukuli putra kandungnya sendiri tanpa perasaan.


Apakah dunia sudah segila ini?


Apakah manusia-manusia penghuni dunia sudah separah ini sampai hilang rasa hilang fikiran waras mereka?


Anak adalah titipan Tuhan. Anak adalah anugerah terindah bahkan anak termasuk salah satu perhiasan dunia. Tetapi banyak orang, banyak pasangan yang bahkan gelap mata tega menyiksa anak kandung mereka sendiri dengan alasan ekonomi yang lemah, susah cari uang dan anak bikin kepala pusing tujuh keliling.


Sebegitu pentingnya kah uang sampai harus hilang akal dan jadi manusia biadab yang menyerupai hewan? Bahkan hewan buas sekalipun, malah sangat menyayangi anak-anak mereka hingga nyawa kadang jadi taruhannya.


Sebenarnya hanya segelintir oknum manusia yang tak beradab. Tapi... Begitulah. Layaknya virus. Satu terdeteksi psikopat, maka racun bakterinya perlahan menyebar. Dan ternyata bisa menular. Melahirkan generasi baru dari hasil kebiadaban hingga muncul psikopat-psikopat junior yang makin kejam menguasai dunia.


Tito kembali tersadar, kalau dirinya adalah Uwing yang sedang mendapatkan tindak kekerasan dari orang dewasa dan perlu mendapatkan bantuan dari orang lain.


"Tolooong! Tolooong!!!" teriaknya kencang.


Rupanya pemukiman kumuh yang padat penduduk itu juga memiliki CCTV lebih akurat dari CCTV manapun didunia ini. Yakni mata-mata para netizen alias tetangga Uwing kiri dan kanan.


Ada seorang Ibu yang memang gemas dan kesal dengan kelakuan Mak Tiri Uwing yang selalu memukuli anak suaminya itu nyaris setiap hari.


Hari itu, berkat bantuan tukang bank keliling, Uwing mendapatkan bala bantuan.


Mas Priyono, pria muda yang bekerja sebagai sales bank keliling berhasil mengunggah kejahatan pasutri gila yang memukuli Uwing ke media sosialnya secara live.


Dunia maya seketika heboh. Siaran langsung yang Mas Priyono tayangkan langsung viral. Terlihat dengan jelas bagaimana Mak Tiri Uwing menampar, memukul bahkan dengan sengaja melempar pot tanaman yang ukurannya lumayan besar kearah anak tirinya itu.


Semua jelas tergambar dan terekam.


Tak perlu butuh banyak waktu. Seketika itu juga orang dari dinas sosial yang dispill dan ditag penonton live tiktoknya Mas Priyono langsung meluncur.


Kedua pasangan suami istri itu langsung diciduk aparat kepolisian dengan tuduhan penganiayaan dan tindakan kekerasan pada anak dibawah umur.


Alhamdulillah.


Uwing sendiri ikut dibawa pihak dinas untuk dirawat dan diberi pengobatan mentalitasnya di rumah sakit khusus anak-anak yang mengalami trauma karena kasus kekerasan. Dan kini ia dikelilingi banyak orang baik yang memberinya limpahan kasih sayang serta kebahagiaan.


DING


(SELAMAT, HOST BERHASIL MENJALANKAN MISI DAN MENYELESAIKAN MISI YANG SYSTEM BERIKAN)


Yeaay... Akhirnya. Setelah beberapa kali mendiami tubuh orang lain dan menjalankan misi. Aku dapat menyelesaikan misi dengan baik. Ufffhhh!


(STATUS ONLINE HOST TERDETEKSI)


NAMA : TITO SULISTYO


UMUR : 26 TAHUN


JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI


KEKUATAN : 50 %

__ADS_1


KESEHATAN : 50 %


KECEPATAN : 50 %


KEPINTARAN : 60 %


KETAMPANAN : 75 %


NOMINAL REKENING : RP. 13.000.000,00


ASSET : SATU BUAH SEPEDA MOTOR YAMAHA R15


KEMAMPUAN/SKILL : MEMILIKI ILMU KEBAL TANPA HARUS MEMBELI PERMEN KASAT MATA


MISI : LANJUTAN TERSISA SYSTEM 97 BERGANTI WAJAH


Tunggu, tunggu! System bilang aku bisa pulang ke tubuh asalku kalau berhasil mengerjakan misi!


(BENAR. TETAPI HOST HARUS INGAT. HIDUP HOST TERIKAT SYSTEM BERGANTI SERATUS WAJAH. JADILAH MANUSIA YANG BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN MAU MAKAN GAJI BUTA)


Yassalam... Hiks.


Tito tiba-tiba merasakan kepalanya sakit sekali.


Otaknya seperti tersedot, dan matanya langsung gelap tak dapat melihat apa-apa.


"Aaarrrggghhh..."


Teriakannya adalah luapan rasa yang teramat sakit hingga ia jatuh pingsan tak sadarkan diri.


.............


"Tito! Tito!!!"


Tito terkesiap. Matanya mengerjap beberapa kali. Ia langsung bangkit dari rebahnya.


"Ngapain sih tidur di ubin? Tidur di atas dipan pasti lebih nyaman! Bangun! Udah jam empat sore. Pulang yok? Koko Darto kayaknya ga akan balik lagi ke sini!"


Tito tertegun.


Ia hanya bisa melongo bingung menatap wajah Rasyid.


"Ish, merinding ditatap begitu!" gerutu Rasyid dengan bibir mencucut. Ia langsung bangkit dan meninggalkan Tito yang masih bengong sendirian.


Ternyata aku melanglang buana merasuki tubuh orang itu hanyalah mimpi. Suwe! Padahal udah mengkhayal setinggi bintang di langit. Udah berasa jadi manusia perkasa yang bisa membantu umat di dunia. Cih! Dasar mimpi sampah! Hiks.


Tito bangkit dari lantai.


Ia merasakan kepalanya agak sakit sebelah. Mungkin karena efek terlalu lama tidur di lantai.


Tito menengok kiri kanan. Langsung ingat pada kotak jarum akupuntur yang bertuliskan JARUM NERAKA sebelum ia tertidur pulas di lantai ruang pengobatan.


Mana itu jarum nerakanya? Apa... sudah kembali ke neraka?


Tito bergumam dalam hati. Tetapi panggilan Rasyid yang keras dari ruang depan praktek membuatnya langsung bergegas pergi.


"Iyaaa!"


............


Suasana sore hari di luar ruangan teramat bertolak belakang dengan saat Tito ada dalam ruangan.


Hiruk pikuk jalanan aspal Ibukota seperti biasa, sangat padat, berdebu dan bising suara.


Tito seperti masih enggan beranjak meninggalkan bangunan tempatnya bekerja selama hampir lima tahun.

__ADS_1


Rasyid sudah selesai mengunci pintu utama klinik pengobatan akupuntur berpengalaman Sinshe Candra Salim.


"Ayo! Mau nginep di sini?" ledek Rasyid menggoda Tito yang seakan berat melangkah pergi.


"Haish!"


Rasyid tertawa terkekeh-kekeh. Tapi kemudian diam menelan salivanya sebentar.


"Gimana nasib kita ya To? Hhh... Mau tak mau kita harus cari kerjaan lain. Kira-kira kau punya referensi ga?" tanya Rasyid membuat Tito menghela nafasnya.


"Boro-boro, Syid! Paling aku akan pulang dulu ke rumah orangtua sampai dapat kerjaan baru."


"Hm... Kayaknya aku juga mesti numpang hidup dulu sama kakak pertamaku. Hhh!"


Beginilah nasib.


Kalau sampai klinik akupuntur ditutup Koko Darto, mau tak mau mereka harus cari kerja baru.


Berkeliling dari satu kantor ke kantor lain. Menawarkan diri berbekal ijazah menanyakan lowongan pekerjaan yang tersedia.


Apapun itu, pasti akan keduanya lakoni selama bisa menghasilkan uang untuk biaya hidup ke depan.


Keduanya berjalan menyebrangi zebra cross tanpa banyak kata walaupun otak mereka sedang berjibaku berbicara pada diri sendiri.


Keduanya saling melambaikan tangan dengan muka madesu (masa depan suram).


Tito dan Rasyid beda tempat tinggal. Domisili keduanya pun jauh berbeda. Sehingga mereka berpisah di persimpangan jalan menuju halte bis jurusan masing-masing.


Tito sendiri memilih menaiki angkutan kota metromini untuk lanjut pulang ke kontrakannya di bilangan Pusat Ibukota.


Sedangkan Rasyid sendiri masih menumpang di rumah kakak pertamanya yang sudah menikah.


.............


Tito terkejut, melihat motor Yamaha R15 terparkir di teras rumah kontrakannya yang sempit.


Sontak matanya terbelalak. Bibirnya menyeringai lebar.


"System! System! Hallo? System!!! Huaaa... Ini beneran nih?" teriaknya seperti orang yang kesurupan.


"Tito! Kenapa lo? Wah... Jangan-jangan si Tito kesurupan hantu majikannya yang mati tempo hari itu!!!"


Seorang tetangga kontrakannya berkoar-koar hingga suasana ramai seketika.


"Ga, Cang Imin! Ini... Ini beneran motor saya ini?" teriak Tito kegirangan.


"Lha? Gimana sih? Itu khan memangnya motor elu! Ish... Amnesia lu ya?"


Hah? Motorku? Iyakah? Kapan aku beli?


Beberapa orang yang tadi berkerumun satu persatu berlalu dengan gelengan kepala dan decakan sebal.


"Ck! Dasar si Tito edan!"


Hah?!? Ini beneran motorku dapat hadiah dari system! Berarti... SYSTEM BERGANTI SERATUS WAJAH itu beneran ada dong?! Berarti... Rekening tabunganku juga?!


Tito berbalik arah, kembali ke luar gang rumah kontrakannya. Berjalan keluar menuju Indo April yang terdapat mesin ATM. Lupa motor!!!


Dengan dada berdebar ia mencoba mengintip tabungannya. Dan...


...SALDO RP 13.000.000,00...


Wuaaah!!!


Sontak wajahnya berseri-seri. Ia mengambil tabungannya sebesar lima ratus ribu rupiah. Lalu belanja ini-itu mulai dari kebutuhan pokok sampai peralatan mandi serta camilan-camilan dan membeli segala keinginan yang belum terlaksana selama ini. Sampai uang yang ditariknya barusan hanya tersisa satu lembar seratus ribu saja.

__ADS_1


Malam itu, Tito berpesta pora dengan dirinya sendiri yang menikmati keberhasilannya lewat SYSTEM.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2