SYSTEM : Berganti Seratus Wajah

SYSTEM : Berganti Seratus Wajah
AKHIR EPISODE VINO HERLAMBANG


__ADS_3

Tito senang. Ia bisa membawa kebaikan dan juga semangat kepada Risma dan anak-anaknya untuk tetap fight bertahan hidup.


Seperti prediksi Risma, rumah megah mereka benar-benar disita bank negara. Mau tidak mau, rela tidak rela, ikhlas tidak ikhlas mereka harus menerima keputusan itu.


Bahkan pak Mustadi pun mengundurkan diri membantu Anton karena ternyata Suami Risma itu memang terbukti melakukan pasal rasuah dan penggelapan dana perusahaan serta terbukti memakan uang negara dua puluh miliyar rupiah.


Nasi sudah menjadi bubur.


Semua sudah terlanjur.


Setidaknya baik Anton maupun Risma kini sudah tersadar pada pola fikir mereka yang salah selama ini.


Uang, uang dan uang. Selalu uang yang mereka nomor-satukan. Membahagiakan putra-putri mereka dengan uang serta harta bergelimang, tapi minim ilmu pengetahuan Agama yang mengajarkan hanya Tuhanlah Yang Maha Esa.


Tuhan Tempat Mengadu.


Tuhan Tempat Meminta.


Dengan push/dorongan semangat Tito yang sedang menjadi Vino, perlahan kehidupan mereka berubah kearah yang lebih baik dan positif.


Risma beserta ketiga anaknya mengontrak rumah kecil di bagian ibukota lainnya. Memulai hidup baru, menjadi manusia yang lebih bermakna dan mencoba memahami artinya kerja keras serta pengorbanan hidup.


Vino, Ambar dan Florence juga sudah masuk sekolah dengan usaha toko online yang diprakarsai Vino alias Tito. Risma pun turut menghandlenya jika Vino sedang sekolah.


Perlahan tapi pasti, kehidupan mereka pun berangsur-angsur normal dengan mencoba mengubah mainset hidup mereka dalam memandang arti uang, harta dan tahta.


..................


Tito terbangun setelah mendengar suara ponselnya berdering.


Hhh... Rupanya aku sudah kembali ke kehidupanku lagi. Alhamdulillah. Sepertinya misiku menjadi Vino berhasil. Semoga Mama Risma, Vino, Ambar dan juga Flo bisa menjalani kehidupan selanjutnya dengan baik sampai Papa Anton keluar dari penjara.


Tito berdoa dalam hati.


Panggilan tak terjawab itu ternyata dari Rasyid. Tito berinisiatif menelpon balik.


"Hallo, Syid? Pa kabar, bray?"


...[Hehehe... Gitulah! Eh, To! Besok masuk kerja kata Koko Darto! Tapi klinik berubah fungsi!]...


"Hah?!? Berubah fungsi?"


...[Hooh. Kudengar, koko sekarang alih fungsi jadi tempat panti pijat!]...


"Hah?!?"


Tito terkejut bukan kepalang. Ia sama sekali tak menyangka, kalau kakak dari almarhum atasannya itu kini tak meneruskan klinik pijat akupuntur sang adik. Tetapi merubahnya menjadi tempat panti pijat.


"Syid! Panti pijat apaan? Tuna netra apa...,"


...[Yaelaah! Kau nih, macam pemuda lugu saja! Taulah panti pijat ditambah plus plus gitu, artinya apa! Hmm... Aku bayangin kamu pijat urut cewek-cewek bohay juga. Hahaha, minta naik jabatan ah, jangan ditempatin jadi OB lagi! Hahaha...]...

__ADS_1


"Dasar omes kau, Syid! Itu... Artinya... Pijat prostitusi dong? Melanggar peraturan pemerintah khan?"


...[Ah, banyak itu! Pijat refleksi kesehatan, alih fungsi jadi pijat ohok-ohok. Hahaha... Sekarang ini, klinik yang begituan laris manis. Klinik sinshe, patah tulang, tusuk akupuntur itu kebanyakan tersilep klinik kecantikan yang banyak menjamur]...


"Iya juga sih! Hhh... Kamu akan terus lanjut kerja bareng koko Darto kalo itu beneran terjadi, Syid?"


...[Entah. Aku liat dulu perkembangannya. Sekiranya beneran panti pijat plus-plus, aku mau ikut kerja jadi kernet mobil bak sewaan aja, To! Abangku kemaren ngajakin aku ikut gabung sama komunitas kerjaannya itu]...


"Enaknya kau sudah punya cadangan kerjaan. Katamu kita bisa kerja bareng lagi, mana?"


...[Hehehe... Maaf, To! Itu abang iparku yang ajak. Aku juga belum tau pasti. Masih lihat dulu kerja di klinik koko Darto besok. Eh tapi kalo seandainya nanti aku kerja jadi kernet sebulan, terus ada lowongan kernet baru, kau mau ikut aku?]...


"Hehehe... Ga taulah Syid! Kau tau khan, penglihatanku tidak sempurna macam orang normal pada umumnya. Mataku juling. Kerjaan jadi kernet itu terlalu beresiko dan butuh konsentrasi penglihatan yang fokus juga mata yang awas. Mungkin aku akan cari kerjaan yang ga terlalu menggunakan kekuatan penglihatan, Syid!"


...[Iya juga sih. Hm... Besok masuk seperti biasa, To!]...


"Iya. Siap. Thanks, Syid udah telepon aku! Mau cari masjid dulu. Kayaknya dah lewat dzuhur ini!"


...[Oke, To! Assalamualaikum]...


"Wa'alaikum salam!"


Tito menghela nafas. Ingatannya kembali pada atasannya yang sudah meninggal. Koko Chandra, ahli akupuntur yang selalu totalitas dalam menangani pasiennya. Bahkan cukup banyak juga pasien yang sembuh total berkat kehebatannya dalam mencari titik-titik sentral syaraf urat lewat tusuk jarum akupunturnya.


Tito pun memiliki sedikit keahlian dalam memainkan jarum khusus itu berkat kebaikan sang atasan mengajarinya selama kurang dari lima tahun bekerja bersamanya.


Empat tahun lebih Tito menjadi asisten satu-satunya klinik Koko Chandra.


..............


Di depan gerbang perumahan elit tempat Tito tinggal kini, ada sebuah taman dan masjid besar.


Tito memasuki masjid itu dengan niatan ibadah sholat dzuhur yang sudah lewat dua puluh menit.


Tito berpapasan dengan seorang gadis berjilbab putih. Tito merasa familiar dengan wajah gadis itu, tetapi lupa siapa dan terus mengingatnya.


Latisha!


Tito baru teringat ketika melihat gadis itu membuka jilbabnya setelah di area parkiran.


Kenapa harus dilepas kerudungmu, Lati! Kau terlihat jauh lebih manis dan cantik dengan jilbab putih itu!


Tito tersadar niat awalnya.


Ia menepuk dahi dan tersenyum malu karena memperhatikan seorang gadis sampai sebegitunya. Kemudian melanjutkan kembali tujuan awalnya masuk masjid.


DING


(MISI ONLINE. HOST AMBIL MISI. YA ATAU TIDAK)


Baiklah, boss! Tapi, aku pulang ke rumah dulu ya? Khawatir pingsan di jalanan dan tak ada yang tahu tempat tinggalku!

__ADS_1


(OKE)


Tito bergegas pulang dengan menyewa jasa ojek setempat sampai rumah megahnya setelah selesai sholat.


DING


SYSTEM MENDETEKSI STATUS ONLINE HOST


NAMA HOST : TITO SULISTYO


UMUR : 26 TAHUN


JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI


KEKUATAN : 60 %


KESEHATAN : 60 %


KECEPATAN : 50 %


KEPINTARAN : 60 %


KETAMPANAN : 60 %


NOMINAL REKENING : RP. 40.600.000,00


ASET : SEBUAH SEPEDA MOTOR YAMAHA R15 DAN SEBUAH RUMAH MEWAH BERIKUT ISINYA


KEMAMPUAN/ SKILL : MEMILIKI KEMAMPUAN ILMU BELA DIRI


MISI LANJUTAN : KE-DELAPAN SYSTEM BERGANTI SERATUS WAJAH


(APAKAH HOST MAU MENGAMBIL MISI? YA ATAU TIDAK)


Ya. Ambil, Boss!


Tito mengambil tempat terenak, yakni berbaring di atas ranjang tidurnya yang empuk.


Kepalanya terasa pusing. Seperti biasa ketika dirinya mengambil misi online dari SYSTEM BERGANTI SERATUS WAJAH.


...............


Waduh? Dimana ini? Koq? Aku sedang berjongkok dengan menghadap tembok? Dan ada selimut tebal menutupi tubuh?


Tito terperangah. Ia masih meraba-raba menjadi siapa lagi kali ini.


"Grook grook grook..."


Hah? Koq suaraku??? Koq? Ini aku lagi apa sih? Hah???


...-BERSAMBUNG-...

__ADS_1


__ADS_2