System' Super

System' Super
shooping


__ADS_3

“ tidak ada, kamu


sudah memakannya semua “


Siska menatap yanto


dengan ekspresi kaget dan berkata,


“ tidakk…, aku masih


lapar, istriku beri aku tiga mangkuk mie “ yano sangat tertekan sekrang, dia


tidak pernah berfikir, setelah sisiknya di ubah oleh system kemarin nafsu


makannya menjadi banyak


“ baik”


Siska berfikir sejenak


dan mulai menuruti permintaan suaminya dan membuatkan tigak mangkung mie


Setelah memakan tigak


mangkuk mei akhirnya yanto merasa kenyang juga, dan mereka duduk berdua menikmati


pemandangan yang hijau di desa sambil bercanda gurau..


“ apakah aku datang di


waktu yang salah “


Tinting baru saja


memasuki halaman rumah yanto, dan seketika meliat yanto dan siska saling


berpelukan sambil bermesra-mesraaan bertanya dengan malu-malu


“ ah.. tinting kenapa


kamu datang secara tiba-tiba .. Ini mengejutkanku”


Siska segera berdiri


dari pelukannya yanto, menatap tinting dengan perasaan yang malu


“ aku kesini untuk


memberikan amplop merah besar ini untuk kamu, kenapa kemarin kamu pulang tidak pamitan


sama kakek “ kata tinting sambil memberikan amplop merah kepada yanto


“ini.. tal usah


repot-repot, kita semua adalah orang satu desa jadi tak usah repot-repot


memberikan ini “ kata siska


“ ya benar.. aku tidak


akan menerimahnya, lebih baik kamu simpan untuk keperluan kuliah kamu nanti “


kata yano


“ baiklah kalau begitu


.. terimah kasih “ ucap tinting


    “


saudara yanto, saya masih memiliki sesuatu untu di katakana padamu “ kata

__ADS_1


tinting


“ ada apa “ kata yanto


“ kemarin teman-teman


sekelasku memuji masakan yang di buat olehmu sangat enak dan meraka


mengundangmu untuk memasak di acara meraka “ jelas tinting


“ tidak mau “ kata


yanto


“ kenapa” kata tinting


“ itu sangat


melelahkan “ kata yanto


“ teman sekalsku akan


memberikanmu banyak uang “


“ aku tidak melakukannya


demi uang “


“ saudari siska..”


siska tercengang dan hanya bisa meminta bantuan siska


“ suamiku demi wajah


tinting, tolong terimahlah “ kata siska


“ baiklah, saya akan


pergi, tapi biayanya adalah 1 juta untuk setiap meja, jika kurang dari itu aku


“ 1 juta permeja, aku


harus bertanya dulu kepada temen seklasku “ kata tinting


……


Sepanjang bulan, yanto


sibuk dengan memasak untuk jamuan makan teman sekelas tinting, dan mengasilkan


lebih dari 80 juta, itu sangat banyak untuk orang perdesaan


Di sore hari


“ istriku, mari kita


pergi le kota kebupaten besok untuk membelikanmu beberapa pakaian dan beberapa peralatan


listrik , bagaimana menurutmu?” yanto menanyakan pedapat kepada istrinya


“ baik” siska tidak


punya pendapat atas rencana suaminya



 Keesok paginya, yanto di bangunkan lebih awal


oleh istrinya karena mereka akan pergi ke kota, ini adalah pertama kalinya


siska pergi ke kota untuk berbelanja

__ADS_1


“ ayoo, ini sudah lewat


jam delapan “ tinting mendesak


Ternyata kemarin Ketika


mendengar yanto dan istrinya akan pergi ke kota kabupaten untuk berbelanja,


tintin yang bosan di  rumah juga


terobsepsi dengan hal itu untu mengikutinya, karena takut yanto dan istrinya


menyelinap pergi pagi-pagi, tinting tidak sarapan pagi, dan segera datang ke


rumah yanto


..


Di pusat kota, pukul


setengah Sembilan


Setelah keluar dari


mobil, siska dengan inisiatif untuk mengambil lengan yanto, seperti anak muda


yang sedang berpacaran


“ saudari siska, apa


kau tak keberatan jika aku memegang lengan brother yanto juga” tinting jua ikut


memegang lengan yanto di sisi lain dan berkata kepada siska


“ heheh, kamu bisa


melakukannya selama kamu kau, ku tak keberatan, aku takut jika pacarmu meliatnya,


kam akan mendapatkan masalah” siska tersenyum


“ aku belum punya pacar,


bagaimana kamu berbagi pria denganku “ kata tinting dengan bercanda


“ jika kamu menginginkannya,


tak apa-apa bagiku untuk berbagi pria untukmu”  kata siska dengan tersenyum


Dua Wanita cantik


berjalan di pinggir jalan kota sambil memegang lengan yanto, yang menjadi pemandangan


aneh . pria yang tak terhidung jumlahnya terus menatap mereka denagn tatapan


penuh keirian.


“ saudari siska,


bagaimana kalau pergi ke toko pakaian pria yountex ini “ tanya tinting sambil


menunjuk toko yountex di sebrang jalan


“ya ayo kita masuk,


liat apakah ada yang cocok “ kata siska


“ tidak, pakaian disana


sangat mahal, jadi tak nyaman untuk memakainya “


Yanto benar-benar

__ADS_1


tidak ingin membeli pakaian youtex, dia merasa pakaian disana tidak terlalu


bagus namun harganya sangat mahal


__ADS_2