
Wuss seberkas cahaya melesat dan mengenai batu, lalu menghancurkannya berkeping-keping menjadi debu yang bertebaran kemana-mana.
"Hufff Akhirnya saya sudah mencapai tahap akhir dari Teknik Seperti Pedang" ucap Li Zhou sambil mengusap keringat didahinya.
Dia menyudahi latihannya untuk kali ini, sebab dia ingin melihat kekastil misterius itu, dia penasaran dengan ada apa disana.
Setelah istirahat beberapa menit akhirnya dia berjalan menuju kearah kastil misterius itu, saat berjalan beberapa langkah dia mendengar suara teriakkan yang cukup keras.
Dan arahnya berada diluar gerbang pembatas, karna dia penasaran dengan teriakkan itu segera bergegas menuju gerbang pembatas.
Sampai disana dia melihat seorang wanita yang ketakutan, dia sedang dikelilingi oleh beberapa prajurit.
Dan dari ekspresi para prajurit itu, dia bisa melihat bahwa mereka menunjukkan ekspresi cabul diwajahnya.
"Hahahaaa wanita cantik, kamu harus bisa memuaskan kami semua, jika kita puas bisa dipertimbangkan apa kamu masuk kedalam lembah kematian atau tidak"
Ucap salah satu prajurit itu dengan senyum yang cabul diwajahnya yang buruk itu.
__ADS_1
"Sudahlah tak perlu banyak bicara, kita paksa saja dia untuk memuaskan kita semua" ucap prajurit yang lain dengan tidak sabar.
Hahahaaaa mereka semua tertawa dan semakin mendekat kearah wanita itu, saat semakin mendekat tiba-tiba kepala salah satu prajurit lepas dari tubuhnya.
Hah!! Mereka semua terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba itu, sebab mereka semua belum ada yang siap.
Saat melihat kebelakang mereka juga dibuat terkejut kembali, sebab dibelakang ada seorang pemuda tampan, tapi bukan itu yang membuat mereka terkejut.
Yang membuat mereka terkejut adalah pemuda itu adalah Li Zhou pangeran keempat yang telah dikirim kelembah kematian tiga hari yang lalu.
"Hah? Pangeran keempat ternyata kamu masih hidup dan penuh dengan energi" mereka semua tidak percaya, sebab rumornya dilembah kematian itu tempat para iblis dikurung.
Tapi setelah ditunggu-tunggu selama beberapa bulan dan masih belum juga kembali.
...****************...
Saat prajurit masih terbengong tak percaya, tiba-tiba sebuah pedang dengan kecepatan seperti cahaya memenggal kepala mereka satu per satu.
__ADS_1
Ekspresi terakhir mereka adalah menyesal dan ketika sudah menyesal tapi semua sudah terlambat.
Li Zhou memperhatikan wanita itu menatapnya dengan ketakutan diwajahnya.
'Kenapa saya merasa, saya adalah penjahatnya? Apa muka saya seram?' batin Li Zhou.
"Anda tidak apa-apa kan?" tanya Li Zhou pada wanita cantik itu dan dijawab dengan anggukkan.
"Baiklah kalau begitu" setelah mengucap itu Li Zhou barbalik berjalan kembali masuk kedalam lembah kematian.
Saat beberapa langkah dia mendengar wanita itu memanggilnya. "Tuan tunggu". Mendengar itu Li Zhou berbalik kearah wanita itu.
"Ada apa, ada yang bisa saya bantu?" tanya Li Zhou.
"Bisakah saya mengikuti tuan, jadi pelayan pun boleh sebab saya bukan orang dari kerajaan sini, jadi saya tidak punya tempat tinggal"
Jawab wanita itu dengan memohon dengan tulus, mungkin dia dari kerajaan lain dan tersesat kemari.
__ADS_1
"Baiklah kamu boleh ikut saya" ucap Li Zhou yang merasa kasihan dengan nasib wanita ini, dia tersesat dikerajaan lain dan harus mengalama kejadian seperti tadi.
"Baik makasih tuan, saya berjanji tidak akan merepotkan tuan" ucapnya gembira.