System Dominasi

System Dominasi
Chapter 10. Informasi Luna Abraham


__ADS_3

"Luna Abraham siapa, Lucia? Tanya Andrian dengan heran.


Lucia sampai menepuk keningnya ketika mendengar pertanyaan Adrian, kemudian Lucia sadar memang Andrian seperti itu.


Tidak peduli akan keberadaan wanita. Meskipun wanita dan gadis-gadis luar sana akan dengan senang hati menjadi hubungan dengan Andrian. Namun, kelihatannya Andrian acuh akan keberadaan mereka.


"Luna Abraham, gadis yang kamu tolong tadi siang Andrian!" Kata Lucia sambil menggerutu.


"Ah, Ya, Luna, memang benar nama Gadis itu Luna, Maaf Lucia, Bukankah kamu sudah tahu kalau aku tidak tertarik, Maaf bukan tidak tertarik tetapi belum, tertarik padahal semacam ini!"


"Apakah kau Gay Andrian?" Tanya Lucia dengan membulatkan netranya yang membuat Lukas di sampingnya hampir tersedak dengan Fla puding yang dimakannya


"Maaf Andrian, pasti Lucia hanya bercanda benar kan, Sayang?" Tanya Lucas memastikan, tentu saja Lukas tak ingin suasana makan yang riang berubah menjadi tidak menyenangkan dengan pertanyaan konyol dari Lucia.


Andrian hanya tertawa kecil dengan pertanyaan Lucia dan wajah panik Lukas. Tidak Andrian sama sekali tidak tersinggung dengan pertanyaan Lucia.


Pertanyaan itu masih merupakan pertanyaan yang wajar, meskipun bagi sebagian orang menanyakan orientasi seksual orang lain memang merupakan salah satu bentuk ketidaksopanan.


"Jangan khawatir Lukas aku tidak masalah dengan pertanyaan Lucia, Itu menandakan Lucia perhatian kepadaku. Sebagai seorang teman tentunya." Andrian dengan cepat meralat perkataannya karena tentu saja tidak ingin Lukas merasa salah paham di sini.


"Aku masih normal Lucia, cuma memang saat ini aku belum menemukan wanita yang tepat. Kalau nanti aku sudah menemukan wanita tersebut aku akan menceritakan dan mempertemukannya denganmu."


"Andrian benar sayang, Jangan paksa Andrian untuk menerima dan mencari cintanya, cinta akan hadir pada saat yang tepat" Kata Lukas membenarkan ucapan Andrian.


"Lalu, bagaimana informasi mengenai Luna Abraham itu? Aku cukup penasaran" Tanya Andrian, mungkin dengan bertanya mengenai itu bisa sedikit mengobati kekecewaan Lucia.


Raut muka Lucia yang sedikit kesal berubah ceria lagi. Karena mungkin setelah mendengar penjelasannya, Andrian lebih bisa membuka hatinya agar bisa jatuh hati kepada salah satu wanita yang ditemuinya.


"Luna Abraham adalah Putri ketiga dari keluarga Alexander Abraham. Penguasa kaya dari kota sebelah. Mereka mempunyai empat orang anak, yang terdiri dari 3 orang anak kandung dan 1 orang lagi anak angkat, Billy, Jessica, Luna, lalu John. Itu nama semua putra-putri keluarga Abraham. Cukup menarik Andrian, dan ada satu hal lagi yang sudah menjadi rahasia umum"

__ADS_1


Kata Licia sambil mendekatkan wajahnya ke arah Andrian diikuti oleh Lukas yang tidak mau Ketinggalan informasi. Melanjutkan perkataannya ketika wajah ketiganya sudah mendekat.


"Rahasia umumnya adalah perlakuan mereka kepada anak-anak mereka yang tidak sama alias semena mena dan keterlaluan!"


"Oh, tetapi itu tidak ada hubungannya denganku Lucia!" Andrian mengingatkan sekali lagi bahwa Andrian memang sama sekali tidak tertarik dengan pembahasan mengenai keluarga Abraham.


Bukan hal yang menjadi urusannya, masalahnya sendiri sudah cukup rumit jadi jangan memasukkan orang asing, kecuali pekerjaan ke dalam pikirannya.


"Tidak masalah yang penting kamu mendengarkanku Andrian. Barangkali saja kamu berjodoh dengan salah satu Putri keluarga Abraham."


"Putri, kalau anak angkatnya?" Kali ini Lukas yang bertanya.


Lucia hanya melirik Lukas lalu menambahkan.


"Anak angkat keluarga Abraham adalah Putra. Jadi bisa dipastikan Putri mereka adalah anak kandung."


Andrian tidak keberatan sebenarnya kalau hanya sekedar obrolan ringan. Tetapi kalau sudah menjurus ke hal yang serius seperti wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya, Andrian akan mundur teratur.


Wanitanya akan datang sendiri suatu hari nanti Andrian bisa pastikan hal itu. Jadi sekarang lebih baik Andrian menyudahi saja acara makan malam yang menyenangkan ini.


Adrian melambaikan tangannya kepada pelayan untuk menginformasikan bahwa mereka telah selesai dan akan membayar. Tentu saja Andrian akan membayar dengan kartu debitnya.


Pelayanan yang bertugas bawa mesin kartu berjalan ke arah Andrian. Dengan adanya pelayan yang bertugas seperti itu akan memudahkan pelanggan untuk membayar, tanpa perlu menuju ke kasir.


Setelah membayar Andrian tidak lupa memberi sedikit tips untuk pelayan sebagai tanda terima kasih atas keramahan yang diberikan.


"Terima kasih atas kehadiran kalian hari ini, sampai jumpa besok Lucia!" Kata Andrian kemudian.


"Lain kali aku akan mengundangmu makan malam ke rumah kami Andrian" Lukas tersenyum yang disertai angkutan penuh persetujuan dari Lucia.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan hadir tepat waktu. Sampai jumpa Lukas hati-hati di jalan!" Kata Andrian ketika mereka berpisah di parkiran dan masuk ke mobil masing-masing.


Andrian mengendarai mobilnya menjauhi pusat kota untuk pulang ke rumahnya. Sebelum pulang, Andrian berencana untuk mampir ke supermarket untuk membeli barang-barang yang ia butuhkan di rumah.


Dengan jumlah uang di rekeningnya, Andrian juga merencanakan untuk sedikit merenovasi rumahnya. Ada beberapa atap yang Perlu diperbaiki. Karena kalau tidak diperbaiki maka di musim hujan yang akan datang, Andrian harus siap jika merepotkan diri dengan menambahkan berbagai ember di sana-sini.


Mungkin sedikit menghabiskan uangnya dengan berbelanja beberapa keperluan rumah tangga memang benar-benar diperlukan bukanlah masalah.


Sebaiknya ilmu hemat Andrian masih benar-benar diterapkan untuk saat ini. Jangan sampai Andrian kehabisan uang lagi.


Kadangkala ketika manusia mempunyai harta berlebih atau uang sedikit lebih banyak dari yang biasa dipunyainya, maka segala keinginan yang biasanya tidak ada akan muncul dengan sendirinya.


Jadi Andrian harus bisa mengontrol keuangannya. Meskipun saldonya lebih besar daripada biasanya, bukan berarti Andrian harus menghambur-hamburkannya.


Hidup masih panjang hanya untuk sekedar boros. Itu kata orang tuanya dulu yang Andrian ikuti dengan patuh.


Sesampainya di supermarket, Andrian ngambil barang yang sekiranya diperlukan untuk kebutuhan rumah dan dapurnya beberapa hari kedepan.


Andrian yang mengambil barang kebutuhan rumah tangga ke sana ke sini tampak seperti bapak rumah tangga.


Bagaimana tidak hidup sendirian selama bertahun-tahun membuat Andrian sangat terbiasa dengan hal itu. Andrian melewati rak pembersih toilet, pembersih lantai dan mengambil beberapa yang memang sudah benar-benar habis.


Beberapa gadis melewati Andrian sambil berkasak kusuk dengan mencari-cari barangkali di depan Andrian ada pendampingnya. Tentu saja Andrian tidak menghiraukan itu semua.


Sudah biasa bagi Andrian dengan pandangan para gadis tersebut. Bagaimanapun wajah Andrian memang terlalu tampan untuk berbelanja sendiri.


Andrian berdiri di depan rak aneka puding dan bimbang memilih rasa apa yang ingin dibelinya.


"Rasa buah tropis dari merk puding ini sangat enak." Seorang gadis berparas manis berdiri di sebelah Andrian sambil menyodorkan kotak puding yang dimaksud.

__ADS_1


__ADS_2