System Dominasi

System Dominasi
Chapter 21. Hadiah Lagi?


__ADS_3

Andrian berhenti tepat di depan pintu gerbang yang megah. Andrian turun untuk menyampaikan kepada penjaga bahwa dia datang mengantarkan tuan muda mereka yang sedang mabuk.


Penjaga segera membukakan pintu gerbang dan memberi kabar kepada rumah utama bahwa ada teman Tuan Muda Franklin yang membawa Franklin pulang.


Penjaga rumah itu menyampaikan bahwa Andrian diminta untuk masuk ke rumah bersama dengan mobilnya. Sudah ada pelayan yang menunggu di pintu utama untuk membopong Franklin memasuki dalam rumah.


Andrian melaksanakan permintaan yang disampaikan oleh penjaga dan segera mengemudikan mobilnya memasuki halaman rumah Franklin.


Dari pintu gerbang menuju pintu utama melewati jalanan dengan pemandangan taman bunga yang terawat apik, aroma harum semerbak dari bunga yang sedang mekar tercium oleh Andrian melalui kaca jendela mobil yang memang Andrian sengaja buka.


Misalkan saja Andrian melewati karangan itu di pagi hari pastilah Andrian bisa melihat bunga yang berwarna-warni menghiasi Taman tersebut.


Setelah beberapa saat, sampailah Andrian di depan pintu utama kediaman Franklin. Ada tiga orang lelaki yang sepertinya pelayan rumah Franklin dilihat dari penampilan mereka yang sama satu sama lainnya.


Kemudian Ada lagi satu wanita dengan usia yang sama dengan ibunya yang sudah meninggal tetapi masih menarik dan juga cantik. Terlihat sangat terawat dengan baik dengan gaun rumah yang beliau kenakan.


Adrian membuka pintu mobilnya dan membantu ketiga pria itu untuk membobong Franklin yang saat ini sedang tertidur pulas ke dalam rumah.


Andrian menutup pintu mobil penumpang dan memandang wanita itu yang juga sedang tersenyum memandang Andrian dengan raut wajah yang penuh dengan rasa terima kasih.


"Terima kasih nak, kamu telah membuat Franklin pulang. Franklin biasanya tidak pernah minum, karena memang dia tidak kuat minum. Oh saya lupa belum memperkenalkan diri saya Laura Zeeling, Ibu dari Franklin siapa namamu nak?"


"Saya Andrian Sanders, Nyonya Zeeling. Sama-sama. Nyonya Saya tadi bertemu dengan Franklin di jalan. Dan ini kunci mobil Franklin Nyonya Zeeling." Kata Andrian sembari menyerahkan kunci mobil dan juga menyebutkan posisi mobil Franklin saat ini supaya Nyonya Zeeling bisa segera meminta salah satu pelayannya untuk mengambil mobil tersebut.


Nyonya Laura Zeeling menerima kunci mobil Franklin dan berkata,


"Mari silakan masuk dulu, nak Andrian. Kita minum sesuatu dulu di dalam!" Pinta Nyonya Laura Zeeling.


"Tidak perlu repot-repot Nyonya, Terima kasih banyak, tetapi saya harus pulang. "


"Kalau begitu beri nomor ponsel kamu Nak Andrian, supaya kami bisa berterima kasih dengan benar."


"Saya sangat berterima kasih atas kebaikan anda Nyonya Zeeling tetapi Franklin adalah teman saya. Tidak mungkin saya membiarkan Franklin dalam keadaan mabuk berada di jalan. Percayalah Nyonya meskipun itu bukan Franklin pasti saya akan melakukannya. " Jelas Andrian dengan santun.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu nak Andrian hati-hati di jalan. Kami benar-benar berterima kasih kepadamu!" Kata Nyonya Laura lagi.


Andrian meninggalkan kediaman Franklin dengan rasa sedikit bahagia. Bahagia karena apa? Karena Andrian akhirnya tahu apa yang membuat Franklin begitu dendam kepadanya.


Andrian akan menjelaskan kepada Franklin Line waktu bahwa Andrian tidak pernah tahu wanita yang dibicarakan Franklin menyukainya.


Itu bukan salah Andrian. Jadi Andrian harus menjelaskan dengan bagus kepada Franklin. Andrian tidak ingin dendam Franklin berlarut-larut kepadanya.


Andrian juga pasti tidak akan nyaman dalam setiap aktivitasnya. Sekali lagi Andrian tuh Kak akan perdamaian.


Untuk menuju rumahnya yang terletak di Selatan dari rumah Franklin yang terletak di Utara memang membutuhkan waktu yang sedikit lama tetapi tidak masalah.


Anggap saja ini adalah jalan-jalan malam ala Andrian sebelum nantinya Andrian akan disibukkan dengan urusan anak-anak dan istri.


Kenapa saat ini Andrian memikirkan tentang istri? entahlah. Rasanya Andrian sudah saatnya Memiliki seseorang pendamping hidup dan Andrian mulai memikirkannya dari sekarang.


Jikalau seseorang sudah memiliki uang, bisa dipastikan bahwa akan ada banyak keinginan yang dipikirkan dan sebisa mungkin harus diwujudkan. Begitu juga Andrian, dirasanya rekeningnya sudah menggembung dengan sesak maka Andrian akan mulai memikirkan yang tidak pernah dipikirkan sama sekali.


Terutama wanita, lagipula usianya jika sudah semakin bertambah mulai sekarang Andrian harus memikirkan mengenai pendamping hidup.


'Tidak,jangan beritahu Lucia untuk saat ini' Begitu pikir Andrian.


Andrian sampai ketika malam sudah sangat larut. Tadi Andrian juga mampir di restoran cepat saji untuk membeli 2 paket ayam lengkap dengan kentang dan juga Burger Mini.


Sepertu kebiasaan Andrian di malam harinya yang harus memakan sesuatu, Maka Andrian membeli semua itu. Untuk minumannya, dia akan meminum Es Jeruk kemasan saja daripada merepotkan diri dengan membuat jus.


Andrian duduk di sofa ruang tamunya seperti yang biasa dilakukannya. Suasana tengah malam yang sunyi dan senyap tidak membuat Andrian takut sama sekali. Terkadang ada nyanyian dari binatang malam yang membelah kesunyian.


[Ting]


[Selamat malam Tuan Andrian Sanders.]


Mata Andrian hampir terpejam ketika suara sistem menyentak kesadarannya.

__ADS_1


[Hari ini Tuan Andrian telah berhasil membantu musuh. Akan ada hadiah khusus yang akan menanti Tuan Andrian]


[Ting]


[Tetapi ada yang misi tambahan yang harus dilakukan Tuan Rumah untuk mendapatkan hadiah. ]


Andrian rasanya tidak begitu tertarik mendengar apa yang dikarenakan oleh sistem, karena Andrian merasa sudah mengantuk.


"Bisakah besok pagi saja kita bicarakan hal ini sistem? aku sudah sangat mengantuk" Andrian mencoba menawar dengan yang akan sistem katakan. Satu hal alasan yang paling kuat Andrian merasa sangat mengantuk.


[Baiklah, sistem menyadari bahwa Tuan Rumah sudah sangat mengantuk, Tetapi kalau dilakukan besok hari itu sudah sangat terlambat. ]


[Ting]


[Sistem hanya muncul di malam hari saja. ]


Andrian yang netra nayanta sudah hampir menutup dengan sinar netra yang hanya kurang dari 5 watt seketika membuka netranya lagi meski masih dengan berat hati.


"Baiklah sistem, tapi aku akan membasuh mukaku dulu agar lebih segar dan bisa mencerna setiap apa yang kau sampaikan nanti"


Andrian berjalan ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar lebih segar lagi. Andrian merasa apa yang akan disampaikan sistem nanti adalah hal yang penting karena tidak bisa ditunda sampai besok. Karena ini menyangkut misi yang harus dilakukan.


Mengenai hadiah, Andrian sungguh tidak peduli soal itu apalagi di rekeningnya juga sudah bertengger nominal satu yang tidak main main.


Apalagi yang Andrian inginkan. Tidak banyak, hanya ekspedisi JNOS lah impian utama Adrian.


Memiliki ekspedisi JNOS adalah salah satu impiannya dari sekian banyak impian. Adrian begitu ingin membuat perubahan pada ekspedisi JNOS itu.


Keinginan itu begitu kuat mengakar pada jiwa Andrian. Kemudian, Andrian juga teringat lagi akan percakapannya dengan Lucas tadi mengenai tanah di sebelah rumahnya.


Andrian akan menanyakan juga kepada sistem apakah tanah itu boleh dijual. Seharusnya boleh karena itu adalah tanah milik Andrian sekarang.


Namun untuk tidak mengurangi rasa kesopanan lebih baik kalau Andrian bertanya terlebih dahulu.

__ADS_1


Andrian melihat lagi wajahnya di kaca yang tersedia di kamar mandi. Wajah yang sudah terbaru dengan air itu sudah kelihatan segar meskipun dengan mata yang sedikit memerah.


Namun tidak masalah itu hanyalah masalah kecil. Andrian Tidak mengantuk sama sekali. Jadi mari kita mendengarkan bersama apa yang disampaikan oleh System.


__ADS_2