
"Auh shiit"umpat Aliza
"Lo bisa gak,kalau jalan gak usah nabrak orang!"ucap Aliza penuh dengan emosi.
"Ups sorry gue gak sengaja hehehe"cengir Athar tanpa merasa bersalah.
"Lo...."tunjuk Aliza ke wajah Athar
"Gue kenapa hmmm??gue ganteng iya???"sambil melipat kedua tangannya dan tersenyum jenaka.
Aliza mengepalkan tangannya,dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Athar yang tersenyum penuh arti.
"Lo akan jadi milik gue cewek judes"gumam Athar
"Heh bengong Lo,ntar kesambet hantu banci loh"ucap Geo muncul di balik pintu kelas.
"Gue tungguin di kantin, ternyata masih bengong di kelas".
"Btw Lo ngapain belum ke kantin bos"
"Kepo banget sih Lo!"ucap Athar dengan kesal
"Iya iya santai dong sensi amat kayak cewek pms"
"Tau apa Lo tentang pms"tanya athar dengan penuh selidik
"Hehehe denger dari cewek cewek,gue gak sengaja nguping "cengir Geo
"Terserah Lo deh"
"Yuk ke kantin,Sano udah nungguin tuh"ajak Geo
Athar berlalu begitu saja meninggalkan
Geo,berjalan dengan meletakkan kedua tangannya di saku celananya.
"Hoi bos tungguin!etdaaah gue di tinggal"teriak Geo
--Skip--
"Eh bos lama amat sih ke kantin nya"ucap
Sano.
"Lo sebenarnya gak terlalu mengharapkan gue di kantin kan,Lo cuma pengen gue yang bayarin pesanan Lo Lo berdua. "ucap Athar tau dengan tujuan dua sahabat nya itu.
"Heheheh tau aja sih boss"cengir Sano sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Oh iya,btw boss kenapa tiba tiba pindah ke sekolah milik orang tua Lo?"tanya Sano.
"Nah iya kenapa boss?? sambung Geo
"Gue di pindahin sama bokap gue,gara gara gue melawan guru"
"What!! Lo ngelawan guru boss?"ucap Geo dengan syok
"Bener banget,Lo selama ini anti banget tuh yang namanya melawan orang yang lebih tua dari Lo"sambung Sano.
"Dia ngehukum murid yang gak bersalah,hanya karena dia selalu telat masuk sekolah"ucap Athar.
"Lah salah dong boss,dia kan telat masuk sekolah,Gak disiplin namanya"protes Geo.
"Lu bisa diem dulu gak sih Geografi, dengerin boss dulu belum selesai ngomong"ucap Sano dengan kesal.
"Eh nama gue Geo marsello dirgantara ya,enak aja lo ganti"protes Geo kepada Sano karna tidak terima namanya di ubah-ubah.
"mau gue lanjutin atau gak?"tanya Athar yang mulai muak dengan perdebatan kedua sahabatnya.
"Iya boss,ini gara-gara si geografi itu yang kagak konek"
"Eeeeh sembarangan Lo,Lo yangmmmmmmmmm"ucapan Geo terhenti karena Sano menutup mulut Geo dengan tangan nya.
"Lanjutin boss cerita nya"ucap Sano meminta Athar melanjutkan alasan kenapa Athar bisa pindah ke sekolah milik orang tua nya.
"Ehem ok,jadi tuh cewek harus ngurusin ibu nya yang sakit,cuma dia yang bisa ngurus ibu nya karena saudaranya yang lain kagak ada yang perduli".
"Tapi tuh guru seolah-olah kagak Nerima alasan tuh cewek,bikin gue emosi".
"Trus trus trus boss"ucap Sano penasaran dengan tangan masih membekap mulut Geo
"Lepasin dulu bekapan Lo dari si curut itu"pinta Athar sedikit kasihan melihat sahabatnya yang pembuat onar itu
"Oh oke boss"ucap Sano seraya melepaskan bekapan nya
"Hah hah hah"Geo menghirup oksigen dengan rakus
"Lo gila ya,mau bunuh gue"protes Geo
"Lo diem atau gue bekap lagi"
"Sialan Lo!"kesal Geo
Sano tidak menggubris umpatan Geo,dan memalingkan wajahnya ke arah athar dan masih menunggu penjelasan.
"Lanjutin boss"pinta Sano
"Oke,trus gue belain tu cewek".
"Eeh tuh guru malah marahin gue"
Tuh guru ngomong begini ke gue
"ithir gik isih ikut cimpir Yi"ucap Athar dengan menye-menye, membuat duo sejoli pembuat rusuh itu tertawa terbahak-bahak.
"Wahahahahaha lah Lo sok jadi pahlawan kesiangan boss"gelak tawa Geo pecah melihat boss nya memperaktekan ucapan guru nya dengan menye-menye.
Komuk Athar "-_-"
"Heh"Sano menyenggol lengan Geo yang masih tertawa terbahak-bahak.
"Pffftt"Geo menutup mulut nya sendiri agar berhenti tertawa.
"Eheem ehem ehem"dehem Geo menetralkan tenggorokannya
"Lanjut boss"ucap Geo yang sudah menstabilkan dirinya
"Intinya gue kagak terima ada siswa atau siswi yang gak dapet keadilan hanya karena mereka bukan dari kalangan atas"
__ADS_1
"Dan akhirnya gue melawan guru,gue hanya ngejawab gimana semestinya"
"Trus tuh guru nelvon bokap gue,dan ngaduin kalau gue melawan guru di sekolah",
"Dan akhirnya gue di pindahin di sekolah ini sama bokap gue, supaya bokap bisa selalu mantau gue"
"Prok prok prok"Geo dan Sano menepuk tangan
"Hebat lu boss,Lo tau mana yang harus Lo lakukan, mencari keadilan untuk orang yang di anggap lemah"ucap Sano dengan bangga seraya menepuk pundak Athar.
"Gue bangga sama Lo boss"Sahut Geo
"Btw anak umi mana?"tanya athar mencari salah satu sahabat nya yang tidak kelihatan batang hidungnya.
"Ooh dia belum masuk boss,masih di luar kota.
Kata nya sih besok udah mulai masuk sekolah"ucap Sano
"Kenapa boss?jangan bilang Lo kangen sama Ilham"tanya Geo penuh selidik
"Lo kangen Ilham tapi Lo gak kangen kita berdua?,jahat banget sih boss hiks hiks hiks"sambung Geo penuh drama
"Apaansih alay banget hiih"ucap Sano bergidik ngeri melihat tingkah sahabatnya itu
"Btw Lo berdua udah makan?kalau belum buruan pesen,biar gue yang bayar dan sekalian pesenin gue jus mangga"
"Siap boss,biar gue yang pesen"ucap Geo penuh semangat
"Hek eleh yang gratis aja Lo cepet Jamal"ucap Sano geleng geleng kepala melihat tingkah Geo
"Gue denger ya Sano Alfarizi Aditama!"
"Hahahahah gue kira Lo budek"ejek Sano
"Sano"panggil Athar
"Iya boss ada apa?"
"Lo tau cewek yang duduk di depan gue?"
"Oh si Aliza? kenapa boss?Lo suka"
"Emmm gue gak tau,awal gue liat dia seperti ada yang beda"
"Beda nya gimana boss?
"Beda nya dia gak tertarik sama gue"
"Siapa sih yang gak terpesona sama wajah tampan boss gue?yakin lo boss?"
"Yakin"ucap athar penuh keyakinan
"Trus Lo mau ngejar-ngejar dia buat jadi milik lo?"
"Mmm mungkin"ucap athar seraya mengedikkan bahu nya
"Gue dukung boss"mengacungkan jempol nya
"Thanks bro"
"Hayooo loh pada ngomongin gue ya"
"GR banget Lo Jamal"ucap Sano dan Athar bersamaan
"Iiih kalian kompak,pasti ada apa-apa nya nih cerita dong"ucap Geo dengan penasaran.
"Jadi gini...
"Stop boss,biar ntar gue aja yang cerita ke curut ini"ucap Sano memotong pembicaraan Athar
"Oke, buruan kalian habisin tuh bakso,bentar lagi bel"ucap Athar
-------
"Eheeem"seseorang berdehem
"Eh abang aga dari mana aja bang"ucap Geo
"Rooftop"ucap nya dingin
"Eh Abang Arga wakil ketua Geng ZERVAN...mmmm"ucapan Geo terpotong oleh bekapan Sano
"Tutup mulut sialan Lo itu"ucap Sano penuh penekanan
"Mmmmm lepwaasss"Geo melepaskan bekapannya
"Lu hoby banget sih bekap bekap
Mulut gue,kalau gue ninggoy gimana??
Ntar mami papi gue sedih anak nya yang ganteng ini ninggoy"kesal Geo
"Pede abis"ucap Athar datar
"Dari kapan"tanya Arga
"Dari kapan apa nya bang?kalau ngomong yang jelas dong,otak cetek Geo gak bakalan ngerti"ucap Sano
"Eh Lo bawa bawa otak gue,kalau Lo gak ngerti perkataan bang Arga yaudah, jangan bawa bawa gue segala sialan!
"Sssssttt stop berisik"athar menghentikan perdebatan duo curut itu.
"Baru masuk hari ini bang"tukas athar
"Ooh"Arga mengangguk paham
"Waaaah hanya boss Athar yang ngerti bahasa nya bang Arga"ucap Geo dengan kagum
"Yoi,kalau kita mah kagak bakal paham bahasanya es balok berjalan"timpal Sano
"Ho'oh tenan"ucap Geo
"Cosplay jadi Samsudin Lo?"ejek Sano
"Enak aja lo,beda lah gue mah ganteng"ucap Geo dengan PD nya
"Ck sipaling ganteng"Ucap Athar,Arga, Sano bersamaan.
__ADS_1
"Hah kompak banget"wajah Geo dengan cengo
Kriiiiiiiiiiiiiinggggg (suara bel?
"Gue duluan"pamit Arga
"Oke bang aga"ucap Geo
"Sipp bang"timpal Sano
"Mmmmm"athar hanya membalas dengan berdehem seraya mengangguk.
Mereka bertiga pun kembali ke kelas nya.
Saat tiba di pintu masuk kelas,Athar dan Aliza bertabrakan.
"Bruk"
"Sssshhhh sial Mulu ya gue ketemu Lo"ucap Aliza dengan menahan sakit di bahu nya
"Maaf gue gak sengaja"ucap athar sedikit khawatir saat melihat Aliza meringis kesakitan.
Aliza berlalu pergi meninggalkan Athar.
"Yaaaaah ngmbek deh ayang nya"ucap Geo dari belakang athar
Athar melirik ke arah Sano
"Gue udah cerita ke si curut"ucap Sano saat melihat tatapan athar meminta penjelasan.
Athar hanya mengangguk,dan berlalu pergi duduk di kursi nya
-----Skip-----
Kriiiiiiiiiiiiiinggggg (suara bel)
"Pulang bareng yuk"ajak Geo
"Kuy"ucap Sano,Athar bersamaan.
Mereka bertiga menuju motor sport nya masing masing yang berwarna blue back.
"Bang Arga gak ikut kita?"tanya Athar
"Kayak nya bang Arga masih ada kelas tambahan deh"ucap Sano
"Yaudah kita duluan aja pulang"ucap Geo memasang helm full face nya.
"Oke"ucap Athar dan di ikuti oleh Sano menggunakan helm full face nya.
Mereka bertiga melajukan kendaraannya meninggal kan parkiran motor.
-----skip-----
POV ALIZA
"Huh hari ini sangat menguras tenaga"ucap Aliza seraya merebahkan tubuh nya di atas bad king size nya.
"Al kamu dimana nak?"panggil mama Aliza
"Al disini ma"
"Eh anak mama kok udah rebahan aja sih,belum ganti baju loh sayang"
"Bentar ya ma,Al masih sedikit capek"ujar Aliza dengan memelas
"Iya sayang gapapa,nanti jam 7 turun ke bawah ya,papa pulang loh "ucap mama Aliza memberitahu anak nya bahwa Papa nya baru pulang dari luar kota.
"Yang bener ma!"Aliza begitu antusias
"Iya nak,kamu mandi giih,udah bau acem"goda mama nya
"Aaaaa mama gak bau kok,masih wangi"Aliza mengendus bau badan nya
"Hehehe mama bercanda cantik"
"Yaudah mama ke bawah dulu ya,mau siapin makanan buat kita makan bareng papa nanti oke cantik"ucap sang mama seraya menoel hidung Aliza
"Iya mama,Al langsung mandi deh biar pas ketemu papa Al udah cantik heheheh"sarkas Aliza penuh semangat
"Yaudah mama turun ya sayang,kalau udah selesai mandi langsung ke bawah ya, bantuin mama siapin makanan...!"ucap mama Aliza yang mulai menjauh
"Iyaaa maaaa!"teriak Aliza
------skip------
"Ting tong"(bel)
"Assalamualaikum"
"Walaikumsallam iya sebentar"Mbok Marni membukakan pintu
"Eeeh tuan Adam sudah pulang"mbok Marni menyambut kedatangan Adam.
"Iya mbok,anak anak sama istri saya mana mbok?"tanya Adam dengan sopan
"Sudah menunggu di ruang makan tuan"sarkas mbok Marni
Adam hanya mengangguk paham.
"Siapa ya mbok?"tanya Aliza yang penasaran dengan siapa mbok Marni berbicara
"Ini non,ada papa nya non Al"
"Hai anak papa yang paling cantik"Adam merentangkan kedua tangannya dan memeluk Aliza.
"Aaaa papa Al kangen banget tau"ucap Aliza dengan manja
"Benarkah seperti itu sayang"tanya sang papa
"Iya papa kangeeeeen banget"
"Oh iya papa beliin kamu sama kakak kakak kamu sesuatu loh"Adam menatap manik hitam sang anak dengan sayang,Adam begitu menyayangi putri semata wayangnya dan kedua putra nya.
"Waaah Al gak sabar pengen liat hadiahnya"Aliza menatap papa nya dengan mata berbinar.
"Emmmm papa gak di bawa masuk dulu nih sayang"tanya sang papa dengan senyuman.
__ADS_1
"Hehehehe Al lupa pa,ayok pa kak edgar sama kak Leo udah nungguin papa loh dari tadi,mama juga udah kangen berat deh kayak nya sama papa"cengir Aliza
---------