
"G-gue sebenarnya mengidap penyakit kanker otak stadium akhir"ucap bian dengan lirih
"L-lo bercanda kan bian,Lo kalau mau ngereceh cari topik yang lain dong"ucap vero
"Gue gak bercanda Ver!"bentak bian
Bak di tusuk seribu pedang tepat di dadanya,Vero tidak percaya apa yang di alami sahabat nya.
"Jadi persahabatan kita selama ini gak ada artinya buat Lo bian??!!Lo ngerahasiain ini semua dari kita semua terutama gue, bangsat Lo bian!!!!"marah Vero dan melayang kan kepalan tangannya ke wajah bian,tapi seketika ada yang menahan Bogeman dari Vero.
"Lo mau menambah sakit yang di rasain bian ha?"ucap athar dingin,dan athar lah yang menahan Bogeman dari Vero.
"Sorry gue kalut"ucap vero seraya menunduk menahan air mata nya.
"Gue harap Xazred tetap jaya walaupun tanpa gue,gue percaya kan Xazred sama kalian semua,seandainya gue udah nggak ada lagi di dunia ini,gue mohon pastikan Xazred dan Zervanos nggak bermusuhan seperti pemimpin yang dulu"ucap bian dengan tenang.
Seluruh anggota zervanos dan Xazred hanya bisa terdiam seribu bahasa.
"Tapi gue tetap memohon kepada tuhan dan mohon doa kalian semua untuk kesembuhan gue,walaupun sedikit kemungkinan gue bisa sembuh"
"Lo pasti sembuh"ucap athar menepuk pundak bian
"Thanks bro"
Athar hanya mengangguk kan kepalanya
"Sorry gue udah nyulik temen Lo,meskipun sebenarnya gue salah culik hehehe"cengir bian
"Sebenarnya gue gak begitu khawatir sih kalau yang di culik itu Geo,pasti yang menculik tuh bocah bakalan dapet sial yang ada,mana banyak mau nya lagi"timpal athar dan disambut gelak tawa dari seluruh anggota Zervanos dan Xazred.
Kini suasana tidak lagi begitu menegang karena pemberitaan kondisi Febiano.
"Hooaarhhhgg Alhamdulillah,kenyang banget gue"ucap Geo yang baru menyelesaikan makan nya dan berlalu pergi ke tempat keramaian dimana ada teman-temannya dan anggota Xazred yang telah menculik nya.
"Abang athar huaaaaaa gue di culik tolong selamatkan gue"ucap Geo yang begitu mendramatis seraya berlari mendekati Athar.
"Heh!gue gak nyulik Lo,bahkan gue merasa di rugikan udah nyulik Lo ya"ucap Rio yang mengantarkan Geo ke tempat teman-temannya berada.
"Abang athar tolong selamatkan Geo dari Manusia purba itu"
"Apa Lo bilang manusia purba?!!Lo gak liat muka gue ganteng begini ha?!!!"ucap Rio yang tidak terima dengan perkataan Geo yang mengatainya manusia purba.
"Masih gantengan gue!"ucap Geo tidak mau kalah.
"Stop berisik banget Lo berdua"ucap athar tidak tahan dengan perdebatan Geo dan Rio
GEO dan Rio seketika langsung terdiam, mereka hanya bisa membalas dengan tatapan tajam mereka satu sama lain.
"Sano tumben diem aja,Sano pasti menahan amarah kan karena mereka nyulik Geo"
"Apaan sih Lo,bisa diem gak!!"
"Iih galak nya"
"Bian gue sama anak-anak pamit pulang, semoga pengobatan Lo di Amrik berjalan lancar dan Lo bisa kembali lagi kesini"ucap Athar dan berpamitan.
"Thanks bro atas do'a nya,gue titip temen-temen gue,dan gue mau bilang sama kalian semua,yang akan gantikan posisi gue sebagai pemimpin Xazred itu sepupu gue, Alarick Putra wijaya"
"Tapi seandainya dia kagak becus mengurus geng Xazred ini,gue bakal pindah ke geng Zervanos sampai Lo kembali"ucap vero dan yang lain menyetujui ucapan Vero.
"Nah Lo langsung turun jabatan, makanya jangan culik-culik gummm..."ucapan Geo terhenti karena ada seseorang orang yang membekap mulutnya.
"Bisa diem gak sih geonjing"geram Sano,ya Sano lah yang membekap mulut Geo.
"Lepwas ih,hoby Lo itu bekap-bekap mulut gue ya Sano sialan?!gue itu sesak tau gak,mana habis makan lagi"protes Geo
"Heh Sano kalau gue meninggoy bakalan ada tuh berita trending topik,seorang anak CEO dari perusahaan dirgantara corp terbunuh oleh anak dari keluarga Aditama beeeh bisa bangkrut dah bokap Lo"
"Heh Geo sialan,yang kaya itu bokap Lo gak usah songong Lo,Lo fikir mudah untuk membuat keluarga Aditama miskin??nggak untuk tujuh turunan ya"kesal Sano
"Dih dih dih songong bocah, sok-sokan harta nya gak habis tujuh turunan,tapi emang bokap Lo kaya sih,tapi gak boleh songong Lo astaghfirullahaladzim ampunilah kesombongan babang Sano ya Allah, lucknat lah dia hamba ikhlas"
"Astaghfirullahaladzim Lo berharap apa gue di lucknat Allah ha??? Berharap banget Lo"
"Y-ya gak ada sih,gtu aja sih btw"
"Gaje"
"Stoopp kapan pulang nya kalau begini terus ha???Lo berdua kagak capek emang berdebat tiap hari?"Athar risih sekaligus malu melihat perdebatan duo curut itu di hadapan anggota Zervanos dan Xazred.
"Sorry atas apa yang terjadi siang tadi antara anggota gue dan anggota Xazred,dan sekali lagi sorry atas kerusuhan di malam hari ini,gue selaku pemimpin Zervanos minta maaf dan pamit undur diri,untuk Bian semoga berjalan lancar pengobatan Lo"ucap athar dengan senyum tulusnya.
Bian hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum tipis.
__ADS_1
Bian tidak bisa berkata-kata dan berharap lebih untuk penyakit yang di alaminya, apalagi sudah memasuki stadium akhir,bian hanya bisa berdo'a dan berharap bisa sembuh.
"Gue pamit guys,maaf sudah di repotkan sama temen gue"
"No problem bro"
Mereka saling bertoss dan mulai satu persatu meninggalkan markas Xazred.
*****
1:16 WIB
Athar sudah sampai di rumah nya,dan memasukkan motor kesayangan nya ke dalam garasi,setelah mengantar teman-temannya kerumah nya masing-masing dan ada juga yang menginap di markas Zervanos.
Athar jarang mau menginap di markas, karena ayah athar tidak menyukai anak nya jauh dari jangkauan nya.
Pernah sekali di saat ayah athar masih membebaskan anak-anaknya tidur di luaran sana dan membebaskan pergi ke luar jam berapapun,kecuali untuk putri bungsu nya Tania.
Athar mengalami kecelakaan karena tersenggol kendaraan lain saat ingin ke markas nya,tidak banyak luka hanya siku-siku dan lutut nya saja sedikit tergores tetapi orang tua mana yang tidak panik saat mengetahui anak nya kecelakaan,terutama bunda nya yang begitu sangat menyayangi anak-anaknya.
Mulai dari saat itu ayah dan bundanya begitu posesif terhadap anak-anak nya.
****
Athar jalan mengendap-endap menuju ke kamarnya di lantai dua.
Rumah athar terdiri dari tiga lantai, lantai satu kamar ayah bunda nya dan kamar-kamar tamu,lantai dua kamar untuk Athar,Keizo dan Tania dan khusus lantai tiga untuk Kenzi,Kenzi lebih nyaman tidur dengan posisi jauh dari orang tua maupun saudaranya,bisa di bilang Kenzi anak yang pendiam dan lebih mengagumi keindahan alam di malam hari,di lantai tiga Kenzi bisa leluasa melihat pemandangan itu tanpa adanya gangguan.
****
"Eheeem"
Langkah Athar terhenti di tangga terakhir,dan membalikkan tubuhnya melihat siapa yang ada di belakang nya.
"Huh gue kirain siapa, ternyata elo Ken"ucap athar dengan lega.
"Dari mana"tanya Kenzi
"Markas,trus menghadiri penurunan jabatan temen gue"
"Oh"ucap Kenzi datar dan berlalu pergi menuju kamarnya
"Tuh anak wajah nya terbuat dari triplek kah?"ucap athar dengan cengo
*****
Kriiiiiiiiiiiiiinggggg (bunyi alarm)
"Euuunggh"
"Hoaaaaaam"
"Ngantuk banget anjir"Athar mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya dan melihat arloji yang masih menunjukkan pukul 5:35.
"Mandi ah keburu bunda yang bangunin, bisa-bisa budeg kuping gue kena teriakan bunda tiap pagi"
*****
Tap Tap Tap
Athar menuruni tangga seraya mengembangkan senyum manis nya kepada seluruh keluarga nya.
"Eheem Yah Bun athar udah ganteng belum"tanya Athar seraya menyisir rambut nya menggunakan tangannya.
Semua keluarga nya hanya mendelik heran, mungkin saja mereka berfikir ada apa dengan seseorang orang yang di hadapan mereka ini, tidak seperti biasanya.
"Iih malah pada bengong, athar tau kok kalau athar ganteng dan mempesona"athar memasang muka SE cool mungkin.
"Kalau udah tau ganteng, kenapa masih nanya-nanya Hem?"tanya bunda nya
"Y-ya nanya doang bun"
"Athar duduk,makan sarapan nya"ucap ayah Athar.
"Iya yah"
"Rasain,sok kegantengan sih"cibir Tania
"Minimal ngaca boss,masih gantengan Keizo lah"timpal Keizo ikut mencibir.
"Kenzi gue ganteng kan"tanya athar
Kenzi hanya mengangguk kan kepalanya
__ADS_1
"Tuh gue ganteng"
"Sudah sudah lanjut kan makan kalian,nanti telat masuk sekolah"ucap sang ayah memperingati anak-anaknya.
"Iya yah"ucap mereka bersamaan
*****
Mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi nya dan mulai berpamitan untuk pergi ke sekolah,begitu pun dengan Hardian pamit untuk ke kantor nya.
"Bang athar gue ikut Lo ya,motor gue masih di servis"
"Ogah banget gue bawa-bawa bocah menyebalkan kaya Lo,yang ada gue mati di jalan gara-gara Lo"
"Oke kalau gitu gue bakal aduin yang semalem ke ayah kalau Lo pergi ke mmmmm lepwaasss,bau banget tangan Lo sialan!"
Keizo kesal tiba-tiba mulut nya di bekap oleh Athar.
"Yaudah naik Lo bangsat!,awas Lo ember ya gue pites pala lo
"Nah gitu dong"
Akhirnya Athar dan Keizo berangkat sekolah bersama setelah perdebatan yang sangat membagongkan.
"Ntar kalau udah di gerbang Lo turun,gue gak mau ketahuan kalau gue anak dari keluarga Sanjaya paham Lo!"ucap athar dari balik helm fullface nya.
"Haa apa gue kagak denger"Keizo mendekat kan telinga nya.
Athar memberhentikan motor nya di tepi jalan,dia begitu geram dengan adiknya yang sangat menyebalkan baginya.
"NTAR LO TURUN DI GERBANG SEKOLAH,GUE NGGAK MAU SEMUA ORANG TAU KALAU GUE BAGIAN DARI KELUARGA SANJAYA,PAHAM LO"Ucap athar penuh penekanan.
"I-iya iya galak amat sih,lanjut deh ntar gue telat tauk"protes Keizo
Usia Keizo dan Athar hanya berjarak 1 tahun, begitu pun dengan adik-adiknya yang lain hanya berjarak 1 tahun,ntah apa yang di fikirkan kedua orang tua nya,membuat jarak usia mereka tidak begitu terpaut jauh.
****
Athar sudah memasuki parkiran motor,dan melepaskan helm full face nya.
Kedatangan nya di sambut oleh sahabat-sahabatnya.
Siswi-siswi yang baru berdatangan ke sekolah dan melewati tempat parkir begitu terpesona melihat beberapa pria tampan.
Beberapa siswa maupun siswi bertanya-tanya siapa sosok pria tampan yang berada di parkiran itu.
"Gila ye most wanted di sekolah kita ganteng-ganteng,gimana gue gak betah di sekolah tiap hari ketemu cowok-cowok ganteng"
"Seandainya gue bisa jadi pacar nya, bahagia banget gue"
"Lu liat tuh yang anak baru,langsung masuk circle nya kak Arga tau"
"Tapi kalau di liat-liat yang seperti pemimpin, anak baru itu deh"
"Ganteng banget tau,tapi hati aku masih untuk kak Arga deh mmhuehehehe"
Begitu lah percakapan siswi-siswi yang melewati parkiran motor.
GEO yang notabene nya seorang yang suka merayu wanita langsung mendekati siswi-siswi yang dari tadi memperhatikan teman-temannya.
"Eheeem hei lagi liatin siapa sih segitu nya?"tanya Geo yang memasang wajah sok cool nya.
"I-itu kak liatin temen-temen kakak"ucap salah satu dari siswi itu.
"Kok gagap gitu jawab nya heem"ucap Geo yang mendekati wajah nya ke wanita itu.
"Mmm k-kak mundur dikit kak,nanti ada yang liat"
"Nggak ada yang liat kok, emang nya gue mau apain elo?mau cium?"semakin mendekati wajahnya dan membuat wajah siswi itu semakin memerah bak kepiting rebus.
"Ng-nggak kak"semakin menundukkan kepalanya
GEO semakin mendekati wajahnya dan....
"Hoi jamet!!!Lo apain anak orang!"panggil Sano,Sano sangat mengetahui sifat sahabat nya itu yang selalu menggoda siswi-siswi di sekolah.
"Nggak ada tuh,gue cuma ngajak ngobrol iyakan cantik"ucap Geo menoleh ke wanita itu seraya Menaik turunkan kedua alisnya.
"I-iya bener kak cuma ngobrol kok"
"Tuh gue gak ngapain-ngapain soudzon aja Lo Bambang"cibir Geo
"Yaudah aku pamit ya kak,permisi"pamit wanita itu menyusul teman-temannya yang sudah dari tadi meninggalkan nya, teman-temannya mengetahui bahwa salah satu dari teman nya menyukai Geo.
__ADS_1
"Bentar siapa nama Lo!"teriak Geo memanggil wanita itu.
******