
"Kak Rey, buatin Cia susu dong." pintaku dengan nada merengek.
"Hmmm,adik kakak satu ini manja sekali,bentar yah." balas Kak Reyhan sambil mengacak-acak rambutku lalu pergi ke dapur.
"Okey,kalo gitu Cia mau nonton film dulu." ujarku
Namun baru saja aku menonton film,papah datang menghampiriku
"Kau ini mau jadi apa, setiap hari kerjaannya cuma menonton film, kapan kau mau belajar,apa kau mau kalau sudah besar jadi gelandangan,haa? jawab ayah,jangan hanya diam saja."
papahku membentak dengan suara keras, sementara aku hanya bisa diam menggigit bibir dan menahan tangisku.
Kak Rey lalu datang menghampiriku
"sudah cukup,Pah.Cia sudah belajar dengan keras,dia sudah menuruti semua keinginan papa dan mama untuk menjadi murid yang cerdas,Cia juga butuh hiburan,Pa Ci..."
"Kau mau melawan papa,haa?" sela papahku
"Sudah kak,cukup jangan diperpanjang lagi." ujarku lirih
"Tapi kakak.."
"Sudah kak,aku mohon"
"hmm,baiklah"
"lebih baik kalian kekamar kalian masing-masing dan belajar dengan sungguh-sungguh" ucap papahku
"baik pa." balas kami berdua
__ADS_1
Aku dah kak Rey masuk ke kamar kami masing-masing.Sesampainya didalam kamar aku langsung mengunci pintu, ku baringkan tubuhku di ranjang,air mataku sudah tidak dapat aku tahan,yaa aku menangis
"Kenapa,Pa? kenapa?,apa semua piala ini,semua penghargaan ini tidak ada artinya di mata papa,papa selalu menuntut ku ini itu tanpa mau melihat bagaimana perasaan ku,aku lelah pa,aku lelah,hiks hiks hiks."
Waktu berlalu dengan cepat, semalam aku terus menangis sampai tertidur.Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali,aku sudah janjian dengan kak Rey untuk berangkat pagi,sebab aku tidak ingin melihat papa dan mama.
"Cia kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya kak Rey padaku
"I'm fine kak,kak Rey gak perlu khawatir," jawab ku
rupanya kak Rey khawatir dengan keadaan ku, ahh mungkin mataku terlihat membengkak karena terus menangis semalam
"ya sudah ayo berangkat."
"ayo kak."
Aku dan kak Rey pun pergi ke sekolah,kami selalu berangkat ke sekolah bersama diantar oleh pak Agus,sopir keluarga Sebastian.
"sudah sampai,den Rey,non Cia" ujar pak Agus
"makasih ya pak Agus" ucap ku dan kak Rey serentak
"sama-sama sudah jadi tugas saya den,non"
Aku dan kak Rey turun dari mobil,kami pun berpisah karena jalan ke kelas kita berbeda,aku 11 A dan kak Rey 12 A
Sesampainya di kelas, Viola sahabatnya langsung menyapanya
"hai Valen, akhirnya kamu datang juga,udah ngerjain tugasnya pak Ryan belum?" tanya Viola pada ku
__ADS_1
"Hmmm, bilang aja mau nyontek,iya kan?" jawab ku jengah
"hehehe,kamu tau aja."
"ya udah nih, cepetan keburu pak Ryan datang."
"Okey."
selesai menyalin tugas dariku,Viola berbalik dan menatapku dengan tajam
"Len,kamu...mata kamu kok bengkak gitu sih,kamu habis nangis ya,kalo ada masalah cerita sama aku,aku kan sahabat kamu."
"masih masalah yang sama,Vi. Udahlah gak usah dipikirin."
"Gak bisa gitu dong,Len.Orang tua kamu itu udah kelewatan, mereka terlalu menuntut anak mereka..."
"udah, Vi jangan bahas ini lagi,aku capek."
"ya udah,maaf.Tapi perlu kamu tahu aku itu sahabat kamu,aku akan selalu ada buat kamu"
"iya, makasih ya,Vi udah jadi sahabat terbaik untuk aku" ucapku sambil memeluk Viola
"iya, makasih juga udah jadi sahabat terbaik buat aku,ya udah senyum dong"
"iya,ini senyum" ucapku sambil melepaskan pelukan
"nah gitu kan cantik hehehe,udah tuh pak Ryan dah dateng"
"hehehe,iya."
__ADS_1
...maaf ya kalo ada yang kurang menurut kalian🙏🏻,masih pemula soalnya 😁.kalo mau berpendapat boleh kok,aku selalu menerima kritik dan saran dari pembaca semua😄...