
*Author POV*
Hari demi hari berlalu,Valen menjadi lebih pendiam,setiap hari ia hanya merenung di sekolah,dirumah pun ia hanya mengunci diri di kamar
ketika ditanya alasannya,dia hanya bilang bahwa dia ingin fokus belajar untuk persiapan lomba
"Cia, turun yuk makan malam dulu" ajak Reyhan
"iya,kak nanti aku makan, nanggung dikit lagi selesai" jawab Valen
"hmm,ya udah,tapi jangan lupa makan ya"
"iya kak"
*Author POV end*
Hari ini adalah hari Sabtu, tepat dua hari sebelum perlombaan dilaksanakan,aku sudah meminta izin pada mamah dan papah untuk pergi ke toko buku lagi
ada buku yang ingin aku beli,namun aku pergi ke toko buku yang berbeda dengan yang kemarin
"kamu yakin mau pergi sendiri, biar kakak antar ya?" tanya kak Rey
"nggak usah kak,aku mau pergi sendiri aja naik taksi, lagian tokonya dekat kok" jawabku
"oke, kalo gitu hati-hati di jalan, kalo ada apa-apa telfon kakak aja"
"aye, siap brother, hahaha, lagian kakak kan mau kerumahnya kak Vegas buat kerja kelompok"
"iya,udah sana katanya mau pergi,tuh taksi nya udah nungguin"
"iya,aku pergi dulu, bye"
Aku pun pergi ke toko buku,namun ketika dijalan menuju toko buku aku melihat toko es krim yang baru buka
"pak kita berhenti didepan toko es krim itu ya"
"oh,siap mbak"
ketika taksi nya sudah berhenti,aku baru ingin membuka pintu,namun mata ku melihat papahku berjalan dengan bergandengan tangan dengan seorang wanita
mereka terlihat sangat mesra, saling tertawa dan terlihat bahagia
"apalagi ini Tuhan, apalagi? bahkan papah nggak pernah tertawa sebahagia itu ketika bersama kami" ucapku lirih
Air mataku luruh tidak dapat aku tahan lagi,aku melihat papah mencium tangan dan kening wanita itu
oh Tuhan,rasa sakit ini belum sembuh,dan kau menambahkannya lagi,dadaku terasa sesak, mataku panas dan perih
"kemarin mamah,dan sekarang papah juga?" ucapku lirih
"mbak,mbak kenapa nangis, nggak jadi turun?" tanya sopir taksi
"ah,maaf pak kita putar balik aja, saya mau pulang" jawabku
"nggak jadi beli es krim?"
"nggak pak,saya mau pulang aja"
sesampainya di rumah,aku langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu
"kenapa ini harus terjadi padaku Tuhan,kenapa? Hahaha sekarang aku lebih sering mengunci diri di kamar dan menangis,hahahaha" aku bertanya pada diriku sendiri,hahaha sepertinya aku sudah gila
"hiks,,,hiks,,,hiks,sakit Tuhan,apakah keluarga kecilku benar-benar akan hancur hiks,, kenapa,KENAPA?"
Rasanya ingin sekali aku berteriak dengan suara yang keras, namun aku hanya bisa berteriak tanpa suara
Aku terus menangis sampai aku tertidur,ya selalu seperti itu, dan entah sampai kapan
'toktoktoktokk'
"Cia, kamu udah pulang belum?"
__ADS_1
"hoammm,iya kak ada apa"
"huhh,syukurlah kamu sudah pulang, kakak khawatir kamu nggak jawab pesan kakak dan nggak angkat telfon kakak"
"ihh,kak Rey bawel banget sih,aku mau lanjut tidur, lebih baik kakak tidur juga sana" jawabku tanpa membuka pintu kamarku
"huhh, kamu ini, have a nice dream adek kakak yang cantik"
"have a nice dream too kakak aku yang tampan"
hari berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari perlombaan dimulai
"Dek,kakak perhatiin kamu akhir-akhir ini kelihatan murung terus,ada apa sih cerita sama kakak"tanya kak Rey
"hah, nggak ada apa-apa kok kak, aku cuma kepikiran lombanya aja, takut kalo nggak menang" jawabku dengan memaksakan senyum
"beneran?"
"iya,kak ya udah kalo gitu aku mau berangkat dulu ya ke tempat lomba"
"iya,maaf ya kakak nggak bisa hadir karena ada ujian yang nggak bisa disusul, padahal papah sama mamah juga nggak dateng" ucap kak Rey dengan sedih
"udah, lagian papah sama mamah kan ada meeting penting,kakak juga lagi ujian dan nggak ada ujian susulan,jadi nggak usah sedih gitu"
"hmm,iya tapi kamu tenang aja,kakak akan dukung kamu dan doakan kamu terus dari sini"
"iya kak, terimakasih" ucapku sambil memeluk kak Rey
"adek kakak pasti menang,adek kakak kan pinter" ucap kak Rey sambil balas memelukku
"Valen,ayo mobilnya udah siap, sebentar lagi kita akan berangkat" panggil Bu Elly, guru pendamping lomba
"oh iya,Bu. kalo gitu aku pergi dulu ya kak,dahh" ucapku sambil berlari dan melambaikan tangan
"hadehh ni anak,iya hati-hati"
setelah satu jam dalam perjalanan,mobil yang membawaku ke tempat lomba pun sampai
"iya, Bu saya nggak gugup kok,cuma sedikit aja,hehehe" jawabku dengan sedikit tertawa
"kamu ini,ayo turun sebentar lagi lombanya mau di mulai"
"ayo,Bu"
Kami pun turun dari mobil dan memasuki gedung tempat perlombaan, terlihat di sana sudah banyak peserta lomba dari berbagai sekolah
"peserta lomba tahun ini ternyata banyak juga ya,Bu" ujarku
"iya,tapi kamu tenang aja,Ibu yakin kamu pasti bisa, seenggaknya kamu sudah mencoba dan berusaha" jawab Bu Elly
Aku hanya tersenyum menanggapi Bu Elly, entah kenapa aku tiba-tiba merasa pusing, namun aku tidak terlalu menganggapnya
"Bu,saya permisi izin ke toilet sebentar ya?" izin ku
"baiklah, tapi jangan lama-lama ya, soalnya sebentar lagi lombanya di mulai"
"iya,Bu"
Aku pun pergi ke toilet,namun karena kepalaku yang terasa pusing,aku jadi tidak terlalu memperhatikan jalan hingga menabrak seseorang
hampir saja aku jatuh kalo dia tidak menangkap ku
"ah,maaf aku tidak memperhatikan jalan,dan terima kasih sudah menangkap ku tadi hingga aku tidak terjatuh" ujarku padanya
"cantik" ucapnya pelan
"kamu bilang apa tadi?" tanyaku
"ah,oh tidak,tidak apa-apa. Apa kau terluka?"
"oh,tidak,aku tidak apa-apa"
__ADS_1
"hmmm, kamu peserta lomba juga,kenalin aku William dari SMA Garuda" ucapnya sambil mengulurkan tangannya
"ah,iya,aku Valen dari SMA Pramudya" jawabku sambil membalas uluran tangannya
"kalo gitu aku permisi dulu ya" pamitku
"oh iya, silahkan"
Aku pergi ke toilet, beberapa menit kemudian aku kembali ke tempat lomba dilaksanakan
"baiklah kita sambut valencia putri peserta dari SMA pamudya, silahkan saudari Valen naik ke atas panggung" ucap pembawa acara
"untung kamu udah datang,udah sana naik" ucap Bu Elly
"iya Bu,maaf Valen kelamaan di toilet"
"iya,udah sana naik"
Akhirnya hari yang aku tunggu-tunggu tiba, perlombaan ini,,, walaupun tidak ada satupun keluarga ku yang ikut
sebenarnya kak Rey memaksa untuk ikut, namun aku melarangnya karena ia tengah menjalani ujian
perlombaan berlangsung dengan lancar meski terkadang ada sedikit perdebatan,namun di tengah-tengah perlombaan kepalaku semakin terasa pusing
pandanganku terasa kabur,aku merasa lunglai hingga akan terjatuh. Namun aku merasa ditangkap oleh seseorang sebelum semuanya gelap
*Author POV*
"Valen, Valen bangun kamu kenapa?" ucap William sambil menepuk-nepuk pipi Valen pelan
seisi ruangan pun di buat panik karena tiba-tiba Valen jatuh pingsan
"harap tenang semuanya, semua hadirin dan peserta lomba harap kembali ke tempat masing-masing,pak tolong bawa Valen ke ruang medis" ucap pembawa acara pada semuanya dan petugas medis
perlombaan pun kembali dilakukan tanpa Valen,kini terlihat petugas medis memberikan minyak angin pada Valen di ruang medis
tak lama setelah itu, terlihat Valen mulai sadar dan membuka mata
"ah, kepalaku pusing sekali" ucap Valen sembari memegangi kepalanya
"Valen, akhirnya kamu sudah sadar" ucap Bu Elly
"memangnya saya pingsan berapa lama Bu?" tanya Valen
"kamu sudah pingsan selama satu jam, hampir kami ingin membawamu ke rumah sakit kalo kamu belum sadar juga" ucap petugas medis
"iya,apa kamu mau Ibu antar ke rumah sakit?" tanya Bu Elly
"nggak usah,Bu" jawab Valen
"oh iya, terus lombanya gimana, Bu?"
"Lombanya tetap dilanjutkan, namun sekolah kita, dinyatakan gugur"
"maaf,Bu gara-gara Valen semua ini..."
"udah nggak apa-apa, lagian kan bukan mau kamu juga,kalo kamu udah mendingan lebih baik kita pulang sekarang ya" ucap Bu Elly
"saya udah mendingan kok,Bu ayo kita pulang"
"Baiklah, hati-hati ya, saran saya lebih baik kamu ke rumah sakit untuk diperiksa" ucap petugas medis
"ah,iya kak terimakasih atas sarannya" jawab Valen
...~~~~...
fiuhh, mumpung lagi mood nulis gass lah walaupun satu bab satu bab😂
yukk guys dukung aku ya🙏🏻 untuk cerita pertama aku ini😄
terimakasih😁
__ADS_1