
ย
Saat disekolah Aulia mendapatkan kabar dari guru nya bahwasanya kakeknya meninggal dunia,saat mendengar kabar itu aulia menangis sesedih sedihnya karwna orang yang ia sayangi akan meninggalkan nya untuk selama lamanya. Ya umur Aulia sewaktu itu 14 tahun ia masih belajar di sekolah menengah pertama di kelas VIII,dan dia harus kehilangan orang yang ia sayang.
Semenjak kakeknya Aulia meninggal dia sedikit demi sedikit harus bisa merelakan kakeknya walau kenyataannya itu pahit,terkadang ia sering merindukan kakeknya dan seriap dia pulang ke kampung halamanya dia hanya bisa melihat makam kakeknya dari jalan raya saja.
Sampai suatu hari Aulia merasakan perubahan yang drastis semenjak ia kehilangan kakeknya banyak yang sering marah marah kepada Aulia dan meperlihatkan prilaku yang pemilih. Sampai suatu hari ibu Aulia \(Neta\) menyuruh aulia membersihkan rumah,dengan senang hati Aulia membantu meringankan pekerjaan ibu nya sampai selesai. Tapi \(Difan\) adek nya aulia berulah tanpa sepengetahuan Aulia,dia malah membuat rumah itu kotor kembali sampai ibu nya marah marah dan menyalahkan Aulia karna pekerjaan nya yang tak bersih
ย
"Auliaaaa(teriak Neta yang membuat aulia kaget)kau ini bisa kerja gak ha,ini masih kotor!! Kamu punya mata kan gunakan mata kamu itu untuk melihat dimana kotor dan dimana yang sudah bersih"
Dengan gugup akan marah ibunya Aulia menjawab dengat terbata bata
"Maaf bu tapi difan yang membuat ulah bu lia udah bersih bagian yang kotor itu bu,tapi difan malah membuat kotor bu" aulia menjawab pertanyaan ibu nya sambil menunduk dan mata yang mulai berkaca kaca
"Alah kau Memang gak bisa kerja malah kau salahkan adik mu liaaa,disuruh bersihkan rumah aja gak bisa bagaimana kau bisa nikah kalau kau bekerja kayak gini lia!" Sudah sana saja kau kekamar gak usah bantu ibu.
__ADS_1
"Baik bu"
Dengan perasaan sedih aulia pergi ke kamarnya,tanpa dia sadari Robert (ayah nya Aulia) melihat anak perempuan nya di marahi oleh istrinya, Robert menghampiri anak nya ke kamar dan berbicara agak membuat anak nya tidak menangis lagi
"Aulia(mengusap kepala anaka nya)"
"Ayah(menatap ayah nya)"
"Jangan sedih lagi ya sayang,kamu ngertikan ibu kamu mungkin lagi sedih makanya dia marah marah seperti itu karena dia capek sayang,jangan sedih lagi yaa sayang"
"Nah ini baru anak ayah(memeluk anak gadisnya kembali),ya sudah kamu lanjuti belajar nya ayah ke kamar dulu ya (mencium kepala anak nya dan pergi ke kamar)
"Iya ayah"
Setiap Aulia dimarahi oleh ibunya hanya ayahnya lah yang selalu membuat Aulia tidak merasakan sedih lagi, Robert juga melihat anak nya menangis karena selaku di marahi ibu nya merasa sedih. Robert berjanji akan membuat anak nya merasa aman saat berada di samping nya.
Sampai dimana Aulia dan kelurga nya pulang ke kampung halamannya, Aulia ingin menghampiri kakak ipar nya dan ingin sekali ia mencurahkan semua isi hati nya jepada sang kaka ipar nya itu,setiba nya di kamlung halamannya itu Aulia melihat kakak nya sedang duduk sambil mengawasi anak nya main bersama sepupu nya,dengan hati gembira Aulia menghampiru sang kakak nya dan mengajak nya ke kamar,karna kamar lah tempat yang aman dan disitu dia bisa mencurahkan isi hati nya.
__ADS_1
Kakak ipar nya terheran heran kenapa Aulia ingin sekali berbicara bedua saja dan kenapa harus di kamar (Novi) nama sang kakak nya bertanya kepada Aulia setelah mereka telah dikamar. Sesampai nya di kamar Aulia belum berbicara sampai sang kakak yang memulai percakapan tersebut.
"Aulia kamu kenapa?are you oke"
"Kak sebenarnya lia membawa kakak kamar karena lia ingin bicara sama kakak tentang perasaan lia kak,apa kakak mau dengarkan nya?"
Mendengar jawaban dari sang adik nya Novi pun mengabulkan apa yang adik nya ingin kan
"Ya sudah kamu mau bicara apa dik?bicara lah jangan sampai kau melupakan salah satu cerita kau,oke"
"Iya kak,jadi gini kak semenjak Alm kakek meninggal dunia suasana rumah jadi banyak kemarahan kak(menunduk)semua kesalahan selalu dilimpahkan ke Aulia kak(mata berkaca kaca)kenapa harus ke lia kak,lia bukan anak kecil lagi kak lia udah besar kak dan lia udah bisa merasakan sakit hati kak ketika lia selalu di marahi oleh ibu kak kenapa kak,padalhan yang lia kerjakan itu sangat lah benar kak,hanya saja dibalik semua itu Difan yang selalu di bela kak,andai kakak tau apa yang di kerjakan Difan selalu salah kak tpi apa kak Difan yang selalu benar kan di mata ibu dan yang selaku mendapatkan amarahan ibu selalu dilimpahkan ke lia kak(menagis sampai sesegukan)"
"Lia sayang liat kakak kamu udah besar bukan seharusnya kamu itu beri contoh yang baik pada adik kamu Difan,karna hanya kamu yang bisa dia contoh di rumah bukan"
"Ia kak,tapi hati lia sakit kak kalau lia di bandingkan dan selalu di pojokan oleh kesalahan yang di lakukan Difan kak"
Tidak kuat melihat adiknya menangis akhirnya Novi memeluk adik nya agar tenang dan tidak menangis lagi karna jika dia memangis terus terusan sepeeti ini akan berdampak banyak yang berpikir hal yang aneh aneh dan akan memperburuk keadaan,Novi yang merasakan apa yang adiknya rasakan tak bisa melakukan apa apa hanya bisa mensuport adiknya supaya tidak selalu memasukan hati apa yang dia dengar dari ibu nya.
__ADS_1