
ย
Difan sang adiknya Aulia bersikeras belajar dengan tekun agar mendapatkan nilai yang bagus agar naik kelas dengan nilai yang bagus, dengan tekad yang kuat Difan terus belajar dan belajar.
Melihat ketekunan sang adik Aulia lun menghampiri sang adiknya,
ย
"Difan kamu rajin sekali dek"
"ia kak, Difan kan pengen seperti kakak yang rajin belajar dan tekun agar mendapatkan nilai yang bagus kak"(tersenyum kepada kakak nya)
"ya susah kamu jangan sampai lupa makan yaa ingat belajar boleh tali ingat waktu untuk istirahat dan menjaga stamina tubuh yaa Difan"
"oke kak,itu mah siap"
Melihat senyum adiknya Aulia sangat merasakan kebahagian yang sudah lama hilang tumbuh kembali dan membuat dia tidak memikirkan hal yang akan membuat dia jatuh sakit lagi.
Neta menghampiri Aulia yang sedari tadi tersenyum sendirian
__ADS_1
"Aulia, kamu kok senyum senyum sendiri ada apa sih (menatap anak nya)"
" ini loo bu Difan dia ingin menjadi aku yang rajin belajar tapi hampir saja lupa makan bu"
"terus dimana adik mu sekarang apa dia sudah makan?"
" sudah bu tadi aku yang membawanya ke kamar"
"ya sudah ibu ke kamar dulu ya ibu tinggal gak papa kan"
"gak papa bu"
Robert yang selalu ada disaat anaknya terpuruk pun samoyai sekarang masih selalu bersamanya tapi karna sibuk bekerja Robert tidak bisa lagi selalu bersama anaknya jarang sekali dia menghampiri Aulia anak perempuan satu satunya,karna kesibukan nya bekerja Aulia pun mengerti akan keadaan ayah nya dan dia pun tidak bisa memaksakan kehendaknya.
Hingga suatu saat Neta kehilangan kendali karna pekerjaan nya yang menumpuk dan pikirannya yang mulai kacau,membuat dia susah mengontrol emosinya dan membuat dia marah marah yang gak jelas dan melampiaskan ke marahanya ke pada Difan dan Aulia
"dasar anak gak guna kalian bikin susah saja sana minggir (bentak Neta terhadap Difan dan Aulia)"
"ibu kenapa marah marah begini bu"
__ADS_1
"sudah kau dia saja lia saya capek kau ini sudah jelas jelas kau melihat aku capek malah kau bertanya dimana otak kau haaa anak gak berguna kau"
Tanpa Neta ketahui karna amarahnya yang masih menggebu gebu terhadap anak nya Neta tak menggubris panggilan dari Difan bahwasanya Aulia pingsan dan gak sadarkan diri, tanpa berpikir panjang Difan pun menelpon sang ayah memberitahu bagaimana keadaan sang kakaknya yang tergeletak lemas di lantai.
Mendengar tuturan kabar bahwa Aulia pingsan Robert pun menjalan kan mobil nya menuju rumah nya dan menghampiri anak nya,tak butuh waktu lama Robert pun menggendong Aulia menuju mobil dan membawa dia ke rumah sakit terdekat,karna dia sangat takut kehilangan Aulia anak perempuan yang selaku menuruti perintah nya.
Akhirnya sampai di rumah sakit suster dan dokter pun menghampiri dan memeriksa Aulia, ditempat Robert dan Difan sangat menakutkan akan kehilangan seseorang yang paling disayangi nya hingga Difan angkat bicara kepada sang ayah nya.
"ayah sebenarnya ibu tadi marah marah terhadap kami yah,ibu bentak kami karna masalah pekerjaan yang sangat menumpuk dan sulit untuk berpikir yah" (menunduk)
"ia sayang ayah paham nak tapi apakah Kakak kmu menjawab atau bertanya kepada ibu kenapa dia bisa marah seperti itu?"
"ia ayah kak Aulia bertanya dengan lembut sekali tapi dengan pertanyaan nya kak Aulia ibu semakin marah ayah dan dia membentak keras kak Aulia sampai pingsan"
Tak membutuhkan waktu lama dokter pun keluar dari ruangan Aulia,melihat dokter yang keluar Robert pun bertanya apa yang terjadi pada putrinya apa dia baik baik saja.
"dok,bagaimana keadaan anak saya dok apa dia baik baik saja?"
"Alhamdulillah dia baik baik saja dan syukurlah bapak dengan segera membawa anak bapak ke rumah sakit karna jika bapak telat maka Aulia akan meninggalkan dunia pak"
__ADS_1
Mendengar tuturan kata sang dokter Robert pun menghampiri anak nya dan mengusap kepala anaknya dan berbicara sendiri,karna Aulia belum sadarkan diri membuat Robert tertekan dan membuat dia merasa kecewa tidak bisa merawat anak gadisnya.