
Prolog : Sementara itu para pangeran sedang berkumpul di ruangan kerja di markas rahasia yang sedang berdiskusi mengenai strategi militer yang akan mereka lancarkan untuk merebut kembali tanah dan kerajaan mereka yang dijajah. Saat mereka berdiskusi terdengar suara ketukan pintu dari Profesor Dr. C. Setelah Profesor Dr. C keluar dari ruangan khusus itu, para pangeran yang tengah berdiskusi itupun mengakhiri diskusi mereka. Mereka pun sepakat untuk menemui pujaan hati mereka. Mereka pun keluar dari ruangan khusus itu menuju kamar di markas rahasia itu. Setibanya mereka di kamar itu, mereka terkejut saat para gadis itu sedang mengganti pakaian di ranjang mereka karena masih dalam keadaan di infus. Para pangeran pun langsung membalikkan badan mereka. Kemudian para tuan putri itu bergegas mengenakan pakaian mereka dan setelah usai para putri menanggil pangeran yang menggendong mereka.
Tok... Tok... Tok.... Permisi Yang Mulia, bolehkah hamba masuk ? "Profesor Dr. C yang telah tiba di depan pintu ruang khusus kerja Pangeran mengetuk pintu dan berusaha memanggil".
Iya silahkan masuk. Ada maksud apa pak profesor datang ke ruangan ini ? "Pangeran Y yang membukakan pintu karena mendengar suara ketukan pintu dan menanyakan kepada profesor maksud kedatangannya".
Yang Mulia ampuni hamba, maafkan hamba lancang datang ke ruang kerja Yang Mulia. Hamba kesini karena diminta tolong oleh tu... maksud hamba gadis yang Para Yang Mulia Pangeran gendong. "Profesor Dr. C yang hampir keceplosan menyebutkan identitas pasiennya memberitaukan perihal kedatangannya dan bersujud memohon ampun kepada para pangeran".
Pak dokter bangunlah, saat ini kita tidak sedang di istana, Bapak juga lebih tua dari kami. Kami akan segera kesana. Pergilah. "Pangeran Y pun membangunkan pak Profesor Dr. C yang sedang bersujud di hadapannya".
Baiklah Yang Mulia, hamba pamit undur diri. "Profesor Dr.C membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan itu".
Prolog : Setelah keluarnya Profesor Dr.
C, para Pangeran pun mengakhiri diskusi mereka di ruang rahasia. Mereka pun mengunjungi kamar pujaan hati mereka. Para Pangeran pun telah sampai di kamar Para Tuan Putri.
Siapa di antara kalian bertiga yang menggendongku ? Kemari dan mendekatlah padaku. "Putri P yang telah usai berpakaian pun langsung menanyakan siapa yang menggendongnya".
Aku yang menggendongmu. Ada apa kamu mencariku ? "Pangeran X pun membalikkan badan kembali dan bertanya kenapa Putri P mencarinya kemudian menghampiri sang putri".
Maaf karena aku memanggilmu karena aku sedang di infus jadi tidak bisa bergerak secara leluasa. Aku ingin berbincang sedikit padamu. Kenalin namaku P. Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah menolongku dan menyelamatkan nyawamu. Saat ini aku tidak dapat memberimu imbalan. Sebagai pengganti imbalan, aku bersedia menjadi pelayanmu. "Putri P pun berbincang dengan Pangeran X. Perbincangan itupun membuat semua yang ada di ruangan itu sukses terkejut dengan ucapan sang putri yang identitasnya tidak diketahui para pangeran".
Kakak, apa yang kakak katakan ? Aku tidak setuju kak. "Putri Q adik dari Putri P yang kaget sukses membelalakkan matanya hingga teriakan tidak setuju keluar dari mulut Putri Q".
Sebelumnya
Kakak, apa yang kakak katakan ? Aku tidak setuju kak. "Putri Q adik dari Putri P yang kaget sukses membelalakkan matanya hingga teriakan tidak setuju keluar dari mulut Putri Q".
Adikku, itu imbalan yang pantas untuk mereka yang telah menyelamatkan kita. Jika mereka tidak menyelamatkan nyawa kita, apa adik mau kita di cabik - cabik oleh para hiu ? Atau jika kita di temukan oleh para orang asing itu, apa adik sanggup menjadi pelacur yang memuaskan nafsu mereka ? kakak lebih baik mati di telan hiu dari pada menjadi pelacur mereka. "Putri P pun menasihati adiknya Putri Q".
Kakak memang benar. Tapi kak aku tidak tau tentang bekerja kak. "Putri Q pun akhirnya setuju dengan nasihat sang kakak dan kembali merenung di ranjangnya karena masih di infus".
Sudah kalian berdua tenanglah jangan berdebat. Aku tidak akan mempekerjakan kalian. Tetapi kamu setuju menikah denganku P ? Kamu boleh menolak jika tidak menyetujuinya. Aku akan kasih kamu waktu untuk berpikir. "Pangeran X memberikan pernyataan yang membuat semua kaget lalu kemudian berjalan ke luar ruangan untuk memberikan yang lain waktu berbincang".
Kalian mendengarnya bukan ? Apakah ucapan tuan tadi memberi pernyataan padaku ? Apa aku tidak salah mendengarnya ? "Putri P yang kaget pun meyakinkan diri bertanya pada semuanya apakah dia salah dengar dan kemudian wajahnya bersemu merah merona bak kepiting rebus dengan rasa seperti nano - nano hatinya".
Tidak nona, kamu tidak salah mendengarnya, karena kami semua mendengarnya. "Pangeran Y pun meyakinkan Putri P".
Tetapi boleh aku bertanya padamu, siapakah nama tuan tadi ? "Putri P yang masih penasaran dengan namanya pun bertanya kepada kedua tuan pangeran yang masih di dalam ruangan itu".
Namanya Pangeran X. "Pangeran Z pun menjawab pertanyaan sang putri".
Oh baiklah tuan, dapatkah tuan membantuku untuk memberitaukan temuilah aku malam ini di kamar yang dekat pojokan lantai dua. Karena aku akan di pindahkan kesana oleh Pak dokter. "Putri P pun meminta bantuan kepada kedua pangeran untuk menyampaikan pesan darinya kepada Raja X".
Baiklah, aku akan menyampaikan padanya. "Pangeran Y pun menerima titipan pesan dari Putri P untuk Pangeran X".
Ya sudah temuilah adikku, kamu pasti ingin berbincang pada adikku Q. "Putri P yang sejak tadi memperhatikan jika Pangeran Y terus memandangi adiknya Putri Q kemudian sedikit menggoda Pangeran Y kemudian tidur memejamkan matanya dan memasang headset di telinganya seakan mendengar musik tetapi ingin mendengar seluruh percakapan mereka".
Bagaimana dia tau aku ingin menemui Q ? "Pangeran Y bergumam tetapi terdengar oleh Q kemudian berjalan menghampiri ranjang Q".
Hei tuan kenapa kamu bergumam begitu ? Aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Kakakku memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain, dan aku memiliki kemampuan pendengaran yang tajam. Jika kamu ingin mengatakan atau memikirkan sesuatu terhadap kami, maka berhati - hatilah. "Putri Q yang mendengar gumaman dan suara hati Pangeran Y pun langsung memberitaukan rahasia dia dan kakaknya".
Oh pantaslah jika seperti itu. Ya sudah apa yang ingin kamu bincangkan padaku ? Dan kenapa kamu memanggilku dan pangeran lainnya ? "Pangeran Y pun memulai perbincangan".
Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah menyelamatkan nyawaku dan saudariku. Apa yang kamu inginkan sebagai imbalan ? Aku tidak ingin berhutang budi padamu. "Putri Q pun langsung berbicara to the point secara ceplas ceplos yang membuat semua kaget".
Baiklah, apa kamu bersedia menikah denganku ? Aku akan memberikan waktu kamu berpikir. Temuilah aku jika kamu telah selesai memikirkannya. "Pangeran Y pun menyatakan perasaannya kepada gadis pujaan hatinya Putru Q lalu berjalan keluar kamar. Putri P yang mendengarkan menahan rasa tertawanya sejak tadi".
Ayo kita pindah kamar. "Putri P turun dari ranjang kemudian naik kursi roda yang telah disiapkan Dokter C kemudian mengikuti kemanapun Dokter C karena Dokter C yang mendorong kursi roda putri P".
Ayo kita menyusul, kamu juga harus di pindahkan atas perintah Pangeran Y. "Dr.D asisten Dr.C pun mendorong Putri Q dari kursi roda yang telah disiapkan Dr. D".
__ADS_1
Prolog : Akhirnya di dalam ruangan tersebut hanya tinggal Pangeran Z dan Putri R dengan kegugupan dan keheningan luar biasa. Hingga Pangeran Z mengumpulkan keberanian untuk memulai perbincangan.
Apakah kamu sudah baik nona ? Dan kata Dr. C nona memanggil saya. Ada apakah memanggil saya nona ? "Pangeran Z yang telah selesai mengumpulkan keberanian pun akhirnya memulai perbincangan yang memecah keheningan di antara mereka berdua".
Iya tuan, aku sudah baik - baik saja. Iya tuan, aku memanggilmu karena aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepadamu tuan karena telah menyelamatkan nyawaku, aku tidak ingin berhutang budi pada tuan. Jadi apakah yang tuan inginkan untuk balasan budi yang tuan berikan padaku ? "Putri R pun berbincang dengan Pangeran Z".
Dari awal aku menggendongmu, aku menyukaimu. Setiap memandangmu, aku merasa telah mengenalmu sangat lama. Aku juga tidak tau mengapa aku bisa merasa seperti itu. Jadi maukah kamu bertunangan dan menikah denganku ? Kamu juga tidak perlu terburu - buru memikirkannya karena aku tidak ingin memaksamu. "Pangeran Z pun memberitau isi hatinya kepada Putri R".
Aku bersedia, aku juga merasakan hal yang seperti tuan rasakan. Entah rasa itu berasal dari mana datangnya, aku tidak mengetahuinya. Aku menerimamu karena ketulusan yang terpancar dari dirimu. Dapatkah aku menyerahkan diriku kepada tuan ? "Putri R pun tanpa ragu menjawabnya".
Jika kamu menginginkannya, maka serahkanlah dirimu kepadaku. Haha aku bercanda. Terima kasih karena kamu telah menerimaku. Aku berjanji akan menjadi kekasih abadimu selamanya. "Pangeran Z pun merasa bahagia dan mengelus - elus kepala Putri R yang sedang berbaring di ranjang dengan infusnya".
Prolog : Sementara itu Pangeran Y mencari jejak keberadaan Pangeran X untuk menyampaikan pesan yang dititipkan kepadanya dari Putri P untuk Pangeran X. Sementara itu Pangeran Z pun keluar dari kamar kekasihnya dengan rasa berbunga - bunga yang tidak dapat dijelaskan maknanya secara terperinci.
X, kenapa kamu berada disini ? Aku mencarimu ke seluruh markas ini dan ternyata kamu berada disini. Aku ingin menyampaikan pesan kepadamu. "Pangeran Y yang telah mencari Pangeran X ke seluruh penjuru markas rahasia itupun, akhirnya menemukan Pangeran X berada di pantai yang tidak jauh dari markas rahasia. Pangeran Y pun menghampiri Pangeran X".
Iya aku takut jika gadis yang bernama P itu menolak hatiku. Mungkin aku juga telah membuatnya terkejut. Oh iya, apa yang mau kamu sampaikan kepadaku ? "Pangeran X pun menjawab pertanyaan Pangeran Y dan menanyakan pesan yang di bawa Pangeran Y".
Gadis yang bernama P itu berpesan agar kamu datang menemuinya di kamar barunya. Lantai dua yang paling pojok itu. "Pangeran Y pun menyampaikan pesan yang dititipkan oleh Ratu P untuknya dan harus di sampaikan kepada Pangeran X".
Oh baiklah Y, terima kasih telah menyampaikan pesan padaku. Aku akan menemuinya sebentar lagi. "Pangeran X pun berterima kasih kepada Pangeran Y karena Pangeran Y telah menyampaikan pesan untuknya".
Prolog : Sementara itu Putri P pun sangat gelisah di kamarnya karena takut Pangeran X tidak akan datang menemuinya. Setelah Putri P membuyarkan lamunannya, Putri P pun kaget jika Pangeran X telah berdiri di hadapannya.
Aih, kapan Pangeran X tiba ? aku tidak melihatmu masuk. Maafkan aku Pangeran X. "Putri P yang kaget ketika melihat Pangeran X berdiri di hadapannya pun membuat Putri P teriak kaget dan kemudian meminta maaf kepada Pangeran X".
Aku sudah masuk sejak kamu membuyarkan lamunanmu. Apakah yang sedang kamu pikirkan hingga kamu tidak menyadari ada orang yang masuk ke kamarmu ini ? "Pangeran X pun menanyakan masalah Putri P karena Pangeran X melihat Putri P melamun di ranjang".
Oh iya Pangeran X datang kesini ada masalah apa ? "Putri P pun menanyakan kehadiran Pangeran X ke kamarnya".
Bukankah kamu yang memanggilku kemari melalui Pangeran Y ? "Pangeran X pun bingung dan menanyakan kembali maksud pemanggilan dirinya".
Oh iya maaf aku melupakannya pangeran. Maaf Pangeran apakah Pangeran dapat menutup pintu itu agar kita bisa berbicara lebih santai ? "Putri P yang masih di infus di kamar barunya itu pun meminta pangeran untuk menutup pintu kamarnya".
Yang aku ingin katakan pertama tentang jawabanku untukmu pangeran, yang kedua tentang identitasku. Pangeran ingin mendengar mana yang lebih dahulu ? "Putri P pun memulai topik pembicaraan".
Baiklah, aku ingin mendengar tentang identitasmu terlebih dahulu kemudian tentang jawaban hatimu untukku. "Pangeran X meminta jawaban identitas terlebih dahulu".
Oke baiklah Pangeran aku akan menceritakannya. "Putri P pun bersiap memulai ceritanya kepada Pangeran X".
Namaku P, nama adikku Q dan nama saudara lelakiku S. Kami pemilik Pulau B di sebrang yang tidak jauh dari pulau A ini. Kami bisa terdampar di Pulau A ini karena kami menyelamatkan diri dari penjajah keparat itu. Kami tidak ingin menjadi budak ataupun pelacur dari para penjajah itu. Maafkan kami karena telah menutupi identitas kami. Dan juga aku bersedia menikah denganmu Pangeran X. "Putri P pun menceritakan segalanya dengan kejujuran dan menerima hati Pangeran X".
Benarkah ? Apa kamu menerima hatiku ? "Pangeran X yang kaget dan takut salah dengar ucapan dari Putri P pun menanyakan kembali kepada Putri P untuk meyakinkan dirinya".
Iya Pangeran X, aku menerima hatimu karena aku juga sebenarnya jatuh hati padamu. "Putri P pun menjawabnya untuk meyakinkan diri Pangeran X dan juga demi meyakinkan dirinya sendiri".
Terima Kasih karena telah menerima hatiku. Tetapi kita tidak dapat menikah dalam waktu dekat ini karena kita harus mengusir para penjajah itu terlebih dahulu dan merebut kembali tanah dan rakyat kita yang di jajah. Setelah itu baru kita dapat melangsungkan pernikahan kita dan juga dapat mengambil hati rakyat agar setia kepada Istana kita. "Pangeran X pun berterima kasih kepada Putri P dan memberikan alasan tidak dapat menyegerakan melakukan Pernikahan dengan Putri P".
Tidak perlu berterima kasih Pangeran. Aku menyetujui alasanmu. Aku rasa kamu benar pangeran, kita harus menyelamatkan rakyat kita dari para penjajah keparat itu. Aku akan menunggu sampai hal itu tiba. "Putri P pun menyetujui pendapat Pangeran X".
Baiklah sudah malam, kamu tidurlah. Aku akan pergi ke kamarku. Semoga cepat sembuh dan mimpi yang indah sayang. "Pangeran X pun mencium dahi Putri P dan berjalan ke pintu dan keluar dari kamar Putri P menuju kamarnya".
Prolog : Pangeran X pun keluar dari kamar Putri P menuju ke kamarnya. Para Pangeran, Para Putri, Dr. C dan asisten Dr. C yaitu Dr. D pun akhirnya telah tidur di kamar mereka masing - masing yang telah disediakan di Markas Rahasia Pulau A itu. Akhirnya Pagi pun telah tiba.
Tok... tok... tok... Selamat pagi Pangeran X, saya Winsa pelayan di Markas Rahasia ini, saya datang untuk memberitau jika para Pangeran telah menunggu anda di ruang kerja. "Winsa Pelayan Markas Rahasia mengetuk pintu kamar Pangeran X dan memberitaukan perihal kedatangannya dari balik pintu".
Terima kasih Winsa. Aku akan pergi ke ruang rapat sebentar lagi. Aku masih bersiap. "Pangeran X pun menjawab Winsa dari balik pintu kamarnya karena lagi bersiap - siap".
Baiklah Pangeran X saya pamit undur diri. "Winsa yang mendengar jawaban Pangeran X di balik pintu itupun berpamitan karena pesannya telah sampai kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan hidangan untuk Para Pangeran dan Para Tuan Putri".
Sebaiknya aku ke kamar Putri P. Sepertinya kamar Putri P telah di pindah dekat dengan kamarku. "Pangeran X yang telah selesai bersiap pun keluar kamar menuju kamar Putri P".
__ADS_1
Tok... Tok... Tok... Putri P maaf mengganggu, apakah kamu sudah bangun ? Aku Pangeran X, bolehkah aku masuk ? "Pangeran X yang telah sampai di depan pintu kamar Putri P pun mengetuk pintu kamar".
Masuklah Pangeran X, aku sudah bangun. "Putri P yang mendengar ketukan pintu kamar dan suara Pangeran X pun menyuruh Pangeran X masuk".
Bagaimana keadaanmu sayang ? Apakah sudah lebih baik ? Apa yang kamu butuhkan sayang, aku akan melakukannya. "Pangeran X pun masuk dan mengunci pintu kamar kemudian menghampiri Putri P yang masih dalam keadaan di infus".
Aku lapar sayang. Sudah bolehkah aku makan ? dan juga dapatkah kamu melepaskan infus ini ? Aku lelah hanya berbaring terus di ranjang ini. "Putri P pun mengeluh kepada Pangeran X kekasihnya itu".
Baiklah sayang, aku akan membantumu melepaskan infus dan menyuruh Winsa untuk mengantarkan makanan ke kamarmu. Aku tidak bisa berlama - lama disini. Aku harus rapat dengan Para Pangeran lain. Nanti aku akan menemuimu kembali sayang setelah rapat selesai. "Pangeran X pun melepaskan infus atas permintaan Putri P kekasihnya itu. Kemudian Pangeran X pamit kepada Putri P dan berjanji akan menemui Putri P kembali setelah selesai rapat. Setelah melepas infus selesai, Pangeran X pun mencium dahi Putri P kemudian berjalan keluar menuju ruang rapat".
Tok... Tok... Tok.... Tuan Putri, saya Winsa. Tadi Pangeran X meminta saya untuk mengantarkan makanan untuk anda. Bolehkah saya masuk ? "Winsa Pelayan Markas Rahasia Pulau A itu mengetuk pintu kamar Putri P untuk mengantarkan hidangan".
Masuklah Winsa. Terima kasih karena kamu telah bersedia mengantarkan makanan untukku. Winsa, apakah kamu sudah makan ? Ayo duduk dulu dan makanlah bersamaku. "Putri P menyuruh Pelayan Winsa untuk masuk dan juga mengajaknya untuk makan bersama".
Maaf yang Mulia Tuan Putri, bukan maksud saya menolak tawaran Tuan Putri. Tetapi saya tidak diizinkan untuk makan bersama Pangeran ataupun Tuan Putri dari Kerajaan manapun. "Pelayan Winsa pun menghidangkan makanan Tuan Putri dan menjawab dengan gugup karena kaget dengan ajakan Putri P".
Bahkan jika Para Pangeran ataupun Para Tuan Putri yang mengajakmu makan bersama ? "Putri P pun langsung menanyakan menyelidik".
Iya Tuan Putri. Kecuali itu sebuah titah bukan ajakan. Hanya titahlah yang wajib untuk di laksanakan. "Pelayan Winsa pun menjawab pertanyaan Sang Putri".
Baiklah, jika seperti itu aku memberimu titah untuk menemani dan makan bersamaku hingga Pangeran X kembali ke kamar ini dan juga aku ingin kamu menjadi temanku. "Putri P pun memberi titah walaupun sebenarnya Putri P tidak ingin seperti itu".
Saya Winsa siap menerima dan melaksanakan titah Tuan Putri P. "Pelayan Winsa pun menerima titah dan melaksanakan titah itu".
Prolog : Sementara itu di ruang rapat khusus, Pangeran X pun tiba di ruangan rapat. Pangeran X pun melihat Pangeran S, Pangeran Y dan Pangeran Z berada di depan sebuah miniatur tanah liat dimana mereka akan membahas strategi melalui miniatur itu.
Maafkan aku Pangeran S, Pangeran Y dan Pangeran Z jika aku datang terlambat. Tadi aku singgah dan membantu Putri P dulu. Wah miniatur apakah ini ? "Pangeran X yang baru tiba pun menghampiri Para Pangeran itu dan mereka berdiri mengelilingi miniatur".
Tidak apa Pangeran X, kami belum memulai diskusi. Coba Para Pangeran lihat miniatur ini. Anggaplah miniatur ini negara kita. Lihat ini adalah pasukan penjajah itu, kita harus meminta bantuan rakyat kita yang kita ungsikan di Pulau T untuk menjadi prajurit yang membantu kita mengusir para penjajah itu. "Pangeran Y pun memaklumi karena kondisi Para Tuan Putri dan juga menunjukkan strategi kepada para Pangeran".
Aku menyetujuinya. Tapi permasalahannya terletak pada persetujuan atau tidaknya dari rakyat. Siapa yang mau mengambil tugas untuk meluluhkan hati rakyat ? "Pangeran Z pun menyetujui strateginya Pangeran Y".
Prolog : Pangeran Y dan Pangeran Z pun saling menatap dan melirik siapa yang dapat mengemban tugas penting itu. Mereka melirik Pangeran S dan Pangeran X secara bergantian untuk memilih diantara mereka siapa yang cocok mengemban tugas itu. Pangeran S dan Pangeran X pun tersadar jika Pangeran Y dan Pangeran Z sedang melirik mereka berdua.
Hei... Apa yang kalian lirik kedua pangeran ? Apakah kalian bermaksud memberikan tugas itu kepada kami ? kenapa bukan di antara kalian berdua yang mengambil tugas itu ? "Pangeran S yang tersadar sedang dilirik pun langsung mengerti maksud dari tujuan Pangeran Y dan Pangeran Z itu".
Karena ini tugas penting. Rakyat kita sebagian sudah dicuci otaknya sama penjajah itu. Walaupun begitu, alam sadar mereka dapat memilih mana yang dapat di percaya atau tidak. Kalau Pangeran Z tidak mungkin karena rakyat sedang tidak mempercayainya. Apalagi aku yang tidak begitu perduli atau perhatian kepada rakyat. Maka dari itu kalian berdualah kandidat yang tepat. Atau bagaimana jika kalian berdua bertugas bersama ? "Pangeran Y pun berusaha membujuk Pangeran S dan Pangeran X".
Ada benarnya. Aku sih setuju saja. Bagaimana denganmu Pangeran X ? Apakah kamu menyetujuinya ? "Pangeran S pun menyetujui untuk mengemban tugas itu dan menanyakan persetujuan Pangeran X".
Baiklah aku menyetujuinya. Besok kita akan berangkat ke Pulau T yah Pangeran S. Dan apakah diskusi kita telah selesai ? Aku ada janji pada Putri P yang harus dipenuhi sebelum keberangkatanku besok. "Pangeran X pun menyetujui".
Ok baiklah diskusi kita telah usai. Kalian boleh kembali melakukan kegiatan masing - masing. "Pangeran Y pun mengakhiri diskusi dan mempersilahkan Para Pangeran Lain mengurus kegiatannya masing - masing".
Pangeran X, apa kamu ingin bertemu adikku P ? Tolong berikan surat ini kepadanya. Oh iya apakah adik - adikku P dan Q baik - baik saja ? Dan apakah Sepupu kami R baik - baik saja ? Tolong bantu aku menjaga mereka yah. "Pangeran S pun menitipkan sebuah surat kepada Pangeran X untuk diberikan kepada adiknya".
Baiklah, aku akan menyampaikannya. Dan juga terima kasih karena kamu merestui hubungan kami dan mempercayakan mereka kepadaku. "Pangeran X pun berterima kasih kepada Pangeran S".
Prolog : Diskusi telah selesai. Para Pangeran pun telah keluar dari ruang kerja itu. Pangeran X bergegas menuju kamar Putri P, Pangeran Y pun bergegas menuju kamar Putri Q dan Pangeran Z pun bergegas ke kamar Putri R. Sementara itu Pangeran S pun menuju dapur bermaksud mencari makanan. Pangeran S tidak melihat keberadaan siapapun di dalam dapur. Pangeran S pun berjalan menuju kulkas.Winsa yang sedari tadi di dapur sendirian merasa tidak ada orang, Winsa pun telah selesai mencuci piring. Winsa pun membawa tumpukan piring. Saat Winsa berjalan melewati kulkas, Winsa terkejut melihat ada orang di dapur yang tadinya kosong. Winsa pun terpleset dan hampir menjatuhkan tumpukan piring, tetapi itu tidak terjadi karena Pangeran S saat itu sedang refleks tangan sebelah kiri menangkap Winsa dan sebelah kanan menangkap tumpukan piring.
Maafkan saya Pangeran S, saya terkejut melihat Pangeran berada disini. Karena sedari tadi saya sendirian di dapur ini. "Winsa yang menerima bantuan Pangeran S dan mengambil tumpukan piring di tangan Pangeran S".
Sudah tidak perlu minta maaf. Lain kali hati - hati yah. Winsa, dapatkah kamu membuatkan makanan untukku ? Aku lapar. "Pangeran S pun duduk di meja makan yang ada di dapur menunggu Winsa memasak".
Baik Pangeran akan aku buatkan. Tunggulah di situ. Pangeran S ini telah selesai. Makanlah selagi panas. Dan aku minta maaf jika rasanya tidak sesuai selera Pangeran. "Winsa pun memasakkan makanan untuk Pangeran S dan selesai masak, Winsa pun menghidangkan makanan itu untuk Pangeran S".
Terima kasih Winsa. Ini sangat enak. Winsa, apakah kamu sudah memiliki kekasih ? "Pangeran S memuji masakan Winsa kemudian menanyakan tentang kekasih Winsa hendak menyelidiki sambil menyantap makanannya tetapi pertanyaan itu membuat Winsa sangat terkejut dan salah tingkah".
Tidak Pangeran, aku tidak memiliki kekasih. Tetapi kenapa Pangeran menanyakan hal ini kepadaku ? "Winsa yang kaget tetap menjawab Pangeran S dengan pikiran yang bingung dan tanya tanda besar".
Aku menyukaimu Winsa, bolehkah aku mengisi hatimu sebagai kekasih ? "Pangeran S menyatakan perasaannya sambil menyantap makanannya yang membuat Winsa Kaget dan tidak percaya".
__ADS_1
Salam Author,
Keith Retno Habibah SE