
Rere enggan melewatkan adegan romantis malam itu begitu saja. Ia ingin melanjutkan ke adegan yang lebih panas. Gairahnya tengah membara. Lelaki yang baru saja menciumnya itu berhasil menyulut hasrat Rere untuk bercinta.
" Sayang," Bima berusaha melonggarkan pelukan Rere, " Kita lanjut nanti yah? Ada yang harus kuurus dengan Seno. Tunggu aku di kamar ya!"
Rere mengikuti arah pandangan Bima, tampak Seno sudah menunggunya. Sepertinya ada hal penting yang harus segera mereka selesaikan. Meskipun kesal, Rere tak punya pilihan selain mengikuti perintah suaminya.
***
Sementara itu, di tempat lain, Azka sedang bertengkar hebat dengan istrinya
" Dasar wanita murahan!" maki Azka bengis, Ternyata selama ini kamu masih memendam perasaan untuk bajingan itu?!"
" Cemburu?!" sergah Mega
Azka menarik tubuh istrinya kasar, " Cemburu?! Wanita murahan seperti kamu ngga pantes buat dicemburuin!" Ia melempar tubuh istrinya ke sofa.
" Bajingan itu sudah mencampakkanmu bahkan sejak pertama kali kau menyukainya tapi dengan bodohnya masih saja kau rayu Bima yang sama sekali tak mengacuhkanmu. Apa kau tak punya harga diri?!" Azka melempar gelas di meja ke dinding.
Pecahan kaca berhamburan di lantai kamar.
" Kalau kau tak punya banyak harta setidaknya punyalah martabat sebagai wanita!" lanjut Azka.
Perkataan Azka terasa jauh lebih menyakitkan daripada penolakan Bima atas cintanya.
__ADS_1
" Martabat?!" Mega bangkit lalu mendorong suaminya, " Kamu lupa?! Kamulah yang merenggut harga diri dan martabatku! Kalau kau tidak menghamiliku waktu itu, aku ngga akan pernah berpaling dari Bima. Dasar bajingan!" Mega yang tak kalah emosi, memaki balik suaminya
Plak
Sebuah tamparan mendarat di pipi Mega
" Dasar kurang ajar. Wanita tak tau diuntung! Aku sudah menyelamatkanmu dari kemiskinan! Aku memberimu martabat sebagai wanita terhormat di keluarga Wardoyo, tapi ini balasanmu?!" Azka menjambak rambut Mega.
Didepan wajah Mega yang hanya berjarak sekitar 5 centi Azka berteriak, " Berani-beraninya kamu menggoda bajingan itu di hadapanku, di pemakaman kakekku!" Azka kembali melempar tubuh Mega ke lantai. " Biar ku habisi bajingan itu!" Azka pergi meninggalkan Mega seorang diri.
Azka tengah terbakar emosi, ia benar-benar berniat menghajar Bima di kamarnya. Ia mengetuk kamar Bima, namun yang didapati hanya Rere yang tengah mengenakan mini dress berwarna merah maroon yang dibalut cardigan putih, sangat anggun. Kesal karena tak menemukan Bima, Azka melampiaskan amarahnya pada Rere.
Azka mendorong tubuh Rere hingga terjatuh ke ranjang. Ia mencoba untuk mencumbu Rere yang terus memberontak. Rere mencoba bangkit dan menampar Azka.
Plak
" Sudahlah, ngga usah sok suci! Aku tahu kau pernah menyukaiku tapi takut mengakuinya dan kau memilih Bima untuk melampiaskan dendammu karena tahu aku sudah menikahi Mega, kan?!"
" Dasar gila!" Rere berusaha membebaskan diri dari cengkraman Azka, tapi sia-sia.
" Malam ini, Bima harus merasakan kehancuran yang tidak pernah dibayangkannya."
Rere menendang ************ Azka. Azka yang merasa kesakitan, sontak mundur terhuyun. Rere mengambil kesempatan itu untuk menelpon suaminya.
__ADS_1
Prak. Ponsel Rere jatuh ke lantai.
Tendangan Rere membuat Azka makin murka. Ia mulai menjambak rambut Rere lalu menciumi ganas wajah dan leher Rere
" Toloooong!" Rere berusaha teriak sekuatnya tapi tak kunjung ada yang datang.
' Halo, sayang kamu kenapa?' tanya Bima diseberang ponsel yang tergeletak di lantai.
Tak kunjung mendapat jawaban, Bima yakin ada yang sedang terjadi pada istrinya.
Bima segera berlari sekuat tenaga menuju kamar Rere
Rere tak mau menyerah, ia terus mendorong tubuh Azka menjauh darinya. Tapi, ia mengalami kesulitan karena tubuh Azka yang jauh lebih besar dan kuat darinya. Rere membenturkan kepalanya ke jidat Azka dengan sekuat tenaga. Azka yang tidak siap dengan serangan Rere terhuyun lalu jatuh ke lantai.
Ketika Rere hendak kabur, ia berhasil menarik kaki Rere dan membuatnya ikut jatuh ke lantai. Azka memanfaatkan kesempatan itu untuk menggerayangi tubuh Rere. Kali ini cengkramannya lebih kuat. Rere yang terus memberontak akhirnya kehabisan tenaga. Ia tidak mampu lagi melepaskan diri. Ia menangis, memohon pertolongan.
Buk! Bima baru saja menjatuhkan bogem ke wajah Azka. Mereka lalu bergelut, saling meninju, menendang dan melempar. Azka yang juga mulai kehabisan tenaga akhirnya jatuh tersungkur ke lantai, Bima memanfaatkan kesempatan itu untuk menghajar wajah Azka bertubi-tubi. Namun Rere segera menghentikannya. Ia tak mau suaminya menjadi pembunuh.
***
Malam itu Azka langsung pulang ke Randu Ginting bersama sopir pribadi yang segera menjemputnya di vila. Wajah Azka babak belur dan ada banyak memar di sekujur tubuhnya. Ia tak terima dengan penghinaan Bima malam itu dan berjanji akan segera membuat perhitungan.
***
__ADS_1
Rere sedang mengobati luka-luka di tubuh Bima. Ia masih sangat syok, tak menyangka Azka yang dikenalnya tega berbuat sekejam itu padanya. Bima memeluk Rere, berusaha menenangkan istrinya yang tengah terguncang. Ia sedikit kecewa karena malam panasnya bersama Rere jadi terlewat begitu saja. Namun, jauh di lubuk hatinya ia bersyukur karena masih memiliki istrinya utuh, tanpa kekurangan satu apapun. Ia berjanji akan menjaga dan melindungi Rere lebih baik lagi.