
Terlihat seseorang yang sedang berlari menuju gerbang masuk desa bagian utara,di sana sudah terdapat banyak mayat Prajurit elf yang tewas mengenaskan.
Ada yang badan nya terbelah menjadi dua hingga ada yang kepala nya terlepas dari badan.
"Mengerikan sekali..."Ferdi pun merasa ketakutan dengan apa yang terjadi kepada para Prajurit elf.
Xiao Ling yang menyusul nya dari belakang juga ikut kaget."hiks...hiks...hiks"Xiao Ling menangis ketika pandangan nya tertuju kepada mayat seorang elf yang ternyata adalah ibunya.Dia menghampiri mayat ibunya yang sudah tergeletak di gerbang.
Ketika Ferdi melihat sesuatu dari depan yang melesat menghampiri nya"wush..."tiba-tiba seorang Wanita misterius sedang berdiri berhadapan dengan nya,hingga dia bisa melihat wajah cantik sang Wanita misterius.
"Suamiku.....akhirnya aku bertemu dengan mu"Wanita misterius itu memeluk Ferdi dengan erat,"oh h-hey lepaskan aku,apa maksud mu? aku ini bukan suami mu"Ferdi mencoba meloloskan diri dari pelukan sang Wanita misterius tersebut.
"Suamiku tega nya kau tidak mengenaliku,aku Raphael"Raphael tersenyum manis sembari mendekat kan wajah nya .
"Ferdi....apakah kau mengenal nya?"Xiao Ling menatap Raphael dengan dingin.
"Ti-tidak aku sama sekali tidak mengenal nya"Ferdi yang panik karena situasi ini.
"Hmph dasar pengganggu"Raphael melesat pergi sambil menggendong Ferdi."Hey cepat turun kan aku!"Ferdi memberontak.
"Suuut...diam lah"Raphael terus pergi menjauh dari desa.
Xiao Ling berpikir bahwa Ferdi adalah penyebab dari malapetaka yang menimpa desa nya,hingga menewaskan kan ibu nya.
"Suatu hari nanti.......aku akan membunuh mu Ferdi..."teriak Xiao Ling dengan keras.
__ADS_1
...****************...
Raphael membawa Ferdi menuju ke sebuah kastil tua yang berada di tengah hutan.
Ferdi yang masih pingsan di bawa masuk ke dalam kamar yang berada di dalam kastil tersebut oleh Raphael lalu di baring kan di atas sebuah kasur yang sangat mewah.
Di dalam kamar tersebut Raphael mencoba membangun kan Ferdi."Hey bangun lah.....hey ayo bangun!"Raphael menggoyangkan tubuh Ferdi sambil menindih nya.
Ferdi pun terbangun lalu terkejut karena tiba-tiba dia sudah berada di kamar bersama Raphael yang menindih badan nya.
"bruk..."Ferdi mendorong Raphael hingga terjatuh ke lantai."aduh....tega sekali dirimu"Raphael sedang mencoba berdiri.
"Coba kau jelas kan mengapa kau membunuh para penduduk ?dan mengapa kau membawaku ke tempat ini?"tanya Ferdi dengan tegas.
jawab Raphael sembari mendekati Ferdi.
"ini adalah rumah ku,tempat ini sudah lama tidak berpenghuni jadi aku tinggali"Raphael sudah berada di samping Ferdi yang masih terbaring di atas kasur.
Raphael menunjuk kepala Ferdi lalu..."cring...."terciptalah sebuah lingkaran sihir di ujung jari Raphael.
Tiba-tiba Ferdi pingsan."Mimpi yang indah suamiku"Raphael kemudian ikut tertidur di samping Ferdi.
...****************...
Esok harinya.
__ADS_1
"huah....dimana ini? dan siapa aku?"Ferdi yang kehilangan ingatan nya.
"Pagi suamiku..."Raphael mengagetkan Ferdi dari dalam selimut.
"Waaah...kau mengejutkan ku ,apakah kau mengenal ku?"Ferdi yang terkejut dan masih bingung dengan identitas diri nya.
"ya...kau adalah suamiku,Lucifer"Raphael sengaja mengganti nama Ferdi,entah apa tujuan nya.
"Lalu siapa diri mu?"tanya Lucifer atau Ferdi sambil menatap wajah Raphael."Aku ini istrimu hmph"Jawab Raphael sembari menggembungkan pipinya.Lucifer langsung percaya perkataan Raphael.
"Itu berarti kau adalah istri ku"tanya Ferdi hanya untuk memastikan nya sekali lagi.Raphael hanya mengangguk lalu menarik Lucifer atau Ferdi menuju keluar ruangan.
Dia menarik Lucifer menuju ruang makan,lalu menyuruh nya untuk duduk.Di atas meja makan sudah terdapat banyak makanan.
"eh ini terlalu banyak i-istri k-ku"wajah Lucifer memerah karena malu dan belum terbiasa memanggil Raphael dengan sebutan istri.
"hahaha..."Raphael tertawa melihat reaksi wajah suami nya yang lucu.Lucifer hanya bisa menahan rasa malunya.
Setelah itu mereka berdua lanjut memakan hidangan di atas meja yang sudah di masak oleh Raphael.
Setelah mereka berdua selesai menyantap habis seluruh makanan,"sekarang apa yang akan kita lakukan selanjut nya?"Ferdi bertanya kepada Raphael.
"Bagaimana kalau kita berlatih sihir ,aku akan melatih mu"jawab Raphael dengan senyum manis nya.
Mereka berdua pun langsung bersiap-siap untuk melakukan latihan di luar kastil.
__ADS_1