Terjebak Di Dunia Baru

Terjebak Di Dunia Baru
Melawan Pemimpin kelompok Bandit


__ADS_3

"Hey bocah ,Aku akan melawan mu"Pemimpin kelompok Bandit itu menarik Pedang Besar yang ada di punggung nya.


"Whuss...."Tiba-tiba Pemimpin kelompok bandit itu Berada tepat di depan Lucifer dan Raphael sambil mengayunkan pedang besar nya dari atas.


"Gawat...sihir teleportasi"Lucifer dan Raphael berteleportasi sejauh 6 meter dari titik awal nya"fiuh...untung saja aku tepat waktu untuk menteleportasi kan kita,jika telat beberapa detik saja mungkin kita sudah terbelah"Lucifer mengusap keringat di kening nya.


"Hmm ini saat yang tepar untuk menguji nya dengan membiarkan bertarung sendiri dengan mereka"Gumam Raphael.


"Suamiku aku takut...tolong lindungi aku"Raphael bersembunyi di balik tubuh Lucifer.


"Tenang saja Istri ku ,aku akan mengalah kan mereka"Lucifer mengelus kepala Raphael.


"Bola Api..."Lucifer menggunakan sihir bola api lalu muncul lah sebuah lingkaran sihir di telapak tangan Lucifer yang mengeluarkan beberapa bola api.


Pemimpin kelompok para bandit tersebut bisa dengan mudah menghindari nya,tetapi tidak dengan beberapa anggota bandit yang berada tepat di belakang nya.


"Panas..pak..pak..pak"Para anggota bandit yang terkena serangan bola api itu berteriak kepanasan sembari menepak-nepak anggota badan mereka yang terbakar.

__ADS_1


"Cih hanya bola api kecil saja tidak bisa di hindari kalian sangat lemah...."Pemimpin kelompok Bandit itu memarahi Para anggota nya.


"Tap-"suaranya terhenti"whuss..."Pemimpin kelompok Bandit itu menebas leher anggota nya yang sedang berbicara dengan sekali tebasan.


Setelah melihat kejadian itu para bandit lain nya hanya diam dan ketakutan."Kalian nantiakan mendapatkan pelatihan khusus setalah aku mengalah kan bocah ini"


"B-baik"Jawab para bandit dengan serentak.


"Kita lanjutkan pertarungan kita bocah"Pemimpin kelompok Bandit itu melesat menuju Lucifer.


"Dinding tanah"Munculah sebuah dinding tanah berbentuk kotak yang berada tepat di depan Lucifer.


"Brak...."Gelombang tersebut dapat dengan mudah menghancurkan dinding tersebut.


"Petir Suci"Tiba-tiba munculah sebuah Petir berwarna putih yang berbentuk seperti tombak di tangannya.


Lucifer melempar petir itu,petir itu melesat dengan cepat lalu menyambar pemimpin kelompok para bandit itu.

__ADS_1


"Arggh...sial aku tidak bisa menghindari nya"Pemimpin kelompok Bandit itu mengusap darah di mulutnya.


"Manipulasi Pikiran..."Pemimpin kelompok Bandit itu mengarahkan telapak tangan nya menuju kepala Lucifer.


"aduh...kepala ku"Tiba-tiba Lucifer merasa kesakitan pada bagian kepala nya.


"Ini gawat..."Raphael melesat melesat menuju Lucifer."Bruk..."Lucifer terjatuh karena di pukul leher bagian belakangnya oleh Raphael.


"Sudah cukup bermain-mainnya....Gerbang Neraka"Muncul lah sebuah Gerbang besar yang memancarkan aura hitam pekat dari dalam nya.


Saat pintu gerbang itu terbuka ,keluar lah beberapa tangan yang besar menarik masuk tubuh para bandit itu.


"H-hey lepaskan aku"Pemimpin kelompok Bandit itu mencoba melepaskan diri nya dari genggaman tangan itu,tetapi perjuangan nya sia-sia.


Ketika semua bandit sudah memasuki gerbang tersebut tiba-tiba pintu gerbang menutup dengan sendirinya."Arrgh....tolong..."sebelum gerbang sepenuh nya tertutup ,terdengar jeritan dari dalam nya.


"Hampir saja kau akan mengingat kembali kejadian di desa elf itu,aku harus menghapus ingatan tentang itu"Raphael menyentuh kening Lucifer.

__ADS_1


"Manipulasi Pikiran..."Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir berwarna hitam yang berada di atas kening Lucifer.


"Selamat tidur suamiku..."Raphael mencium kening Lucifer lalu menggendong nya pergi melanjutkan perjalanan.


__ADS_2