Termux Work & Bahasa Pemrograman

Termux Work & Bahasa Pemrograman
Belajar C++ #06: Enam Jenis Operator yang Harus Kamu Ketahui di C++


__ADS_3

Pada tutorial sebelumnya kita sudah belajar tentang variabel dan tipe data.


Buat kamu yang belum membacanya, saya sarankan untuk membacanya dulu sebelum mengikuti tutorial ini.


Silahkan buka: Variabel dan Tipe data pada C++


Berkat variabel kita jadi bisa menyimpan data di dalam program. Tapi sejauh ini, kita belum melakukan opersi apapun terhadapnya.


Percuma kan kita simpan data, tapi tidak diolah.


Nah, untuk mengolahnya kita membutuhkan operator.


Apa itu Operator?


dan bagaimana cara menggunakannya?


Mari kita bahas…


Apa itu Operator?


Operator adalah sebuah simbol…


Simbol yang digunakan untuk melakukan operasi tertentu.


Misalnya:


Kita ingin menjumlahkan nilai dari variabel x dan y, maka kita bisa menggunakan operator penjumlahan (+).


x + y


Ada enam jenis kelompok operator dalam pemrograman C++ yang harus kamu ketahui:


Operator Artimatika;


Operator Penugasan;


Operator Pembanding;


Operator Logika;


Operator Bitwise;


dan Operator Lain-lain.


Apa saja perbedaan dari semua jenis operator ini?


Mari kita bahas, satu per satu…



Operator Aritmatika



Operator aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika.


Operator ini terdiri dari:


Nama Operator


Penjumlahan. +


Pengurangan. -


Perkalian. *


Pembagian. /


Sisa Bagi. %


Bagaimana cara pakainya?


Mari kita coba dalam contoh program:


Buatlah program baru bernama operator_aritmatika.cpp, kemudian isi dengan kode berikut.


#include


using namespace std;


int main(){


int a, b, c;


cout << "Inputkan nilai a: ";


cin >> a;


cout << "Inputkan nilai b: ";


cin >> b;


// menggunakan operator penjumlahan


c \= a + b;


cout << "Hasil a + b \= " << c << endl;


return 0;


}


Maka hasilnya:


Coba juga untuk contoh operator yang lain seperti pengurangan, perkalian, pembagian, dan sisa bagi.


Ubah programnya menjadi seperti ini:


#include


using namespace std;


int a, b;


cout << "Inputkan nilai a: ";


cin >> a;


cout << "Inputkan nilai b: ";


cin >> b;


cout << "Hasil a + b: " << a +b << endl;


cout << "Hasil a - b: " << a -b << endl;


cout << "Hasil a * b: " << a *b << endl;


cout << "Hasil a / b: " << a / b << endl;


cout << "Hasil a % b: " << a %b << endl;


return 0;


}


Maka hasilnya:


Pada operasi pembagian, 7/2 hasilnya adalah 3.


Mengapa demikian?


Bukannya seharusnya 3.5…


Ini karena kita melakukan operasi terhadap tipe data integer.


Bila kita ubah programnya menggunakan tipe data float:


#include


using namespace std;


int main(){


cout << "Inputkan nilai a: ";


cin >> a;


cout << "Inputkan nilai b: ";


cin >> b;


cout << "Hasil a / b: " << a / b << endl;


return 0;


}


Maka hasilnya akan seperti ini:



Operator Penugasan



Operator penugasan (Assignment Operator) merupakan operator untuk meberikan tugas pada variabel. Biasanya untuk mengisi nilai.


Operator Penugasan terdiri dari:


Nama Operator. Sombol


Pengisian Nilai. \=


Pengisian dan Penambahan. +\=


Pengisian dan Pengurangan. -\=


Pengisian dan Perkalian. *\=


Pengisian dan Pembagian. /\=


Pengisian dan Sisa bagi %\=


Pengisian dan shift left. <<\=


Pengisian dan shift right. >>\=


Pengisian dan bitwise AND. &\=


Pengisian dan bitwise OR. |\=


Pengisian dan bitwise XOR. ^\=


Mari kita coba dalam program…


Buatlah program baru bernama operator_penugasan.cpp, kemudian isi dengan kode berikut:


#include


using namespace std;


int main(){


int a, b;


// pengisian nilai dengan operator \=


a \= 5;


b \= 10;


// pengisian sekaligus penambahan


b +\= a; // ini sama seperti b \= b + a


cout << "Hasil b +\= a adalah " << b << endl;


/ pengisian sekaligus pengurangan


b *\= a; // ini sama seperti b \= b * a


cout << "Hasil b -\= a adalah " << b << endl;


// pengisian sekaligus perkalian


b *\= a; // ini sama seperti b \= b * a


cout << "Hasil b *\= a adalah " << b << endl;


// pengisian sekaligus pembagian


b /\= a; // ini sama seperti b \= b / a


cout << "Hasil b /\= a adalah " << b << endl;


// pengisian sekaligus penambahan


b %\= a; // ini sama seperti b \= b % a


cout << "Hasil b %\= a adalah " << b << endl;


return 0;


}


Hasilnya:


Pada program tersebut, variabel b kita isi ulang dengan operator penugasan.


Sebagai contoh, operasi:


b +\= a


Sama seperti operasi:


b \= b + a


Artinya kita akan mengisi nilai untuk bdengan nilai b ditambah nilai a.


Begitu juga dengan opeartor yang lain.


b *\= a; // -> b \= b * a


Isi b dengan nilai dari perkalian b dengan a.


Intinya, yang perlu kamu ingat:


“operator penugasan digunakan untuk mengisi nilai.”



Operator Pembanding



Operator pembanding adalah operator untuk memabndingkan dua buah nilai. Operator ini juga dikenal dengan operator relasi.


Operator pembanding terdiri dari:


Nama Operator. Simbol


Lebih Besar. >


Lebih Kecil. <


Sama Dengan. \=\=


Tidak Sama dengan. !\=


Lebih Besar Sama dengan. >\=


Lebih Kecil Sama dengan. <\=


Nilai yang dihasilkan dari operasi pembanding akan berupa true dan false.


Pada bahasa C++, nilai true akan samadengan 1 dan false akan samadengan 0.


Mari kita coba dalam program…


Buatlah program baru dengan nama operator_pembanding.cpp, kemudian isi dengan kode berikut:


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 4, b \= 3;


bool hasil;


cout << "a \= " << a << endl;


cout << "b \= " << b << endl;


// menggunakan operator pembanding


hasil \= a > b;


cout << "a > b \= " << hasil << endl;


hasil \= a < b;


cout << "a < b \= " << hasil << endl;


hasil \= a >\= b;


cout << "a >\= b \= " << hasil << endl;


hasil \= a <\= b;


cout << "a <\= b \= " << hasil << endl;


hasil \= a \=\= b;


cout << "a \=\= b \= " << hasil << endl;


hasil \= a !\= b;


cout << "a !\= b \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Operator perbandingan biasanya akan kita pakai saat membuat percabangan.



Operator Logika



Kalau kamu pernah belajar logika matematika, pasti tidak akan asing dengan operator ini.


Nama Operator. Simbol


Logika AND. &&


Logika OR. | |


Negasi/kebalikan. !


Operator Logika digunakan untuk membuat operasi logika.


Misalnya seperti ini:


Pernyataan 1: mr.website 7seorang programmer


Pernyattan 2: mr.website 7menggunakan Linux


Jika ditanya, apakah Petani Kode programmer yang menggunakan Linux?


Tentu kita akan cek dulu kebenarannya


Pernyataan 1: mr.website 7seorang programmer\=true


Pernyattan 2: mr.website 7menggunakan Linux\=true


Apa Mr.website7 programmer dan menggunakan Linux?


Pertnyataan 1 && Pernyataan 2 \= true


Bingung?


Coba cek lagi tabel kebenaran untuk logika AND.


Pernyatan 1 Pernytaan 2 Hasil Logika AND


true. true. true


true. false. false


false. true. false


false. false. false


Masih bingung…?


Sepertinya kamu harus buka lagi pelajarann logika matematika 😄.


Lalu bagaimana pengunaanya di program?

__ADS_1


Mari kita lihat contohnya…


Buatlah program baru bernama operator_logika.cpp, kemudia ini dengan kode berikut.


#include


using namespace std;


int main(){ int a \= 1; // true


int b \= 0; // false


bool hasil;


cout << "a \= " << a << endl;


cout << "b \= " << b << endl;


// logika AND


hasil \= a && b;


cout << "a && b \= " << hasil << endl;


// logika OR


hasil \= a || b;


cout << "a || b \= " << hasil << endl;


// logika NOT


cout << "!a \= " << !a << endl;


return 0;


}


Hasilnya:



Operator Bitwise



Operator bitwise merupkan operator yang digunakan untuk operasi berdasarkan bit (biner) dari sebuah nilai.


Operator bitwise terdiri dari:


Nama Operator Simbol di Java


AND. &


OR. |


XOR. ^


NOT/komplemen. ~


Left Shift. <<


Right Shift. >>


Buat kamu yang sudah pernah belajar sistem bilangan dan sistem digital akan mudah memahami cara kerja operator ini.


Tapi buat kamu yang belum…


Saya akan coba menjelaskan dengan cara yang mudah.


Baiklah!


Misalkan kita punya nilai 6 dan 3.


Nilai 6 dan 3 kemudian kita ubah ke dalam bentuk bilangan biner.


Sehiga akan menjadi seperti ini


6 \= 0110


3 \= 0011


Nah, operator bitwise akan melakukan operasi berdasarkan biner-biner tersebut.


Mari kita lihat contoh yang pertama:


Bitwise AND (&)


Bitwise AND merupakan operasi bit berdasarkan logika AND


Bitwise AND



& 3


0110


0011


___________ &


0010 \= 2



Perhatikan bilangan biner untuk nilai 6dan 3.


Apbila kita melakukan operasi AND di sana, maka akan menghasilkan bilangan biner baru.


Kemudian biner yang dihasilkan tersebut diubah kembali ke dalam bilangan desimal.


Maka hasilnya adalah 2.


Mari kita coba dalam program.


Buatlah program beru bernama bitwise_and.c, kemudian isi dengan kode berikut:


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int b \= 3;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise and


hasil \= a & b;


cout << "a & b \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Maka hasilnya:


Bitwise OR (|)


Operator bitwise OR juga sama seperti bitwise AND.


Operator bitwise OR akan menghasilkan nilai false atau 0 saat keduanya false.


Bitwise OR



|. 3



0110


0011


___________ |


0111 \= 7


Contoh Program: bitwise_or.c


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int b \= 3;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise or


hasil \= a | b;


cout << "a & b \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Hasil outputnya:


a | b \= 7


Bitwise XOR (^)


Operator XOR (Exclusive OR) akan menghasilkan nilai 1 saat kedua nilai tidak sama.


Bitwise XOR



6. ^. 3



0110


0011


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_^


Contoh Program: bitwise_xor.c


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int b \= 3;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise xor


hasil \= a ^ b;


cout << "a ^ b \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Hasil outputnya:


a ^ b \= 5


Bitwise NOT (~)


Bitwise NOT dikenal juga dengan komplemen.


Operator ini akan menghasilkan nilai biner yang terbalik dari biner aslinya.


Kemudian direpresentasikan dengankomplemen dua.


Contoh program: bitwise_not.c


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise not


hasil \= ~a;


cout << "~a \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Petani Kode


 Ahmad Muhardian • 20 Dec 2019


Belajar C++ #06: Enam Jenis Operator yang Harus Kamu Ketahui di C++


#C++



Pada tutorial sebelumnya kita sudah belajar tentang variabel dan tipe data.


Buat kamu yang belum membacanya, saya sarankan untuk membacanya dulu sebelum mengikuti tutorial ini.


Silahkan buka: Variabel dan Tipe data pada C++


Berkat variabel kita jadi bisa menyimpan data di dalam program. Tapi sejauh ini, kita belum melakukan opersi apapun terhadapnya.


Percuma kan kita simpan data, tapi tidak diolah.


Nah, untuk mengolahnya kita membutuhkan operator.


Apa itu Operator?


dan bagaimana cara menggunakannya?


Mari kita bahas…


Apa itu Operator?


Operator adalah sebuah simbol…


Simbol yang digunakan untuk melakukan operasi tertentu.


Misalnya:


Kita ingin menjumlahkan nilai dari variabel x dan y, maka kita bisa menggunakan operator penjumlahan (+).


x + y


Ada enam jenis kelompok operator dalam pemrograman C++ yang harus kamu ketahui:


Operator Artimatika;


Operator Penugasan;


Operator Pembanding;


Operator Logika;


Operator Bitwise;


dan Operator Lain-lain.


Apa saja perbedaan dari semua jenis operator ini?


Mari kita bahas, satu per satu…



Operator Aritmatika



Operator aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika.


Operator ini terdiri dari:


Nama OperatorSimbolPenjumlahan+Pengurangan-Perkalian*Pembagian/Sisa Bagi%


Bagaimana cara pakainya?


Mari kita coba dalam contoh program:


Buatlah program baru bernama operator_aritmatika.cpp, kemudian isi dengan kode berikut.


#include using namespace std; int main(){ int a, b, c; cout << "Inputkan nilai a: "; cin >> a; cout << "Inputkan nilai b: "; cin >> b; // menggunakan operator penjumlahan c \= a + b; cout << "Hasil a + b \= " << c << endl; return 0; }


Maka hasilnya:



Coba juga untuk contoh operator yang lain seperti pengurangan, perkalian, pembagian, dan sisa bagi.


Ubah programnya menjadi seperti ini:


#include using namespace std; int main(){ int a, b; cout << "Inputkan nilai a: "; cin >> a; cout << "Inputkan nilai b: "; cin >> b; cout << "Hasil a + b: " << a + b << endl; cout << "Hasil a - b: " << a - b << endl; cout << "Hasil a * b: " << a * b << endl; cout << "Hasil a / b: " << a / b << endl; cout << "Hasil a % b: " << a % b << endl; return 0; }


Maka hasilnya:



Pada operasi pembagian, 7/2 hasilnya adalah 3.


Mengapa demikian?


Bukannya seharusnya 3.5…


Ini karena kita melakukan operasi terhadap tipe data integer.


Bila kita ubah programnya menggunakan tipe data float:


#include using namespace std; int main(){ float a, b; cout << "Inputkan nilai a: "; cin >> a; cout << "Inputkan nilai b: "; cin >> b; cout << "Hasil a / b: " << a / b << endl; return 0; }


Maka hasilnya akan seperti ini:




Operator Penugasan



Operator penugasan (Assignment Operator) merupakan operator untuk meberikan tugas pada variabel. Biasanya untuk mengisi nilai.


Operator Penugasan terdiri dari:


Nama OperatorSombolPengisian Nilai\=Pengisian dan Penambahan+\=Pengisian dan Pengurangan-\=Pengisian dan Perkalian*\=Pengisian dan Pembagian/\=Pengisian dan Sisa bagi%\=Pengisian dan shift left<<\=Pengisian dan shift right>>\=Pengisian dan bitwise AND&\=Pengisian dan bitwise OR|\=Pengisian dan bitwise XOR^\=


Mari kita coba dalam program…


Buatlah program baru bernama operator_penugasan.cpp, kemudian isi dengan kode berikut:


#include using namespace std; int main(){ int a, b; // pengisian nilai dengan operator \= a \= 5; b \= 10; // pengisian sekaligus penambahan b +\= a; // ini sama seperti b \= b + a cout << "Hasil b +\= a adalah " << b << endl; // pengisian sekaligus pengurangan b -\= a; // ini sama seperti b \= b - a cout << "Hasil b -\= a adalah " << b << endl; // pengisian sekaligus perkalian b *\= a; // ini sama seperti b \= b * a cout << "Hasil b *\= a adalah " << b << endl; // pengisian sekaligus pembagian b /\= a; // ini sama seperti b \= b / a cout << "Hasil b /\= a adalah " << b << endl; // pengisian sekaligus penambahan b %\= a; // ini sama seperti b \= b % a cout << "Hasil b %\= a adalah " << b << endl; return 0; }


Hasilnya:



Pada program tersebut, variabel b kita isi ulang dengan operator penugasan.


Sebagai contoh, operasi:


b +\= a


Sama seperti operasi:


b \= b + a


Artinya kita akan mengisi nilai untuk bdengan nilai b ditambah nilai a.


Begitu juga dengan opeartor yang lain.


b *\= a; // -> b \= b * a

__ADS_1


Isi b dengan nilai dari perkalian b dengan a.


Intinya, yang perlu kamu ingat:


“operator penugasan digunakan untuk mengisi nilai.”



Operator Pembanding



Operator pembanding adalah operator untuk memabndingkan dua buah nilai. Operator ini juga dikenal dengan operator relasi.


Operator pembanding terdiri dari:


Nama OperatorSimbolLebih Besar>Lebih Kecil\=Lebih Kecil Sama dengan<\=


Nilai yang dihasilkan dari operasi pembanding akan berupa true dan false.


Pada bahasa C++, nilai true akan samadengan 1 dan false akan samadengan 0.


Mari kita coba dalam program…


Buatlah program baru dengan nama operator_pembanding.cpp, kemudian isi dengan kode berikut:


#include using namespace std; int main(){ int a \= 4, b \= 3; bool hasil; cout << "a \= " << a << endl; cout << "b \= " << b << endl; // menggunakan operator pembanding hasil \= a > b; cout << "a > b \= " << hasil << endl; hasil \= a < b; cout << "a < b \= " << hasil << endl; hasil \= a >\= b; cout << "a >\= b \= " << hasil << endl; hasil \= a <\= b; cout << "a <\= b \= " << hasil << endl; hasil \= a \=\= b; cout << "a \=\= b \= " << hasil << endl; hasil \= a !\= b; cout << "a !\= b \= " << hasil << endl; return 0; }


Maka hasilnya:



Operator perbandingan biasanya akan kita pakai saat membuat percabangan.



Operator Logika



Kalau kamu pernah belajar logika matematika, pasti tidak akan asing dengan operator ini.


Nama OperatorSimbolLogika AND&&Logika OR||Negasi/kebalikan!


Operator Logika digunakan untuk membuat operasi logika.


Misalnya seperti ini:


Pernyataan 1: Petani Kode seorang programmer


Pernyattan 2: Petanikode menggunakan Linux


Jika ditanya, apakah Petani Kode programmer yang menggunakan Linux?


Tentu kita akan cek dulu kebenarannya


Pernyataan 1: Petani Kode seorang programmer \= true.


Pernyataan 2: Petanikode menggunakan Linux \= true.


Apa petanikode programmer dan menggunakan Linux?


Pertnyataan 1 && Pernyataan 2 \= true


Bingung?


Coba cek lagi tabel kebenaran untuk logika AND.


Pernyatan 1Pernytaan 2Hasil Logika ANDtruetruetruetruefalsefalsefalsetruefalsefalsefalsefalse


Masih bingung…?


Sepertinya kamu harus buka lagi pelajarann logika matematika 😄.


Lalu bagaimana pengunaanya di program?


Mari kita lihat contohnya…


Buatlah program baru bernama operator_logika.cpp, kemudia ini dengan kode berikut.


#include using namespace std; int main(){ int a \= 1; // true int b \= 0; // false bool hasil; cout << "a \= " << a << endl; cout << "b \= " << b << endl; // logika AND hasil \= a && b; cout << "a && b \= " << hasil << endl; // logika OR hasil \= a || b; cout << "a || b \= " << hasil << endl; // logika NOT cout << "!a \= " << !a << endl; return 0; }


Hasilnya:




Operator Bitwise



Operator bitwise merupkan operator yang digunakan untuk operasi berdasarkan bit (biner) dari sebuah nilai.


Operator bitwise terdiri dari:


Nama OperatorSimbol di JavaAND&OR|XOR^NOT/komplemen~Left Shift<>


Buat kamu yang sudah pernah belajar sistem bilangan dan sistem digital akan mudah memahami cara kerja operator ini.


Tapi buat kamu yang belum…


Saya akan coba menjelaskan dengan cara yang mudah.


Baiklah!


Misalkan kita punya nilai 6 dan 3.


Nilai 6 dan 3 kemudian kita ubah ke dalam bentuk bilangan biner.


Sehiga akan menjadi seperti ini:


6 \= 0110 3 \= 0011


Nah, operator bitwise akan melakukan operasi berdasarkan biner-biner tersebut.


Mari kita lihat contoh yang pertama:


Bitwise AND (&)


Bitwise AND merupakan operasi bit berdasarkan logika AND, perhatikan gambar ini.



Perhatikan bilangan biner untuk nilai 6dan 3.


Apbila kita melakukan operasi AND di sana, maka akan menghasilkan bilangan biner baru.


Kemudian biner yang dihasilkan tersebut diubah kembali ke dalam bilangan desimal.


Maka hasilnya adalah 2.


Mari kita coba dalam program.


Buatlah program beru bernama bitwise_and.c, kemudian isi dengan kode berikut:


#include using namespace std; int main(){ int a \= 6; int b \= 3; int hasil; // menggunakan operator bitwise and hasil \= a & b; cout << "a & b \= " << hasil << endl; return 0; }


Maka hasilnya:



Bitwise OR (|)


Operator bitwise OR juga sama seperti bitwise AND.


Operator bitwise OR akan menghasilkan nilai false atau 0 saat keduanya false.



Contoh Program: bitwise_or.c


#include using namespace std; int main(){ int a \= 6; int b \= 3; int hasil; // menggunakan operator bitwise or hasil \= a | b; cout << "a & b \= " << hasil << endl; return 0; }


Hasil outputnya:


a | b \= 7


Bitwise XOR (^)


Operator XOR (Exclusive OR) akan menghasilkan nilai 1 saat kedua nilai tidak sama.



Contoh Program: bitwise_xor.c


#include using namespace std; int main(){ int a \= 6; int b \= 3; int hasil; // menggunakan operator bitwise xor hasil \= a ^ b; cout << "a ^ b \= " << hasil << endl; return 0; }


Hasil outputnya:


a ^ b \= 5


Bitwise NOT (~)


Bitwise NOT dikenal juga dengan komplemen.


Operator ini akan menghasilkan nilai biner yang terbalik dari biner aslinya.


Kemudian direpresentasikan dengankomplemen dua.



Contoh program: bitwise_not.c


#include using namespace std; int main(){ int a \= 6; int hasil; // menggunakan operator bitwise not hasil \= ~a; cout << "~a \= " << hasil << endl; return 0; }


Hasil outputnya:


~a \= -7


Bitwise Left Shift (<<)


Operator bitwise left shift akan menghasilkan nilai biner yang digeser ke kiri.


Contoh:


6 << 1


Maka niai biner dari 6 akan digeser sebanyak 1 bit ke arah kiri.


Contoh program: left_shift.c


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise left shift


hasil \= a << 1;


cout << "a << 1 \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Hasilnya:


a << 1 \= 12


Bitwise Right Shift (>>)


Bitwise right shift sama seperti left shift. Perbedaanya terletak pada arahnya.


Right shift akan menggeser bit ke arah kanan.


Contoh:


6 >> 1


Maka nilai biner dari 6 akan digeser ke arah kanan sebanyak 1 bit.



Contoh program: right_shift.c


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 6;


int hasil;


// menggunakan operator bitwise left shift


hasil \= a \>\> 1;


cout << "a >> 1 \= " << hasil << endl;


return 0;


}


Hasilnya:


a >> 1 \= 3



Operator Lain-lain



Selain dari operator yang kita bahas di atas, terdapat beberapa operator lain yang harus diketahui:


Nama Operator Simbol Keterangan


Alamat &. untuk mengambil 


memori. alamat memori


Pointer. *. untuk membuat 


pointer


Ternary. ? : untuk membuat kondisi


Increment. ++. untuk menambah 1


Decrement -- untuk mengurangi 1


Operator & jika digunakan pada satu variabel, akan berfungsi untuk mengambil alamat memori dari variabel tersebut.


Dan operator * kan berfungsi untuk membut sebuah pointer.


Contoh:


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 5;


int *ptr_a \= &a;


cout << "Alamat memori variabel a adalah " << &a << endl;


// mengubah nilai a dari pointer


cout << "Nilai a awal \= " << a << endl;



\*ptr\_a \= 21;


cout << "Nilai a diubah \= " << a << endl;


return 0;


}


Hasilnya:



Berikutnya ada operator ternary untuk membuat kondisi. Cara kerjanya sepertipercabangan if/else.



Contoh


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 4;


// menggunakan operator ternary


string hasil \= a > 1 ? "benar": "salah";


cout << "a > 1 adalah " << hasil << endl;


return 0;


}


Hasil outputnya:


a > 1 adalah benar


Terakhir ada operator increment dan decrement untuk menambah dan mengurangi nilai dengan 1.


Contoh:


#include


using namespace std;


int main(){


int a \= 4;


// increment a


a\+\+;


cout << "a\+\+ \= " << a << endl;


// increment lagi a


++a;


// decrement a


a--;


cout << "a-- \= " << a << endl;


// decrement lagi a


--a;


cout << "--a \= " << a << endl;


return 0;


}


Hasil outputnya:


a++ \= 5


++a \= 6


a-- \= 5


--a \= 4


Operator increment dan decrement dapat ditaruh di depan maupun di belakang variabel atau nilai.


Operator ini biasanya digunakan pada blok perulangan.


Apa Selanjutnya?


Kita sudah belajar seuma jenis operator pada bahasa pemrograman C…


Operator-operator ini akan sering kita pakai dalam membuat program.


Karena itu, pastikan kamu memahaminya. Jika belum paham, bisa ditanyakan melalui komentar.

__ADS_1


Berikutnya silahkan pelajari tentang:


Belajar C++ #07: Blok Percabangan


__ADS_2