
(Ke Esokan paginya di rumah sakit tempat Elen Dan Bi Tuti Di rawat)
...****************...
...**************...
__ADS_1
Tak tak tak tak... (Bunyi hentakan Kaki)
lalu Dari Jauh Terlihatlah dua Orang pasutri yg tidak Lain adalah Om dan Tante Elen,dan Satu putrinya yg tidak Lain adalah Emi sepupu Elen sendiri.
"Hy elen bagaimana Kabarmu?" ucap Emi menyapa lembut sepupunya itu, Lalu Desi menyela perbincangan mereka ber dua, "Sudahlah Emi tidak usah berbasa basi dengan Anak Si*alan ini" (Bentak Desi terhadap putrinya itu) Tok..tok..tokkk (Bunyi pintu Ruangan elen) Lalu datang seorang paruh baya Yg tidak Lain Adalah Bi Tuti si pengasuh Elen (Ya Bi Tuti juga Masih Selamat dari Kecelakaan maut Itu) "Heh bik Cepat beresin Semua barang² Elen Dan secepatnya kita Pulang,Saya muak slalu berada Di sini Apalagi Yg saya Jaga anak Orang" ucap Desi kepada Bi Tutik dengan ketusnya, Lalu bi Tuti menyaut dengan sedikit rasa ketakitannya"Tapi Anu bakkk eh buk,Nona Elen kan Masih belum sepenuhnya Pulih" Bak buk,Bak buk,Enak saja kamu Panggil Saya Buk,Panggil saya Nyonya Besar ,Terus kalo Si Anak Si*lan itu Masih Ada Di Sini Siapa yg mau jaga?Memangnya Kamu yg Mau ngurus Administrasinya? Cepat beresin Atau Saya pecat Kamu??? Dasar Nenek² Taunya Nyolottt" (ucap Desi Sambil ngebentak bentak Bi Tuti) dan Akhirnya Bik Tutik hanya Bisa Pasrah Dan Segera Mengemas Barang-barang Nona Kecil nya itu.
__ADS_1
...****************...
Bik bik,Elen mau ice Cream itu (Ucap Elen sambil menunjuk nunjuk tukang ice cream yg berada tidak jauh dari tempat parkir mobil Om Elen itu) Tapi Non,Bibik sedang Tidak pegang uang sepeserpun (ucap bik Tuti sambil Memandang Elen) Lalu tante Elen Menyaut Dengan Nada yg membentak Dan Mencaki maki Elen "Heh kamu Dasar Anak Pung*t Gausah Banyak Tingkah Ya Kamu,Kalau Pulang Ya Pulang Aja Jangan segala Macak Mau Kamu Beli,Kamu pikir Uang Jatuh Dari Langit Apa? dasar Anak Si*lan" Sudah sudah Buk... Eh Nyonya Nona Elen Kan masih Kecil Jangan Bentak Dia Nyonya Apalagi Sambil memaki makinya" (Ucap Bik Tuti pada Tante Elen Itu) Dan Dengan Ketusnya Tante Elen Itu menjawab "Heh Nenek peot berani sekali kamu Menasehatiku? kamu Mau Saya Pecat,Dasar Nenek² bau Tanah,Masih Banyak Bicara Kamu"
(Didalam Mobil)
__ADS_1
...****************...
Seketika Di Dalam mobil yg di kendarai Elen itu Senyap Tanpa Pembicaraan apapun,Lalu Ketika Sampai Di Gang Perumahan Elit yg Elen Tempati Itu Om Dan Tante Serta Putri Tunggalnya Itu Menganga Terheran Heran,Sebab Di Tempat Itu Semua Yg Tinggal Adalah Orang Yg Elit Dan Berkelas, "Wahhh Bagus Banget Ya Dad,Mom Pemandanganya Dan Rumahnya Juga Besar-Besar dan Bagus bagus Banget" (Ucap Emi Kepada Mami Dan Dady nya Itu) "ehem ehem Biasa Aja Kali Nak" (Ucap Dady dan Momy elen Bersamaan) Lalu Mobil Itu Melaju Kedalam Halaman dengan petunjuk Bi Tuti,Dan Halaman Yg Sangat Luas Tersebut Tidak Lain adalah Halaman Rumah Yg selama ini Elen Dan Momy Dady nya Tempati, Lalu Mereka ber Enam Jalan Masuk Kedalam Dengan Si Sambut Oleh Pelayan pelayan yg Ada Di Rumah Tersebut.