Terpaksa Menjadi Cinta

Terpaksa Menjadi Cinta
Episode 37


__ADS_3

Hari ini jadwal kesya memeriksakan kandungan nya,dari pagi tadi kesya tidak mau berdekatan dengan Arya.


"sayang kamu kenapa menghindari ku"Arya mendekati kesya


"jangan mendekati ku,kau sanagt bau"kesya sambil menutup hidungnya


"aku gak bau kok aku udah mandi loh"kata Arya tapi kesya terus menghindarinya.Arya hanya pasrah saja tidak lama ray datang.


melihat kedatangan ray kesya langsung berlari dan memeluk ray,ray yang di peluk itu hanya diam.


melihat itu Arya langsung berjalan mendekati mereka dan memisahkan mereka.Arya tidak rela istri nya di peluk lelaki lain.


"sayang kenapa kamu memeluk ray,mendekati ku saja kamu tidak mau"Arya


"sudah ku bilang kamu itu bau"kesya


"tapi aku sudah mandi sayang,ray aku tidak bau kan"sambil memandang ray dengan muka yang menakutkan


"iya sya Arya tidak bau kok"kata ray


"sudah kubilang bau ya bau,kan aku sudah bilang kamu beli parfum seperti ray"sambil berjalan masuk kekamar dan menguncinya


Arya yang melihat kesya pergi kekamar pun menyusul kesya kekamar tapi pintunya dikunci dari dalam oleh kesya.


"sayang buka pintu nya ya"Arya mengetuk pintu


"tidak mau,sebelum kamu membeli parfum seperti ray"teriak kesya dari dalam


"oke sayang aku akan membelinya"Arya turun kebawah untuk menemui ray


"ray tolong belikan aku parfum sepertimu"Arya


"tapi aku membelinya di Paris"kata ray


"aku tidak mau tau pokoknya parfum itu harus ada disini sebelum 30 menit bagaimanapun caranya,dan berapa pun harganya akan ku bayar"kata Arya


"bagaimana caranya aku membelinya,masa harus ke Paris sih kalo ke Paris juga gak sempat masa aku harus memberikan parfum ku yang tinggal satu itu kepada Arya"batin ray


"ahhh dasar pasutri menyebalkan,terpaksa harus kuberikan punyaku dulu" batin ray

__ADS_1


hanya perlu waktu 20 menit ray sudah kembali ke rumah Arya dengan membawa parfum nya itu.


"ini parfumnya"ray dengan muka yang cemberut


"kenapa muka mu cemberut seperti itu"Arya


"tidak ada"jawab Ray dengan ketus


"Yasudah pergilah"Arya sambil mengibaskan tangannya


"kamu tidak kekantor?"tanya ray


"tidak hari ini aku menemani kesya memeriksakan kandungan nya,jadi kamu yang menghendel semua jadwal ku hari ini"kata Arya sambil berjalan menuju kamar


sedangkan ray hanya bisa mengumpat Arya dengan kata-kata mutiara nya.


"sayang aku sudah membeli parfum seperti ray dan aku juga sudah memakainya"kata ray didepan pintu,tidak lama pintu terbuka dan kesya langsung memeluknya.


"emm kamu wangi sekali sayang"kesya


" yasudah ayo kita memeriksakan kandungan mu ke rumah sakit"walaupun Arya tidak suka dengan bau parfum nya dan membuat dia sakit kepala tapi Arya tetap memakainya demi kesya.


sepanjang perjalanan menuju rumah sakit kesya terus menempel kepada Arya,sesampainya kerumah sakit mereka sudah mereka mengantri.Tidak lama nanti kesya di panggil seorang Suster.


"selanjutnya itu kesya" kata suster itu mereka pun masuk dan ternyata dokter nya adalah Rifki


"Rifki,kamu dokter kandungan ya"Kesya


"ahh tidak aku dokter umum tapi kerna dokter kandungan dirumah sakit ini hanya saku orang dan dia sedang cuti kerna anaknya sakit jadi aku yang menggantikan nya"Rifki


"kenapa dia dokter nya sih"batin Arya


"sayang kita kerumah sakit yang lain saja ya"Arya


"tidak mau"kata kesya dan Arya hanya bisa pasrah saja


kesya sudah berbaring,Rifki mendekati kesya dan hendak memuka baju kesya untuk memeriksanya tapi tangannya langsung di singkirkan Arya.


"Apa yang ingin kau lakukan"Arya menatap Rifki dengan muka yang menakutkan

__ADS_1


"mau memeriksa nya"Rifki


"kenapa harus dibuka baju nya"Arya


"kalau tidak dibuka gimana mau periksa kandungan nya"Riifki


"kau pergilah biar susternya saja yang memeriksa nya"Arya


"kamu mengusir ku,aku dokter nya disini"Rifki


"Aku tidak peduli pergilah atau kututup rumah sakit ini"Arya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


typo bertebaran dimana-mana gays


tolong maklumi ya aku baru belajar


tolong bantu like,vote,rate 5 nya ya


ig:inun_nun31

__ADS_1


WA:085751504644


__ADS_2