TERUNGKAP : The Story Of Jimmy Don

TERUNGKAP : The Story Of Jimmy Don
#Akhir (1)


__ADS_3

"Kita sudah terlalu jauh masuk ke dalam Mike, lagi pula kita sudah mendapatkan nyawa. Aku rasa sudah cukup." kata salah satu anak buah


Miky.


Tapi Miky belum merasa puas dengan semua itu. Dia ingin menemukan para petinggi Kota Bloody Grass yang dulu pernah menjebaknya masuk ke dalam penjara. Dia ingin menumpahkan kekesalan yang sudah bertahun- tahun ia diamkan dalam dirinya. Tapi semua yang Miky lakukan adalah sebuah kesalahan besar.


Dia tidak tahu kalau ruangan yang ia pilih itu terdapat banyak sekali jebakan yang sangat sulit untuk ditebak. Mungkin, Jimmy hanyalah satu-satunya orang yang paling beruntung diantara yang lainnya.


......................


"Sampai kapan kita akan menjaga bocah kamera itu? Ini sudah melewati batas waktu Bos. Waktu sudah berlalu berhar-hari. Tapi Miky dan Jimmy tidak memberikan kabar apa pun." Ucap salah satu anak buah Pacilo.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mengkhianati janjiku. Kalian mungkin tidak tahu secara persis bagaimana aku dengan Miky, saat ia masih berada di jalanan. Dia yang membuatku seperti sekarang ini. Dulu


aku hanyalah bagian dari sekian banyak orang yang tidak berguna, yang ada di dunia ini. Sekarang, aku memiliki bisnisku sendiri. Dan sekarang aku punya kalian. Miky adalah dewa untuk kita semua. Begitu juga dengan keluarganya, Jimmy. Walau pun dia belum lama masuk ke lingkaran kita, tapi dia sudah menjadi tanggung jawab kita sekarang. Nyawanya adalah nyawa kita juga."


"Memang benar bos. Tapi aku khawatir kalau nantinya akan memperburuk keadaan kita. Orang-orang di Bloody Grass kabarnya sangat liar dan sebagian besar dari mereka adalah kanibal penyembah setan. Ditambah dengan warga sipil yang semakin gencar melakukan unjuk rasa. Bisa-bisa bisnis kita semakin merosot."


"Tentu saja tidak saudaraku. Orang-orang tetap membutuhkan senjata dan peluru untuk mempertahankan diri mereka. Selama tempat ini aman, bencana apa pun tidak akan berpengaruh terhadap bisnis kita. Dan tentu


saja, semua yang kita lakukan bukan hanya sekedar untuk menambah uang. Orang seperti Jimmy dan Miky selalu membutuhkan orang-orang seperti kita. Kekuatan kita semakin lama akan semakin bertambah.


Jaringan kita semakin lama juga akan semakin meluas. Kita bisa mendapatkan apa pun yang kita butuhkan dengan jauh lebih mudah."


"Ya. Baiklah Bos. Aku percaya padamu."


"Sekarang lanjutkan pekerjaanmu."

__ADS_1


"Baik Bos."


Pacilo mulai larut dengan sebotol bir dan cerutu yang ada dihadapannya. Dia sudah tahu betul bagaimana resikonya jika ikut bergabung dengan Miky dan Jimmy. Dia pasti akan menghadapi berbagai masalah serius yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya. Tetapi dia sangat yakin, selama dia tidak keluar dari rencana yang sudah disepakati, tentu semuanya akan tetap baik-baik saja dan aman-aman saja.


Meski pun sesekali dia merasa isi kepalanya seakan mau pecah karena terus menerus melihat berbagai kekacauan yang Jimmy perbuat. Dengan adanya Samuel di tempat ini juga sudah membuat bebannya bertambah. Pacilo sudah cukup terkenal di jalanan. Sudah pasti nantinya dia yang akan pertama kali menjadi sasaran empuk para penegak hukum


jika sampai Jimmy dan Miky gagal menjalankan misi mereka.


Namun naluri Pacilo sebagai seorang sahabat tidak bisa terbantahkan. Dia suka membantu orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan. Memberi makan kepada para tunawisma dan juga anak jalanan yang sedang bersusah payah berjuang untuk hidup. Memberikan sumbangan kepada anak-anak yatim di panti asuhan.


Dan juga membiayai sekolah anak-anak yang tidak mampu. Meski pun Pacilo adalah seorang gangster Dibalik kehidupan gelapnya itu, Pacilo mampu menjadi cahaya terang bagi orang-orang disekitarnya. Dia tidak pernah ragu untuk menolong siapa pun. Walau pun tidak selalu mendapatkan uang atau balasan yang berharga dari mereka, tapi Pacilo tetap melakukannya.


Karena dia begitu percaya, kalau Tuhan pasti menyanyangi setiap orang yang berbuat baik. Dan akan membalasnya dengan kebaikan pula. Dari lubuk hatinya yang paling dalam,


Pacilo ingin sekali keluar dari bisnis gelap ini.


Dia masih belum menemukan titik terang untuk membangun kehidupan yang baru. Mungkin suatu hari nanti dia akan pensiun karena sudah mulai menua dan tenaganya sudah tidak sekuat dulu. Dan dia ingin memiliki nama besar terlebih dahulu, sebelum dia keluar dari dunia gelapnya ini. Datang sebagai orang yang bukan siapa-siapa, lalu pulang sebagai seorang legenda.


......................


Jimmy masih dalam keadaan terikat dan bahkan sekarang tubuhnya sudah digantung secara terbalik. Dia begitu lemah. Perutnya terasa sangat lapar, tenggorokannya terasa sangat haus. Ingin rasanya ada setetes air yang membasahi kedua bibirnya untuk menghilangkan dahaga. Tapi itu jelas mustahil terjadi.


Orang-orang yang mengerumuninya justru semakin gencar untuk menyiksa dirinya. Para anggota sekte Kota Bloody Grass itu tanpa perasaan terus menerus menyiksa Jimmy dengan segala macam senjata.


"Bagaimana rasanya Jimmy? Sakitkan?"


"Sudah pasti dia kesakitan saudaraku. Karena sekarang sebagian kemampuannya telah kita lenyapkan."

__ADS_1


Mereka semua pun ikut tertawa tanpa merasa berdosa.


......................


Lagilagi, seperti biasanya, Jimmy membuat mereka kesal. Jimmy yang sedang tergantung seperti sapi panggang itu juga ikut tertawa bersama mereka. Sehingga orang-orang berjubah hitam itu merasa sangat terhina, karena mental Jimmy belum juga jatuh. Jimmy masih bisa menanggapi dengan baik segala sesuatu yang ada disekitarnya.


Orang ini seperti tidak mempedulikan tubuhnya yang tidak lama lagi sepertinya akan dicincang.


"Aku merasa seperti sedang melayang-layang di awan." Ucap Jimmy terkekeh.


Para anggota sekte itu saling pandang satu sama lain, dengan raut wajah yang kesal. Mereka tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan untuk membuat Jimmy jera dan menyerah. Apalagi mereka juga tidak boleh


membunuh Jimmy karena mereka harus menyerahkan Jimmy dan semua teman-temannya dalam keadaan hidup.


Dan sebenarnya, Jimmy tidak boleh terluka sedikit pun. Tetapi karena mereka tidak mampu menahan emosi, mereka lupa daratan dan tidak pernah ragu untuk menyakiti Jimmy.


Entah sudah berapa kali Jimmy mendapatkan luka sayatan ditubuhnya. Kulit tubuhnya yang terlihat sudah mulai keriput itu sudah sangat


menggelikan untuk dipandang.


Luka disana-sini. Darah sudah membasahi


hampir seluruh tubuh Jimmy.


"Kalian benar-benar bodoh ya? Semakin lama kalian berdiam diri di tempat ini, maka akan semakin cepat para warga sipil datang untuk menghabisi kalian." Ucap Jimmy kepada mereka.


"Jangan mengkhayal. Para warga sipil itu terlalu lemah untuk menghadapi kami. Mereka tidak akan bisa menemukanmu Jimmy, karena kami sudah memperketat penjagaan di setiap sudut tempat ini. Dan kami tidak akan menyerahkanmu pada mereka. Biarkan saja para warga sipil membabi buta kepada pemerintah. Kami sama sekali tidak peduli. Karena kami hanya mempertahankan kelangsungan hidup ras kami."

__ADS_1


"Oh ya? Apa kalian berfikir kalau aku tidak mengetahui semuanya? Aku sudah mempersiapkan semuanya sejak awal. Dan kalian sudah berada dalam permainanku. Aku hanya mengulur waktu untuk sesuatu. Kemarahan warga sipil kepada pemerintah dan juga ledakan di beberapa tempat hanyalah sebuah umpan kecil. Masih ada beberapa hidangan yang belum kalian santap."


__ADS_2