The Alok Journey

The Alok Journey
CH - 17.PEREBUTAN


__ADS_3

Windah dan squad Abatukam pun bertemu.


"Hey!!siapa kalian??kenapa kalian bisa ada disini??"


Abatukam menjawab.


"Kau tak berhak tau,lagi pula ini kan memang event battle royale"


Windah mencurigai Abatukam dkk.


"Aku hanya ingin tahu kalian siapa,kalian tampak mencurigakan!!"


Abatukam mengusir Windah.


"Banyak tanya kamu yah!!lebih baik pergi dari sini sebelum kami berubah pikiran!!"


Windah menyatakan bahwa ia duluan yg sampai ke tempat itu.


"Kami menemukan tempat ini duluan.Harusnya kalian yg pergi!!"


Abatukam mulai merasa kesal dengan Windah.


"Sepertinya kau memang tak bisa diajak berdiskusi yah.Cepat serang dia Eno!!"


"Baiklah bos Abatukam.Akan kuhabisi dia dengan satu serangan!!"


Eno mulai menyerang Windah.


"Aku jamin kau tak akan mampu menghindari serangan dari senapanku!!"


...!!!!!...


...Splash.......


Windah berusaha menahannya akan tetapi...


"Sepertinya dia banyak omong.Ini kan hanya sebuah cairan putih"


"Arghhhh kenapa ini??kenapa rasanya panas???"


...****************...


Sementara itu di lantai atas.


"Aku mendengar suara langkah kaki menuju ke atas.Sepertinya Windah sudah kembali!!"


Ternyata dugaan Eleina salah dan yg datang kepadanya adalah.....


"Sepertinya dugaanku salah.Langkah kaki ini berbeda dengan langkah kaki Windah!!"


...GUBRAK....!!!...


Ada seseorang yg menuju Eleina.


"Aku yakin ada wanita yg bersembunyi di ruangan ini.Aromanya tercium sangat jelas,tapi kenapa sekarang tidak ada??"


Untung saja Eleina masih sempat untuk bersembunyi di lemari,alhasil ia pun selamat.


"Firasatku tepat.Ternyata bukan Windah yg naik ke lantai atas.Untung saja aku langsung bersembunyi di lemari!!"


Eleina berpikir cara untuk mengalahkannya.


"Aku tidak bisa melawannya begitu saja,aku bahkan belum tau senjata apapun yg dimilikinya dan apa yg terjadi pada Windah!!"


Orang itu mulai memeriksa tempat-tempat yg bisa digunakan untuk bersembunyi.


"Sepertinya aku harus memeriksa semua benda di ruangan ini yg mungkin dijadikannya sebagai tempat bersembunyi!!"


Orang itu mencurigai lemari yg berada didekatnya.


"Lemari ini mencurigakan.Seorang wanita pasti muat jika bersembunyi didalam"


Orang itu mengeluarkan sesuatu kearah lemari itu.


...Splash...!!...

__ADS_1


Eleina pun kesakitan.


"Aku susah tidak sanggup bersembunyi.Cairan putih ini membuatku terbakar 😭😭"


Orang itu bersiap menyerang Eleina.


"Akhirnya kau menyerah juga ya wanita berambut putih.Sekarang biar kuhabisi dirimu dengan tenang"


...!!!!!...


Di sela-sela itu semua Rehan dan Rusdi berhasil menemukan tempat Elaina dan Windah.


"Hei pria tak tau diri!!cepat menjauh dari wanita itu!!"


Orang itu berniat menjadikan Rehan dan Rusdi sebagai pacarnya.


"Aku tak punya masalah dengan kalian berdua apalagi kalian sangat tampan.Kalian berdua sangat ingin kujadikan pacar 🤩"


Rehan dan Rusdi menanyakan keadaan Eleina.


"Eleina,kamu baik-baik saja kan??maaf kami terlambat.Kamu jangan khawatir juga karena Alok sedang membantu Windah di lantai bawah!!"


Eleina memberitahu info penting tentang orang itu.


"Aku punya info penting!!Berhati-hatilah dengan senapan putih-putihnya!!"


Rehan dan Rusdi bersiap menyerang Orang itu.


"Jadi apakah harus kita beri ampun atau langsung bantai saja pria homo ini??"


"Jangan kasih kendor!!langsung tembak bersamaan saja Rehan!!"


...Duarrrr.......!!!!!...


Orang itu pun dikalahkan oleh Rehan dan Rusdi.


......................



...****************...


"Sudahlah cepat menyerah!!kau tak akan mampu menghadapi kami berdua sendirian!!


Windah tetap pada pendiriannya karena ia mempedulikan nasib dari Eleina.


"Bodoh!!mana mungkin aku bakal menyerah tanpa usaha apapun??Sejujurnya apa yg dikatakan musuhku sangat benar adanya,namun jika aku melarikan diri bagaimana nasib Eleina??"


Eno masih berusaha untuk mengalahkan Windah dengan kekuatannya.


"Pertarungan kita belum selesai wahai pria berkostum laba-laba!!"


Windah tak punya pilihan selain menghindari jurus Eno.


"Pilihanku hanya menghindar!!"


...Wush...!!!...


Windah masih bisa menghindari jurus dari Eno karena tekad untuk mengalahkan kaum rainbow.


"Sial,hebat juga dia mampu menghindari cairan putih-putihku!!"


"Inilah bukti tekadku untuk mengalahkan kalian wahai kaum rainbow!!"


Eno sudah kehabisan cairan tetapi Abatukam menghampiri Eno untuk membantunya.


"Aku harus menghabisi pria laba-laba ini,namun cairan putih-putihku sudah habis!!"


"Tenangkan pikiranmu Eno!!jangan langsung putus asa hanya karena hal seperti itu!!"


"Kau benar bos Abatukam!!maafkan kebodohanku🙏"


Abatukam mengambil alih pertarungan.


"Mulai dari sekarang biar aku yg ambil alih,sebelum tengah malam tiba akan kupastikan kau dan wanita di lantai 2 tewas mengenaskan!!"

__ADS_1


Windah saat ini hanya bisa fokus menghindar dari serangan Abatatukam.


"Aku tak tau senjata apa yg dimiliki Abatukam,namun pada akhirnya aku saat ini hanya bisa fokus menghindar"


Abatukam mengeluarkan sebuah pisang.


...Jrengggg....!!!...


"Jangan bilang pisang itu adalah senjatanya??"


"Kau akan menyesal setelah tau betapa kuatnya senjata yg kupegang ini!!"


Abatukam menyerang Windah.


...Crotssss....!!!...


Sayang sekali Windah tidak bisa menghindarinya.


...Arghhhhhh....!!...


Tiba-tiba Alok pun datang disaat yg tepat.


"Tampaknya kau bersenang-senang menyiksa temanku ya??"


Abatukam kebingungan dengan orang yg tiba-tiba datang.


"Siapa kau anak muda??jangan-jangan kau juga anggota squad laba-laba ini!!'


Alok dengan amarahnya menyerang Eno dengan pistolnya.


"Maaf,tapi tak ada ampun bagi mereka yg berani menyakiti temanku!!"


...Duar... Duar......


Arghhhhhh......


Eno berhasil dikalahkan Alok,Abatukam mulai marah kepada Alok.


"Brengsek!!Beraninya kau melukai Eno!!sebaiknya kau tidak meremehkan jumbo bananaku!!"


...******....!!!...


Sangat disayangkan serangan Abatukam meleset.


"Sayang sekali serangannya meleset 😅☝sekarang giliranku serius!!"


Alok berusaha menembaki Abatukam tapi disayangkan ia sangat gesit.


"Dia terlalu banyak bergerak,bidikanku jadi kurang akurat!!"


Windah menawarkan untuk membantu Alok melawan Abatukam.


"Akan kubantu Alok.Biar aku kepung dia!!"


Windah berhasil menangkap Abatukam dan saatnya Alok untuk menembak.


"Bagus Windah!kali ini tembakanku pasti akan berhasil!!"


Abatukam yg sudah terpojok pun meminta maaf.


"Baiklah aku menyerah.Tolong jangan tembak aku!!"


Alok dengan berat hati tidak memaafkan Abatukam.


"Sudah terlambat jika minta maaf sekarang dasar bodoh!!"


...Duar..!!!...


Abatukam berhasil dikalahkan oleh Alok.


"Baiklah pekerjaan kita sudah selesai disini.Dan diatas juga sudah ada Rehan beserta bang Rusdi"


"Aku khawatir dengan Eleina,Alok ayo kita periksa keadaan di lantai dua!!"


......................

__ADS_1




__ADS_2