
Sekitar bulan Januari tiba* ada seseorang yang menelfonku tapi tidak ada namanya,Aku bingung saat itu nggak mau Aku angkat tapi Aku takut kalau ada yang penting dan Aku angkat
Aku : " Assalamu'alaikum,sinten nggeh?" (Assalamu'alaikum,siapa ya?)
Bunyai : " Wa'alaikumsalam, Niki Bunyai Mb Na. BuNyai ajeng tanglet angsal mboten nggeh?" (wa'alaikumsalam, Ini BuNyai Mb Nur. BuNyai mau tanya boleh)"
Aku : " Nggeh bu pripun?" (Iya bu gimana?)
BuNyai : " Ngapuntene sakderenge nggeh, nopo Mb Na dititipi arto maem.e tillah?" (Maaf sebelumnya ya, apa Mb Na dititipi uang maem.e tillah?)
Aku : " Saestu bu ,kulo mboten nate dititipi arto maem.e tillah bu" (beneran bu, Aku nggak pernah dititipi uang maem.e tillah bu)
BuNyai : " Nggeh Mb Na Bunyai mboten percoyo menawi Mb Na kados niku !" ( Iya Mb Na Bunyai nggak percaya kalau Mb Na kaya gitu)
Bunyai 2: " Mb Na iku mboten kados niku Bu" (Mb Na itu nggak kaya gitu bu)
Beberapa minggu kemudian
__ADS_1
Saat itu dipondok ada Latian Khattaman dan Aku hadir buat menghormati Latian Khattaman .
waktu Aku sedang asyik menyimak temanku yang sedang khattaman tiba* Arina juga hadir dipondok untuk menghormati khataman juga, Aku langsung menuju kebelakang setelah kebelakang Aku menuju kamar A untuk mengajak Zahra untuk jajan sosis bakar 😅😆
Aku dan Zahra berjalan untuk membeli sosis bakar diperjalanan pulang Aku dan Zahra ketemu dengan Bunyai Shob
Bunyai 2: " Mb Na mriki kapan?" (Mb Na kesini kapan?)
Aku : " Wau enjing Bu" (tadi pagi bu)
Bunyai 2 : " mangke menawi ajeng maem , mendet sekul nggeh! mboten usah pakewuh" (Nanti kalau mau makan,ambil nasi ya! nggak usah isin*)
Akhirnya Aku dan Zahra melanjutkan untuk pulang kepondok,setelah sampai dipondok Aku serta Zahra langsung menuju kekamar A .
sampai di kamar A
Aku,Zahra dan Nanda sedang ngobrol tiba* Arina masuk dan memanggil Aku untuk Keluar kamar .
__ADS_1
kemudian
Arina : " Mb maaf ya !, Aku sudah salah faham"
Aku : " iya rin,nggak papa"
Arina Menangis sampai sesegukan ,Aku kira dia benar* menangis dan menyesal atas perbuatannya itu ternyata yang Aku fikirkan itu cuma akting doang.
Beberapa hari setelah latian khattaman berlalu.
waktu itu ibu sedang mencuci baju di samping rumah tiba* ada 3 orang wanita antaralain: Budhe Arina,Ibu Arina & Arina yang datang kerumahku hanya ingin memastikan bahwa uang makannya Tillah yang memakai Aku.
Budhe Arina : " Assalamu'alaikum, Bu Saya kesini hanya ingin meminta penjelasan mengenai uang makan Tillah"
Ibuku : " Wa'alaikumsalam, maaf bu anak saya nggak pernah memakai uang yang ibu tuduhkan kepada anak saya"
Budhe Arina : " Kalau begitu anaknya kamu harus disumpah Al-qur'an"
__ADS_1
Disaat Budhe Arina bilang sumpah Al-qur'an Aku memandangi Arina! Aku nggak mengerti apa salahku sehingga Arina berbuat setega itu kepadaku?Aku salah apa dengannya?Aku nggak pernah punya masalah dengannya,tapi kenapa dia sepertinya sangat membenciku?Aku berusaha mencari* kesalahanku terhadap Arina yang dari pertama Dia mondok diPondok Sal-Syaf ini sampai beberapa waktu bahwa selama ini Aku dengan Arina baik* saja nggak ada masalah sekecilpun yang kita permasalahkan tapi mengapa tiba* Dia begini denganku?.
tapi ternyata dia tidak kunjung datang ke ndalem.e Bunyai