
setelah mereka sampai di kafe mereka pun memesan sesuatu. saat mereka menunggu pesanan mereka Seok Hwan melamun sambil memperhatikan kecantikan dari Irene, "kenapa dia memberiku rasa nyaman yang seakan akan dia adalah seseorang yang aku inginkan dalam hidupku" (dalam batin).
tiba-tiba Irene melihat Seok Hwan dan menegornya "kamu kenapa?" tanya nya. Seok Hwan terkejut dan kebingungan sayup sayup dia berkata " tidak ada" sambil menahan malu. kemudian pesanan mereka pun datang, mereka makan sambil berbincang bincang. Usai makan siang Seok Hwan melihat ada noda saus di pipi Irene.
Seok Hwan pun mengambil tisu dan mengelap pipinya. "Ini terlalu dekat, rasanya ingin memeluk nya dan tidak melepasnya" kata Irene dalam hati, mereka pun saling bertatapan dan menumbuhkan rasa cinta antara satu sama lain.
Tiba tiba Irene mengalihkan perhatian dan mengajak nya pulang, Seok Hwan pun mengiyakan sambil tersipu. Mereka pun pulang bersama, sambil berbincang mengenai misi mereka.
Saat di rumah Seok Hwan masih memikirkan saat makan siang tadi dan tersipu malu.
"apa yang kulakukan mengapa aku gelisah dan ingin bersamanya terus" katanya sambil gelisah. Seok Hwan berusaha untuk melupakan nya tapi setiap saat ia selalu teringat.
__ADS_1
Seok Hwan memikirkanya sampai tertidur
...****************...
Besok nya...........
Seok Hwan bangun dan bersiap untuk sekolah, sesampainya dia disekolah dia masuk kekelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Saat jam 10 pagi guru guru ingin rapat untuk pesta dansa dua hari lagi guru mereka pun memberi pengumuman tentang kegiatan tersebut dan memberi pasangan untuk berdansa.
saat pulang sekolah mereka berdua berlatih dansa di aula sekolah pada sore hari, mereka pun berlatih dengan teman teman yang lain.
Setelah latihan mereka bubar, tidak di sangka hujan pun turun, Seok Hwan membawa payung tetapi Irene tidak.
__ADS_1
kemudian Seok Hwan menghampiri Irene dan berkata " ayo pulang bareng aku bawa payung, apa lagi rumah kita se arah" Irene pertama menolak nya tetapi karna Seok Hwan terus memaksa maka ia pun ikut.
dijalan .......
Seok Hwan menoleh ke arah Irene dan berkata " Ren ada yang mau ku omongi", Irene yang terkejut dan penasaran membalas dengan pelan "mau tanya apa". "Salah nggak sih kalau kita suka sama teman sendiri yang selalu nemenin kita kapanpun?" mendengar hal itu Irene menundukkan kepala sembari memalingkan wajahnya "ya kayak nya tidak papa sih" ucapnya malu.
Mereka pun lanjut berjalan sambil menahan malu satu sama lain. Di rumah Seok Hwan mereka berhenti, ibu nya melihat dan menyuruh Irene juga masuk mendengar hal itu Irene terkejut dan menolak "maaf Tante, kayanya lebih baik aku pulang aja soalnya ditunggu ayah". "ayah gimana, orang ayah mu pergi keluar kota tadi"ucap ibu Seok Hwan. "Lah, Tante kok tahu?" tanya nya heran, "Dari story AW" sambil menunjukkan storynya. Irene dan Seok Hwan pun tertawa, ibunya pun menyuruh Seok Hwan masuk kedalam dan mengganti baju sedangkan Irene di bawa ibu ke kamarnya.
Setelah membersihkan diri mereka pun duduk di ruang tamu, Ibu Seok Hwan pergi sebentar ke warung untuk membeli bahan dapur. Saat bercakap cakap mata Irene tertuju kepada liontin Seok Hwan, "dari mana kau dapat liontin itu? Sontak Seok Hwan terkejut "kau pasti tidak percaya, aku mendapatkan ini dari dua roh yang mirip dengan ku tapi dengan dua sisi yang berbeda". "apakah namanya dari zodiak?" tanya Irene serius, "ya, nama mereka Gemini dan ini adalah liontin Gemini".
Irene pun menunjukkan liontin nya " ini liontin virgo, aku mendapatkan nya saat ibu ku meninggal.
__ADS_1
...****************...