
kini Nadia bingung harus memiliki tas yang mana. menurut Nadia semua tas yang ada disini bagus dan mahal mahal pasti adik bosnya itu suka.
" Pilih yang mana ya " ucap bingung Nadia
beberapa menit derren medatangi Nadia bertanya apakah sudah memilihnya agar mereka cepat balik ke Jakarta karena derren sudah kangen kepada Lyodra.
" Sudah memilihnya " ucap dingin derren
" sudah tuan " ucap cepat Nadia
" lihat tuan ini bagus kan saya nyakin nona Lyodra pasti suka " ucap Nadia
" seperti apa adik tuan derren ya " batin Nadia
" bagus " ucap derren dengan tipis dibibir nya melihat tas untuk Lyodra
...
( Tas hadiah untuk Lyodra dari derren )...
setelah mencari hadiah untuk Lyodra kini derren, Ben dan Nadia di perjalanan menuju Jakarta.
__ADS_1
beberapa jam diperjalan kini mereka sudah sampai di Jakarta. hari sudah jam 21.00 karena Nadia ketiduran di mobil mereka tidak tau rumah Nadia. jadi derren menggendong Nadia menuju kamar tamu.
" Siap kan kamar tamu " perintah derren kepada para maid
" wah...wah....ini kejadian langka tidak pernah satu perempuan mana pun yang menginjakkan kaki di mansion ini selain Adiknya sendiri " batin Ben
setelah meletakkan Nadia dikamar derren menuju ke kamar adik nya. kini ia melihat Lyodra tengah tertidur dengan nyenyak dengan memeluk boneka yang ia berikan pada saat Lyodra kecil dulu.
Boneka itu adalah boneka kesayangan Lyodra. biasanya kalau Lyodra lagi kangen kedua orang tuanya atau Abang Abang Lyodra akan tidur dengan memeluk boneka itu.
" good night my princess " ucap pelan derren mencium pucuk kepada Lyodra
" tumben loe bawa masuk cewek ke mansion loe " ucap Ben
" gue cuma kesian liat dia capek, Lagi pula dia tadi bantuin gue cari hadiah untuk Rara" ucap datar derren
" iya sudah gue balik dulu salamin ya buat dede Rara Abang Ben kangen sama senyum manis nya " ucap Ben berlari keluar mansion itu karena dia tau kata kata membangunkan singa.
" kurang ajar loe Ben, jangan macam-macam loe sama adek gue " ucap ketus derren
___________________________________________
__ADS_1
pagi hari kini Rara tengah bersiap diri untuk sarapan pagi. Rara berjalan menuruni tangga ia tidak tau bahwa Abang sudah pulang tadi malam dan membawa seorang wanita ke mansion mereka.
Rara terkejut melihat abangnya tengah ada di meja makan. dan ditambah terkejutnya lagi ada seorang wanita dimeja makan itu juga.
" Abang " teriak Rara dengan berlari menuruni tangga menuju meja makan dan memeluk derren
sedang Nadia terpana melihat wajah cantik gadis remaja itu. tidak kalah terkejutnya dia juga melihat senyum lebar di wajah bosnya yang dingin.
" Good morning baby " ucap derren mencium pucuk kepala Rara
" Abang gak bilang kalau udah pulang kalau tau aku pasti nunggu Abang sampai datang tadi malam, aku banyak banget ingin cerita ke Abang " ucap panjang Rara
" Hahahaha my princess kamu ini hari ini hari libur jadi kamu sepuasnya cerita sama Abang " ucap derren tapi tidak di hiraukan oleh Rara. kini Rara sibuk memperhatikan wajah Nadia. Nadia yang diperhatikan oleh adik bosnya jadi salah tingkah. derren melihat Rara memperhatikan Nadia pun akhirnya bicara.
" Rara dia...... " belum sempat derren melanjutkan kata katanya di potong oleh Rara
" Kakak ipar " ucap bahagia Rara kini memeluk Nadia. sedang Nadia terkejut dengan kata kakak ipar.
" maaf nona saya sekertaris tuan Derren " ucap sopan Nadia
" tidak papa sekarang sekertaris tapi nanti jadi kakak ipar aku " ucap Rara dengan wajah imutnya
" Rara kamu jangan gitu, sekarang duduk dan makan nanti kamu sakit " ucap tegas derren, Rara tidak berani membantah dengan ucapan derren. sedangkan Nadia melihat interaksi antara kakak beradik itu ia menemukan sikap Bos dingin diluar tapi berbeda ketika dengan keluarga nya kini Nadia semakin kagum dengan Giovano derren Atmaja
__ADS_1
BERSAMBUNG.............