The Last Tear

The Last Tear
Kemoterapi


__ADS_3

Baekhyun sedang menjalani kemoterapinya untuk ke sekian kalinya..


Baekhyun harus menjalani Bone Morrow Puncher (BMP) alias bor sumsum tulang belakang untuk mengetahui berapa persen cell blast dari kanker yang diderita..


Baekhyun juga harus menjalani delapan kali tusukan di tulang belakang kurang lebih, hanya dengan bius lokal.. Proses inilah yang membuatnya ngeri menghadapi kanker.. Rasanya sangat sakit..


Kemoterapi yang dijalani Baekhyun tak terhitung jumlahnya, karena pengobatan utama dari leukemia adalah kemoterapi..


Itupun harus dengan kondisi Baekhyun yang cukup fit untuk melakukan kemoterapi..


Asal tahu saja, leukemia menghabiskan enam protokol pengobatan, kalau tidak salah masing-masing berlangsung selama enam bulan. Mengetahui jadwal pengobatan secara detail itu penting untuk Baekhyun, karena prosesnya berjalan lama.


Mempelajari jadwal pengobatan inilah yang juga menaikkan motivasinya untuk sembuh walau harus bekerja keras membagi waktunya dengan jadwalnya.. Apalagi Dia harus menjalani latihan atau semacamnya setelah melakukan kemoterapi..


Apalagi efek yang akan Baekhyun alami karena kemoterapi kalo hanya merasa mual, pusing, sariawan, dan lainnya yang bisa dilawan dengan minum jus, makan yang banyak dan bergizi.


Namun, kalau sendi-sendi sakit, sulit berjalan, limpa dan hati bengkak, membuatnya sudah tak karuan rasanya. Baru saja merasa enak karena efek kemoterapi, sudah harus menjalani kemoterapi lagi..


Seperti sekarang ini Baekhyun mengalami pembengkakan limpa dan hatinya..


Dan membuatnya istirahat total setelah menjalani kemoterapi..


Dia harus berbohong kepada Member dan Managernya untuk kemoterapi yang dilakukannya..


Dan memang sengaja Baekhyun mengambil jadwal kosongnya untuk melakukan kemoterapi..


Baekhyun sedang tebaring lemah di tempat tidurnya.. Di ruang rawatnya..


Sesekali Mi Sun akan mengecek kondisi Baekhyun.. Dia tidak bisa meninggalkannya sendiri..


" seharian aku tidak melakukan apapun tapi rasanya lelah sekali.. Badanku lemas sekali dan perutku mual.. Ucap Baekhyun kepada Mi Sun yang sedang menemaninya"


" Oppa harus banyak istirahat.. Jadi cobalah untuk tidur.. Ucap Mi Sun sambil memegang tangan Baekhyun"


" ahh sakit semua.. Ucap Baekhyun sambil tubuhnya meringkuk menghadap Mi Sun yang sedang duduk di sampingnya"


" saat seperti ini aku hanya ingin hilang.. Dan tak merasakan ini semua.. Keluh Baekhyun yang memang sedang merasakan efek kemoterapinya"


" Oppa, mau aku menceritakan sebuah cerita untuk Oppa? akan membuat Oppa cepat tertidur.. Apa Oppa mau? Tanya Mi Sun dan mendapat anggukan dari Baekhyun"


" ya sudah pejamkan mata Oppa..

__ADS_1


" Ada seorang gadis mencintai seorang lelaki yang tidak pernah sedikit pun terfikir olehnya bisa memiliki hati lelaki itu seindah ini. seorang lelaki yang sejak lama ia kagumi. Manis.. Dia-lelaki itu begitu manis. Tersenyum dengan lembut, tertawa menularkan kebahagiaan, berkata memberikan kehangatan. Lelaki itu seperti langit. Yang biru mendamaikan, yang luas melingkupi dunia,, dunianya. Yang rela meredup agar bintang menunjukkan keindahan malam. Yang bersedia memberi pelangi setelah hujan. Yang menyediakan kehangatan mentari dan kesejukan gerimis pagi. Langit yang indah dengan senja yang menawarkan ketenangan jiwa, jiwanya.


" Ada seorang gadis yang mencintai seorang lelaki. Seorang gadis yang tak pernah tau alasan mengapa ia bisa mencintai lelaki itu sedalam ini. Gadis itu menyukai senyumnya, merindui suaranya. Ia menyukai tatapan matanya. Tatapan mata seorang lelaki yang sedang mencintai. Yaa.. tatapan cinta yang begitu hangat selalu terpancar  tiap kali ia menatap gadis itu. Namun, bukan karena itu sang gadis mencintainya. Bukan karena senyumnya, suaranya, mata indahnya atau bahkan wajahnya.


Sang gadis mencintainya karena dirinya. Hanya dirinya.


Mencintai lelaki itu karena semua yang ada padanya.


" Umm?? Siapa mereka?? Oppa ingin tau siapa mereka??


Baiklah, aku akan memberi tau mu. Terus pejamkan mata Oppa.. Kita akan bertemu dengan mereka..


"Sayang.. kamu lihat gerbang yang kukatakan diawal cerita  tadi? Sebuah gerbang menuju sebuah taman. Bunga-bunga mekar dengan warna warni yang indah, kupu-kupu yang berterbangan, rumput hijau layaknya permadai nan lembut. Taman itu, taman seribu bunga. Masuklah sayang.. langkahkan kakimu menuju ke dalamnya. Kan kamu temui jawaban apa yang kamu pertanyakan tadi. Tentang seorang gadis dalam ceritaku tadi.


Kamu sudah menemukannya? Ia sedang duduk dibangku taman itu menunggu lelakinya..


Mi sun mencoba mensugesti pikiran Baekhyun.. Agar Dia bisa terlelap..


Mi Sun mengerti apa yang dirasakan Baekhyun tidaklah nyaman untuknya..


Dia selalu merasakan sakit saat obat obat kanker masuk kedalam tubuhnya.. Dengan dosis obat yang tinggi..


Semangatnya untuk sehat besar..


Kadang Baekhyun akan merasa kenapa Tuhan tidak mengakhiri hidupnya saja saat merasa sakit yang terus menusuknya..


Tapi Mi Sun mengerti secara psikologis itu akan terjadi kepada setiap penderita kanker yang melakukan pengobatan panjang dan menyakitkan..


Jadi Mi Sun hanya bisa membuatnya kuat dengan semangatnya..


Terdengar dengkuran lirih dari mulut Baekhyun, tandanya Dia sudah terlelap..


Kalo bisa dibagi.. Mi Sun ingin merasakan sebagian rasa sakitnya atau kalo bisa Dia juga ingin menggantikan rasa sakit Baekyun..


Memang Mi Sun tau semua efek dari kemoterapi akan seperti apa tapi Dia tidak pernah merasakannya..


Dokter hanya belajar materinya dan melihat bagaimana pasiennya berjuang untuk hidupnya tanpa merasakannya sendiri..


Tapi melihatnya saja sudah membuatnya sakit..


Apalagi melihat Baekhyun yang selalu kesakitan dengan kemoterapi yang Dia lakukan.. Membuat Mi Sun lemah melihatnya kesakitan.. Apalagi tanpa keluarga disampingnya..

__ADS_1


Pintu perlahan terbuka.. Terlihat Soo Yun berjalan masuk.. Dan perlahan Dia menutup pintu kemudian berjalan ke arah Mi Sun..


Mereka berdua duduk di balkon rumah sakit sekarang tidak ingin mengganggu tidur Baekhyun.. Karena kamar VIP Ruang rawat Baekhyun terdapat balkon..


" apa kau sudah makan? Tanya Soo Yun sambil memberikan sekotak kue kesukaan Mi Sun"


" terima kasih.. Ucap Mi Sun"


" apa Dia baru tidur? Bukanya Dia baru melakukan kemoterapinya?.. Tanya Soo Yun"


" iya.. Aku tidak tega melihatnya kesakitan seperti itu.. Aku.... Ucap Mi Sun terpotong karena menahan tangis"


" apa begitu berat? Tanya Soo Yun"


" sudahlah.. Kau harus kuat untuknya.. Ucap Soo Yun mencoba menenangkan Mi Sun"


" kau kekuatannya sekarang.. Bayangkan bagaimana Dia melakukan ini semua agar Dia sembuh.. Dia melakukanya karena cintamu.. Kau ingat bagaimana seorang Mi Sun merayunya untuk melakukan pengobatan ini.. Dia melakukannya dengan rasa cintamu.. Dia bisa kuat karena hal itu.. Jadi kau harus kuat.. Mungkin aku tidak bisa melakukan apa yang aku bicarakan ini tapi aku yakin temanku ini bisa kuat.. Mi Sun yang aku kenal tidak pernah lemah.. Bersabarlah.. Ucap Soo Yun sambil memeluk temannya itu"


Mi Sun menangis dalam pelukan Soo Yun.. Beginilah Mi Sun bisa meluapkan emosinya.. Dengan menangis.. Dia tidak bisa menangis didepan Baekhyun..


Mi Sun tidak ingin membuat Baekhyun bertambah sedih karena merasa bersalah..


Dia harus kuat untuk Baekhyun.. Harus..


" apa kau tidak ingin memakan kue mu? Kalo tidak aku akan membawanya pulang.. Bagaimana? Ucap Soo Yun"


" kau itu niat memberiku atau hanya ingin mengoda ku.. Sini.. Ucap Mi Sun sambil menyeka air matanya.. Dan memgambil kue pemberian Soo Yun"


" ohh lihatlah.. Kau itu seorang dokter.. Cuci tanganmu sebelum makan.. Ucap Soo Yun"


" ahh tenang saja.. aku selalu membawanya.. Ucap Mi Sun sambil mengambil hand Sanitizernya"


" terserah kau sajalah.. Kau itu memang ya.. Ucap Soo Yun"


" kecilkan suaramu.. Hustttt... Ucap Mi Sun"


Sahabat itu bukan ada saat kita senang saja.. Dia akan selalu ada di saat kita suka dan duka..


Itu sahabat menurutku..


__ADS_1


__ADS_2