
Di suatu tempat
"Lu nggak bohong kan?" Tanya seorang Pria kepada temannya dengan tatapan yang sedih dan putus asa
"Gue yakin seratus persen. Dari gejalanya yang jelasin aja itu dh buat gue yakin. Kita harus bawa adek lu periksa ke Rumah Sakit, kalau Lo butuh yang pasti lagi" Jawab pria lainnya lagi
"Ya Tuhan, apalagi ini" lirih pria tersebut dan lemah.
Ayla sudah sampai di perusahaan milik keluarganya. Sedikit cerita tentang Ayla. Ayla itu merupakan anak terakhir atau bungsu dikeluarkannya memiliki ayah yang tampan dan ibu yang cantik, memiliki 3 orang kakak yang sayang padanya. Akan tetapi tidak membuat Ayla bahagia, karena hanya satu orang yang selalu ada bersama dia, ya itu adalah sulung keluarga B Atthaya Bumi B. Sedangkan kedua orangtuanya sibuk membahagiakan anak adik dari ibuknya dan kedua kakaknya yang lain sedang kasmaran. Back to topik
Setelah sampai di ruangan sang kakak Ayla bertanya pada sekretaris kakaknya.
"Permisi Kak Tio" Ucap Ayla dengan nada sopan dan terkesan lembut
"Ya nona Ayla. Ada yang bisa saya bantu" jawab sekretaris Tio
__ADS_1
"Kak Thaya ada didalam kak Tio?" Ayla bertanya dengan nada yang cukup lemah dan itu membuat sekretaris Tio heran dan sedikit was-was pada kesehatan bungsu keluarga B
"Tuan Muda ada didalam Nona sedang bersama dengan temannya" Jawab Tio
"Ok kak. Kalau gitu Ayla masuk dulu ya kak" ucap Ayla
Tapi sebelum Ayla masuk keruangan sang kakak dia merasa kepalanya makin pusing dan jatuh pingsan, sebenarnya dari sekolah kepala Ayla sudah pusing dan dia sedikit mual tidak biasanya Ayla mengalami pusing seperti ini.
"Kak Atha..Ayla dat...." belum selesai Ayla menyapa kakaknya dia susah jatuh pingsan
"Nona Muda" ucap mereka bertiga serempak melihat Ayla pingsan tiba-tiba
"Ayla sayang, kamu kenapa dek?" lirih Atthaya memanggil nama adiknya
"Ta sadar, kita harus bawa adek lu ke Rumah Sakit sekarang" Ucap Dion pada temannya itu dan disetujui oleh Tio "Dokter Tio benar Tuan Muda sebaiknya kita membawa Nona Ayla ke Rumah Sakit" dan mereka pun membawa Ayla ke RS Permata Bunda tempat Dion bekerja.
__ADS_1
"Ay kamu harus kuat sayang, kakak sayang kamu. Jangan gini dek" Air mata Atthaya turun dengan sendiri nya melihat adik kesayangannya jatuh pingsan sedangkan Dion dan Tio hanya dapat berdoa dan merasa prihatin dengan Atthaya
Sesampainya di RS Permata Bunda, Ayla dipindahkan ke brankar dan dibawa keruangan UGD oleh Tim dokter dan yang menangani Ayla adalah Dion.
"Lu tunggu disini, gue bakalan periksa adek lu" ucap Dion yang melihat guratan kekhawatiran dimata Atthaya
"Gue mohon tolong selamatkan adek gue ion" ucap Atthaya lirih dan penuh permohonan
" Gue bakalan usahakan. Gue masuk" Ucap Dion dan Dion pun masuk ke ruangan dan memeriksa Ayla
"Ya Tuhan tolong selamatkan adek ku. Ku mohon biarkan dia bahagia Tuhan, jangan rebut dia dari" Atthaya memohon kepada sang pencipta dengan lirih dan penuh permohonan dan Tio yang melihat itu merasa prihatin kepada Bos nya itu
*Tuan saya yakin Nona muda baik-baik saja. Nona muda adalah anak yang kuat" ucap Tio menghibur Atthaya dan hanya diangguki oleh Atthaya
Didalam ruangan pemeriksaan Dion memeriksa kondisi Ayla dengan teliti setelah diperiksa Dion masih harus melakukan pemeriksaan lebih lagi. Dan Dion pun keluar untuk menemui sahabatnya tersebut
__ADS_1
"Ion adek gue gimana? Dia baik-baik aja kan? Ayla gue nggak kenapa-kenapa kan?" cecar Atthaya kepada Dion