THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 3 (Tamat)


__ADS_3

Berita kematian dua ketua gengster yang di takuti, membuat geger warga sipil di kota itu. Mereka tidak menduga, akhirnya kejahatan mereka bisa di hentikan. Pihak berwajib membuka kasus ini, dan menangkap anak buah mereka yang masih tersisa dan di jatuhi hukuman mati. Semua usaha yang mereka kelola di tutup dan obat obatan terlarang du bakar pihak berwajib.


Kenzi dan Siena kembali ke panti jompo. Menghabiskan sisa usianya bersama mereka yang seusianya.


Keluarga Genzo yang lain dapat hidup tenang tanpa ada rasa khawatir lagi, kemanapun mereka pergi.


Genzo dan keluarga kecilnya membeli rumah baru dengan di pasangi alat alat canggih untuk menghindari hal hal yang tak di inginkan.


Ariela dan Kitaro memutuskan untuk menikah bulan depan. Mereka naik jabatan karena berhasil membongkar kasus kejahatan para mafia yang selama ini sangat licin untuk di tangkap.


"Akhirnya, semua sudah selesai. Tidak ada lagi yang akan mengganggu hidup kita lagi." Kata Genzo duduk di kursi mendekap erat tubuh Althea.


"Aku harap, selamanya tidak ada lagi kejahatan di muka bumi ini." Timpal Althea.


"Itu tidak mungkin sayang. Kakek bilang, yang lemah akan di gantikan yang kuat. Yang tua akan di gantikan yang muda, dan itu sudah pasti tidak bisa di bantah lagi. Kejahatan akan selalu ada di muka bumi ini." Ungkap Genzo, lalu mencium kening Althea.


"Kau benar!" sahut Althea membenarkan ucapan Genzo.


"Kejahatan tidak akan bertahan lama, begitu juga dengan kebaikan. Semua akan datang silih berganti bersama dengan waktu." Tangan Genzo terulur mengusap perut Althea yang semakin besar.

__ADS_1


"Semoga, anak kita kelak bisa menjadi anak yang bisa kita banggakan." Ucap Althea.


"Iya sayang."


***


Hari demi hari, Genzo dengan telaten menjaga dan memperhatikan Althea. Usia kandungannya yang sudah mencapai sembilan bulan. Membuat Genzo siap siaga kalau Althea akan melahirkan.


Di hari berikutnya, Genzo dan Althea, Ryu dan Davira, menghadiri pesta pernikahan Kitaro dan Ariela. Mereka memberikan selamat kepada dua sahabatnya, setelah itu mereka kembali turun dari altar.


Suasana pernikahan yang tenang berubah kepanikan, pasalnya Althea sudah mulai merasakan kalau ia akan segera melahirkan.


Genzo dan Davira, menunggu di luar ruangan saat proses melahirkan, mereka bertiga duduk di kursi menunggu dengan cemas.


Satu detik, dua menit, satu jam berlalu. Detik berikutnya terdengar suara tangisan sang bayi dari dalam ruangan. Genzo sudah tidak sabar untuk segera masuk ke dalam, namun Davira melarangnya sebelum Dokter mengizinkan mereka masuk ke dalam.


Tak lama kemudian, suster membuka pintu ruangan dan mempersilahkan mereka masuk. Genzo bergegas masuk ke dalam ruangan, melihat Althea tersenyum, meski terlihat lelah. Namun Althea sangat bahagia mendapatkan seorang putra.


"Terima kasih sayang." Genzo mencium kening Althea cukup lama. Lalu berdiri tegap saat Rtu menghampirinya.

__ADS_1


"Ini putramu." Kata Ryu menyerahkan bayi yang masih merah ke pangkuan Genzo.


Genzo tersenyum lebar, matanya berkaca kaca menatap wajah bayi tersebut.


"ALTHEO QIEL LEXANDRIA."


Altheo Qiel Lexandria, nama itu di sematkan untuk putranya yang baru saja lahir. Hidup Genzo semakin sempurna, memiliki istri yang sangat mencintainya, seorang putra.


Senyum bahagia terlihat di wajah Ryu dan Davira. Saat ini mereka sangat bahagia, kesedihan, kerumitan dan permasalahan terbayar sudah dengan kebahagiaan yang datang menghampiri. Hanya waktu yang bisa menjawab, hanya Yang Maha Kuasa yang mampu mengatur segalanya menjadi indah atau buruk.


Tugas mereka selanjutnya membesarkan Altheo dengan segenap perasaan yang mereka miliki, doa tersemat semoga kelak, Altheo tidak menderita seperti yang di alami keluarga besar Kenzi. Mantan penasehat mafia yang berubah di segani dan di takuti.


Mari rehat sejenak, biarkan mereka hidup dengan damai. Dengan cinta dan kasih sayang yang melimpah. Biarkan waktu yang akan menjawab bagaimana hidup mereka ke depan terutama Altheo.


Manusia hanyalah berencana, harapan tidak boleh sirna di dalam hati meski itu kecil. Teruslah melangkah, berjuang, demi keluarga demi orang orang yang di sayang. Karena kita hidup dengan seribu alasan.


Sekian dan terima kasih All.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2