
Pada saat itu kami semua pingsan dikarenakan obat bius oleh orang yang tidak kami kenal sebenarnya mereka telah memperkenalkan dirinya tapi kami masih belum hafal nama2nya dan ketika itu aku membuka mata dengan sangat berat tapi aku berusaha untuk membuka mata lalu aku melihat di langit-langit hanya ada semen yang kering serta dilapisi oleh batu kerikil yang tertata sangat rapi kemudian aku menoleh ke kanan hanya ada sebuah tembok yang mirip seperti di langit-langit maksudnya atap dan ketika aku menoleh ke kiri ada kacamataku yang tergeletak diatas meja.
Lalu aku berusaha mengambil kacamata tersebut tapi selalu saja melesat, akhirnya setelah gagal tidak bisa ambil kacamata tersebut akhirnya dapat juga dan aku menggunakan kacamata seketika semua terlihat jelas secara jelas serta bening.
Setelah itu aku bangun dari tempat tidur dengan tubuh yang seperti habis digebukin orang lalu aku memegang leherku ternyata ada bekas plester kemudian aku mencabutnya, ketika aku mencabutnya serasa bekas bius itu masih sakit sekali kayak pingin teriak dan aku terbangun dari kasur yang empuk itu lalu berjalan menuju pintu.
Pada saat aku mau berjalan, tubuhku seperti serasa habis meminum bir dan aku berjalan sempoyongan seperti orang mabuk akhirnya aku sampai didepan pintu.
__ADS_1
Ketika aku membuka pintunya tiba2 dari belakang ada seseorang yang menghantam pintu dengan kencang
"Apa yang kau lakukan?"
Suara itu mengingatkanku terhadap seseorang yang pernah aku dengar tapi dimana ya?.
"Tetaplah disini sebentar lagi giliranmu"
__ADS_1
Sambil melepaskan tanganku yang tertahan oleh dan tiba2 ada seseorang yang masuk ke dalam kamarku dan
"Halo"
Orang itu menyapaku hingga membuatku kebingungan
"Apa yang sebenarnya terjadi dan apa mau mereka sebenarnya?"
__ADS_1
Aku membatin dalam hati sangking aku bingung dengan apa yang terjadi?.