
Setelah mereka selesai berbincang-bincang mereka bertiga kembali ke rumah tuan Arthur dan segera tidur
" Aku penasaran dengan keadaan orang yang aku temui di Goa Gorgon bagaimana ya keadaannya apakah aku bisa memanggilnya didalam mimpiku , " ujar Avion
" Kucoba saja, perasaan aku tinggal menyinari pedang itu dengan cahaya bulan purnama dan kebetulan sekarang adalah waktunya bulan purnama , tetapi dimana pedang itu" ucapnya dengan mencari pedang pemberian nya ia memeriksa di semua tempat dan akhirnya menemukan nya " Nah ini ternyata dibawah ranjang ku" ucapnya dengan mengambil pedang nya dengan segera langsung pergi ke jendela dan melepaskan pedang itu dari sarung nya pedang itu pun memercikkan cahaya ungu disekitarnya pedang itu pun bercahaya
" Ada apa ini " ucapnya dengan mata yang melebar dan mulut menganga dengan panik ia segera menyarung kan nya kembali
" Syukur lah , tidak terjadi apa-apa " ucapnya sehabis memeriksa sekitar termasuk tangannya
" Sudahlah ini begitu bahaya aku akan tidur saja dahulu
...----------------...
Avion pun tertidur di ranjang nya dengan lelap ditemani oleh angin sepoi-sepoi dari dalam jendela kemudian tiba-tiba ada seorang yang membangunkannya
" Bangunlah Avion " ujar nya itu dengan membangun nya
" Iya ada apa Agro" jawab Avion yang masih menutup matanya
" Aku bukanlah temanmu " ujarnya itu yang sontak membuatnya terkejut dan membuka matanya
" Ternyata... kau bagaimana kamu bisa masuk kesini" tanya Avion
" Bukankah kau yang memanggilku, " celetuk nya dengan menunjukan telunjuk nya
" Iya juga, maaf kan aku" ucap Avion dengan memegang kepalanya
" Ada apa kau memanggilku " tanya nya
" Sebenarnya aku hanya ingin berbincang saja namun setelah aku membuka pedang yang kau berikan padaku untuk memanggilmu mendadak pedang itu mengeluarkan sepercik cahaya ungu dan cahaya itu mulai menyelimuti tanganku ,Apakah memang seperti itu ataukah aku yang salah menggunakan nya " tanya Avion
" Ya memang seperti itu dasar manusia itu hanya ucapan untuk menyambut mu sebagai tuanya yang baru , sekarang dimana pedang itu" jawabnya
__ADS_1
Avion pun mengambil pedang nya yang ada di belakang ranjang nya " Ini dia"
" Sekarang ikutilah aku wahai manusia" ujarnya. Ia pun mengikuti nya sampai ke danau tiba-tiba Ia mengangkat pedang itu dan pedang itu mengeluarkan seberkas cahaya ungu mengelilinginya
" Sudah lama sekali ya aku tidak menggunakan mu Moonlight " " Hyaa" ucapnya dengan menebaskan nya ke air danau seketika danau itu menggelegar ,membelah
sementara Avion hanya terkejut dengan mata terbuka lebar dan mulut menganga
" Dasar naif" ucapnya dengan menyentuh pelipis kepalanya " Sudah jangan terkejut memang seperti ini jika kau bisa menggunakan bahkan bisa lebih bila dari yang kau kira tetapi hanya seperti ini kemampuan ku "
" Sekarang cobalah sekali lagi namun kau harus memiliki tekad yang kuat " ujarnya dengan memberikan pedang itu padanya " Kau pasti bisa menggunakan nya"
dengan perasaan tak percaya diri akan dirinya " Sudahlah aku harus membulatkan tekad bila ingin menggunakannya " "Hya.. " ucap Avion menebaskan pedang itu
" Sepertinya aku gagal " kata Avion merasa malu karena tidak melihat apa-apa yang terjadi
" Kau ini sangat tak percaya pada kemampuan sendiri ya, kau tidak sepenuhnya gagal lihat itu pedang itu menyala sangat terang benderang bagai bulan sungguhan " sahutnya dengan meyakinkan dia sambil memegang pundaknya
" Lalu apa artinya " tanya Avion
" Iya baiklah aku mengerti " ujar Avion
" Sekarang sudah selesai aku disini bangunlah " ujarnya dengan berjalan menuju bulan purnama
" Avion....... bangunlah "teriak seseorang yang hampir memecahkan gendang telinga nya sontak Avion terjaga dari tidurnya
" Iya.. ya aku bangun, Wond" sahut nya dengan mata yang masih sipit
" Sekarang waktunya kau tahu itu kan " teriak Wonder
Avion yang teringat pun bergegas bersiap-siap menuju tempat latihan
" Dari mana saja kau Ksatria Avion, kami sangat menghargai waktu " ujar Arthur
__ADS_1
" K...ksat....Ksatria sejak kapan Avion menjadi Ksatria " tanya Wonder terbata-bata
" Iya kalian semua adalah seorang Ksatria sekarang , dengan memberikan tiga buah pedang " jawab Arthur
" Waw.... jadi kami seorang Ksatria, dan pedang itu milik kita" ujar Wonder dengan mata berbinar-binar sambil mengambil salah satu pedang
" Wah...mengapa pedang hitam ini langsung berwarna merah membara" tanya Wonder dengan mulut menganga
" Karena pedang ini bukanlah pedang biasa , pedang ini dibuat oleh para ahli pandai besi di kerajaan dan terbuat dari bahan batu yang sangat langka yaitu batu Dwarf" jawab Arthur " Dan perubahan yang kau lihat adalah wujud dari kekuatan mu yang telah kau alirkan tanpa sadar kedalam nya dan warna dan bentuk yang kau dapatkan itu sungguhlah aneh karena biasanya para Ksatria pemilik elemen api berwarna oranye sedangkan kau berwarna merah membara dan bercabang dua "
" Sekarang coba kalian berdua yang mengambilnya " ujar Merlin menyodorkan dua bilah pedang kehadapan nya
Agro dan Avion pun mengambil pedang itu dan menyaksikan perubahan penampilan pedang itu sekarang dengan pedang Agro yang berubah menjadi sangat melengkung dan berwarna hitam pekat kebiruan yang sementara Avion mengubah pedang nya menjadi bercabang-cabang disekitarnya dengan memunculkan warna api biru disekitarnya
" Kalian ini memang benar-benar sangat aneh aku bahkan tidak pernah melihat warna dan perubahan yang sangat drastis pada pedang itu "ujar Merlin terkejut
" Bersiap lah karena kami akan menambah beban latihan yang tak pernah dirasakan oleh semua Ksatria agar kami bisa memunculkan bakat kalian "
...----------------...
Mereka pun berlatih hingga tidak ada waktu untuk bersantai dan bercanda Wonder sangat tidak menyukai jenih latihan seperti ini
" Woy tuan Merlin, Arthur berilah kami sedikit istirahat, jikalau seperti ini kita bisa mati" keluh Wonder
" Latihan yang kami berikan tidak bukan agar kau bisa menumbuhkan kekuatan yang ada dalam dirimu, lihatlah Agro dan Avion mereka mulai menunjukkan bakat nya dan tak pantang menyerah, jika kau ingin menjadi penghubung masa depan semua manusia kau harus lebih kuat dalam hal mental maupun fisik karena seorang Ksatria memiliki tanggung jawab yang sangat besar, "
" Hey kau dengar kami tidak" bentak Arthur yang melihat Wonder tertidur di depan mereka " Karena kau mengeluh dan bertindak kurang sopan , kau akan mendapatkan hukuman dari kami yaitu kau harus turun gunung sampai lima kali "
" Ha...Apa.. yang benar saja" gumam Wonder mengangkat alisnya
" Kenapa apa kau ingin ditambah lagi" ujar Arthur
" Tidak.. tidak... " jawab Wonder ketakutan
__ADS_1
" Sekarang tunggu apalagi cepat lakukan " perintah Arthur
...----------------...