
___________
"jin......!!!!!" (kim)
"astaga baru juga aku datang udah di teriakin" (aku)
"iya-iya maaf soalnya aku sangat senang makasih ya kamu memang the best deh aku lulus tugas 1 !" (kim)
"wah selamat yah aku ikut senang" (aku)
"iya makasih juga atas ide mu.....iya ayo ke aula sekarang udah dari tadi masuk nya loh!" (kim)
"hah........!!! aaaaa.....lari-lari jangan sampai terlalu telat aaaaa...." (aku)
"jin tunggu (Kim)
aku berlari sekuat tenaga supaya bisa cepat sampai di aula tapi ketika sampai keadaan di aula sangat hening, aku mengarahkan pandangan ku ke atas podium dan ya yang ada di atas podium adalah pak herik. aku pun langsung bergabung dengan kumpulan orang yang memakai baju yang sama dengan ku. aku berusaha menyelinap tanpa ada yang sadar dengan kehadiran ku!
"hiks.....hiks....../menangis (??)
aku melirik gadis yang menangis di selah ku,aku tidak ingin menegurnya takutnya nanti terjadi masalah.
"hehe......begini cara kalian bekerja?memalukan tugas semudah ini pun tidak bisa di kerjakan,kalian harusnya tidak usah masuk jurusan ini! membuat reputasi sosial jadi tercoreng saja, benar-benar buang waktu saya saja"(pak herik)
"mungkin saya rasa kalian kurang didikan dari orang tua kalian makanya kalian gagal dalam bertugas mungkin ada yang Anak mamanya di sini atau Anak ayahnya, sangat lawak hahahah......."(pak herik)
tiba-tiba saya jadi tersinggung dengan ucapan pak herik.dan saya jadi ingat dengan perkataan ibu,yang bilang 'jangan sampai orang luar menanyakan didikan ibu dan ayah!'
lalu saya pun jadi naik darah.
__ADS_1
"saya rasa ada kesalahan dengan teori bapak tadi!'tetiak'"(aku)
seketika semua pandangan mengarah pada ku aku berjalan lurus ke depan mendekati podium anak-anak yang lain pun membuka barisan hingga barisan terbelah menjadi 2.
"jingga apa yang kamu lakukan"(Kim)/suara pelan.
setelah sampai di depan podium saya langsung menatap mata pak herik sambil mengerutkan alis untuk menunjukkan kemarahan ku.
"apa?"(pak herik)
"saya rasa bapak keterlaluan brani nya bapak menanyakan didikan kedua orang tua kami dan bilang kalau mereka melakukan kesalahan mungkin yang lain diam tapi anggap saja saya juga mewakilkan yang lain untuk bicara"(aku)
"asal bapak tau saya sangat terdidik meskipun saya dari kampung saya juga tau yang namanya tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, dengan berkata seperti tadi itu sama saja dengan bapak menghina orang tuan kami"(aku)
"mungkin saya rasa bapak lah yang kurang didikan dari orang tua bapak!"(aku)
satu aula pun mulai mengkritik tapi aku tidak peduli.hingga pada saat pak herik mau bicara aku memblokir nya dengan surat hasil magangku, aku melempar Surat itu tepat di wajah pak herik,dan membuat semua surat itu berhamburan.
bapak herik memungut satu surat yang ada di dekat kaki nya. expresi ya pun berubah dari marah menjadi seperti tidak menyangka.dan dengan angkuhnya aku bilang.
"bagai mana?sudah puas bacanya atau bapak masih mau lagi!"(aku)
"Hem......."(pak herik)
"siapa nama mu"(pak herik)
"saya jingga rahmadani dari Indonesia datang kesini untuk bisa jadi lulusan terbaik dari USA dan membawa pulang piala yang menjadikan sekolah ini sebagai sekolah terbaik di dunia!"(aku)
"ibu k.s inikah murid yang kamu undang secara pribadi?"(pak herik)
__ADS_1
"iya bagai mana mengesankan bukan?"(ibu k.s)
"lumayan menarik, baik lah kalau begitu saya ucapkan selamat datang di jurusan sosial nona jingga"(pak herik)
"dan untuk yang lain karena gagal dalam tugas kalian di eliminasi dari jurusan sosial"(pak herik)
lagi-lagi aula jadi berisik karena perkataan pak herik di sela-sela itu aku pun.
"tunggu dulu menurut saya ini agak menyedihkan maksud saya ayolah masak saya harus berjuang sendirian menurut saya itu sangat membosankan bagai mana kalau kita buat perjanjian? kalau saya menang dalam perjanjian tersebut bapak harus setuju mereka masuk jurusan sosial kalau saya kalau nanti dapat hukuman dari bapak berjuang sendirian itu sangat tidak berarti buat saya!"(aku)
"ide yang cukup bagus,Hem.......bagai mana kalau saya tantang nona jingga dalam waktu satu bulan harus bisa mencapai posisi rank 1 kalau nona berhasil saya setuju akan menerima mereka di jurusan sosial tapi kalau nona kalah nona harus pergi meninggalkan USA dan membuyarkan Semua harapan tinggi nona tadi! dan mereka juga akan menghadapi nasib yang sama seperti nona!"(pak herik)
aku pun diam dalam hening karena persaratan barusan.
"dih gila dia itu udah capek-capek berusaha malah ingin menjatuhkan diri sendiri dasar aneh!"( murid H)
"ini sih namanya sudah jatuh ketanah malah di timpa langit iii.....mengerikan kalau aku sih nggak mau"(murid F)
"Hem........._____baik lah saya terima tantangan dari bapak herik dan semua yang hadir di sini jadi saksi kalau seandainya nanti pak herik tidak mau mengakui kekalahannya!"(aku)
sekali lagi aula jadi riuh akan suara para murid yang mengemukakan argumen mereka tentang kejadian hari ini.
"keknya udah beres semua kalau gitu saya pamit kembali ke asrama sampai jumpa 1 bulan lagi pak herik!"(aku)
aku pun pergi meskipun aku agak cemas tapi aku tau.
selagi matahari bersinar maka masih ada harapan!
bagi kalian yang masih penasaran sama kim
__ADS_1