The Tomoe Garden

The Tomoe Garden
Chapter 2 : Kekaisaran Engrayn


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku bangun, membersihkan seluruh tubuhku lalu memakai perlengkapan, pakaian misi, senjataku dan barang bawaan.


Seluruhnya sudah kupersiapkan tadi malam sebelum aku tidur. Mungkin para gadis lainnya juga melakukan hal tersebut. Meskipun aku tahu bahwa ada yang tidak bisa tidur karena kegugupannya untuk esok hari.


Aku juga mempersiapkan mental dan fisik. Pada dasarnya aku itu masih muda, berusia sekitar 18 tahun, gadis lainnya juga sepantaran denganku dalam hal mental dan fisik. Tapi aku tidak terlalu menghiraukan usia para gadis elf yang mungkin berbeda denganku yang tinggal di Mansion Tomoe ini.


Tok, tok.


Sebuah ketukan pintu terdengar.


"Masuklah."


Astia yang pertama membuka pintunya, lalu diikuti ketujuh gadis lainnya. Mereka asik mengobrol ketika masuk ke ruanganku dan membawa peralatan mereka.


Mereka seolah-olah menjadi orang yang sangat berbeda dari tadi malam. Memakai seragam serba hitam militer yang dirancang seunik mungkin oleh mereka sendiri, dan membawa senjata masing-masing mereka. Itulah seragam misi resmi milik kami ketika kami dan masih menjadi bawahan Raja Azaka.


Padahal mereka semalam hanya memakai seragam pelayan restoran yang ditujukan untuk menarik para pelanggan. Tapi mereka sekarang berubah drastis, dan menjadi lebih elegan dan memikat.


"Ada apa master? Apa master sudah terbiasa dengan pakaian maid kami yang imut sehingga matamu tidak terbiasa dengan pakaian misi kami dan terus menatap kami?" Kata Annastasia dengan senyum nakal.


Huh~ aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang dewasa yang selalu menggodaku di usia yang sama sepertiku.


"Buat apa? Aku yang merancang semua pakaian misi kalian, jadi kau tidak perlu takut untuk terus ditatap olehku."


"Cih, seperti biasa, master selalu tidak asik!"


Kenapa dia selalu kecewa? Bukannya aku tidak tertarik dengan kecantikan Annastasia, tapi dengan godaannya seperti itu, tetap tidak akan membuat tertarik hanya karena sebuah godaan receh.


"Baiklah, aku akan mulai. Tujuan pertama kita adalah Kekaisaran Engrayn..." Kataku dengan pasrah, "Sebelumnya aku punya pengalaman buruk di sana, tapi karena ada beberapa petualang yang selamat dari perang itu lalu menghilang di sana, kita tidak ada pilihan lain ke tempat itu."


"Itu juga karena Kekaisaran Engrayn adalah tempat yang paling dekat untuk dijangkau." Tambah Astia.


Kekaisaran Engrayn, kami semua akan menuju ke tempat yang paling berbeda dalam kebudayaan dan kemajuan teknologi daripada Kerajaan Fioresd. Negeri itu adalah pusat yang menjadi kecurigaan semua orang, yang menjadi dalang dari propaganda yang terjadi di mana-mana. Di masa lalu, negeri itu dipenuhi dengan iblis yang menyamar sebagai manusia sehingga petinggi kekaiasaran itu dirumorkan adalah para iblis.


Kemungkinan besar itu masih terjadi hingga saat ini.


Ketegangan terjadi di wajah Astia, itu karena aku dan dirinya mempunyai mimpi buruk yang sama di masa lalu, tapi kami teringat kembali dengan hal itu karena misi darurat ini. Jadi apa boleh buat.


Setelah itu, aku membagi kelompok dengan masing-masing dua anggota. Di antaranya yaitu:


Astia dengan Marrona.


Annastasia dengan Elma.


Natasha dengan Amarilis.


Yang terakhir yaitu, pemimpin para gadis, Lilia dan Lilac.


Aku pikir itu semua sudah menjadi komposisi terkuat yang pernah kupikirkan. Aku sudah menduga kalau ada perdebatan di antara dua orang, kalian sudah pasti bisa menebaknya...


"Aku sudah menduga hal ini, master pasti memasangkan aku dengan gadis murahan ini." Kesal Elma.


"Yah, apa boleh buat. Misi tetaplah misi, kau tidak bisa menolak komposisi ini hanya karena kau berpikir ingin menghindariku karena kau tidak suka padaku." Kata Annastasia.


Annastasia melayang pernyataan yang cukup menarik menurutku, dia hanya tidak ingin menjadi beban karena batasan kemampuannya. Jadi Annastasia tidak masalah berharap bantuan dari Elma, yang bisa dianggap mereka adalah salah satu pasangan dari koordinasi terbaik dalam pertarungan jarak dekat.


"Huh~ baiklah." Elma menghela napas, "Setidaknya aku sudah terbiasa denganmu dan mengatasi kesombonganmu, tapi satu yang penting... Tidak usah sok akrab kepadaku."


"Iya, iya." Annastasia hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


Sepertinya semuanya sudah siap.


"Baiklah, aku akan menyerahkan rencananya pada masing-masing dari kalian. Bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi sebaik mungkin, itu tergantung kalian sendiri."


Tidak ada penolakan dari mereka, itu berarti mereka semua mengerti. Tapi ada satu orang yang bertanya satu hal.


"Kalau begitu, master dengan siapa?" Pertanyaan datang dari Lilac.


Mereka semua juga mempunyai pertanyaan yang sama seperti yang Lilac tanyakan.


"Aku akan bersama rekanku saat di Kekaisaran Engrayn nanti, aku akan meminta bantuan padanya. Jadi kemungkinan besar dialah yang menjadi penolong terbesar bagi kelompok ini."


"Ah begitu..."


Kemudian, sekilas aku bisa mendengar Astia menggertakkan giginya karena kesal, tapi  aku tidak terlalu memikirkan kekhawatirannya.


"Nah, karena sudah tidak ada yang dipertanyakan lagi... Mari kita berangkat."


"YOO!!" Para gadis berteriak semangat.


Karena itu, aku tidak tahu bahaya apalagi yang menanti kami semua...


Beberapa hari kemudian, anggota Tomoe Garden melalui perjalanan yang cukup jauh, dan tiba di Kekaisaran Engrayn. Di dunia penuh penderitaan-- di kota Ensokin ini, penuh harapan dan keputusasaan dalam pencarian mereka, pertempuran mereka dimulai.


****


Tomoe Garden, sebuah pasukan khusus yang dibentuk sendiri oleh Raja Azaka di bawah kepemimpinannya, dengan pelaksanaan misi dari balik layar. Membuka restoran adalah salah satu dari topeng Tomoe Garden itu sendiri. Dengan kepemimpinan seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun, mereka bersembilan menemukan beberapa petualang dari korban perang yang menghilang di Kekaisaran Engrayn dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan.


Namun, Keadaan kali ini sangat berbeda, mereka tidak akan menjalankan misi di negeri mereka sendiri atau yang dikenal sebagai Kerajaan Fioresd. Mereka menuju sebuah negeri dengan banyak rumor dan kekacauan dunia yang berakar dari sana. Dari identitas palsu, kepribadian palsu, hingga mempelajari seluruh medan dari kekaisaran tersebut dari, dan masih banyak hal yang harus diperhatikan.


Karena kondisi dunia yang seperti sekarang, mereka hanya bisa mengantisipasi sesuatu yang berbahaya yang akan datang. Maka tidak akan heran kalau para gadis akan kelelahan mental dan khawatir.


"Huh~"


Seorang gadis berambut perak, menatap keluar di jendela dan menghela napas ketika dia berada di tempat itu. Itu adalah Lilia.


Sekitar seminggu sejak mereka tiba di Kekaisaran Engrayn, lalu membuat hubungan dan identias palsu selama jangka waktu tersebut. Semua anggota Tomoe Garden saat ini sudah mempunyai  pekerjaannya masing-masing untuk menutupi identitas mereka sebenarnya, dan tentunya juga untuk mencari uang untuk kehidupan mereka saat ini dan membiayai uang sewa penginapan yang mereka tinggali sekarang.


Saat ini, Lilia bekerja sebagai petualang kelas rendah sekaligus menjadi pemimpin komando para gadis.


."Membosankan sekali."


Hampir setiap hari dia mengalami kebosanan yang seperti itu, hanya menatap sebuah kedamaian dari penduduk ibukota. Keramaian yang terlalu biasa, arus jual beli yang juga biasa, bahkan dia dapat melihat orang-orang dapat mengobrol tanpa takut dengan kematian.


"Sangat berbanding terbalik dengan Kota Florend." Gumam Lilia.


"Yah mau bagaimana lagi, inilah tempat yang berkemungkinan dari salah satu musuh kita."


Gadis berambut hijau datang membawakan secangkir teh di pagi hari kepada Lilia, itu Lilac. Saat ini dia juga mempunyai pekerjaan yang sama seperti Lilia.


"Terima kasih."


"Tidak, tidak apa-apa, malahan aku yang berterima kasih padamu. Hari ini kau yang bertugas untuk menyiapkan sarapan bukan? Ditambah setiap hari kau harus menulis laporan informasi dari gadis-gadis lain dapatkan. Seharusnya kau yang paling kerepotan."


Lilac tersenyum pada Lilia, menunjukkan ketulusan itu padanya, membuat Lilia malu-malu.


"Ahaha! Itu tidak terlalu merepotkan kok!" Lilia membusungkan dadanya dengan bangga, "Lagipula aku ini pemimpin kalian, jadi aku tidak bisa menunjukkan kelengahanku pada musuh, apalagi pada rekanku sendiri!"


Meskipun sebal, Lilac tetap tersenyum dengan tingkah Lilia, "Iya iya."

__ADS_1


Kemudian Lilia menata kembali rambutnya dan pakaiannya, dia melihatnya untuk memastikan tidak ada yang aneh dengan penampilannya. Lalu Lilia berdiri.


"Apa mereka semua sudah pergi ya?"


Karena Lilia tidak mendengar dari kebisingan dari pertengkaran rutin dari Elma dan Annastasia, dan percakapan gadis lainnya, Lilia merasa dia hanya berdua dengan Lilac di penginapan itu.


"Ya, sejak kau melamun di jendela, mereka semua sudah pergi ke tempatnya masing-masing."


"Begitu ya..."


Pantas saja kenapa aku merasa kesepian tadi...


Lilia membuka lemari bajunya, dan memakai pakaian misinya.


"Apa kau juga ingin pergi?" Tanya Lilac.


Sambil mengambil peralatan dan kedua belatinya, Lilia menjawab Lilac, "Ya, apa kau ingin ikut?"


"Tentu, aku mempunyai pekerjaan yang sama sepertimu, lagipula kita kan sepasang kelompok yang sama."


"Baiklah ayo!" Kata Lilia dengan semangat.


Sebelum mereka pergi, Lilia mengambil sebuah roti panggang yang sedikit gosong di atas meja makan. Itu adalah roti yang disisakan oleh Lilia sendiri saat menyiapkan sarapan untuk para gadis, tapi dia langsung pergi ke kamarnya dan menatap dunia luar.


Mereka pergi dari penginapan itu hingga sampai sebuah bangunan besar dan luas yang dinamakan Guild Petualang. Mereka sudah menyadari kalau di setiap kota dan negara, Guild Petualang itu tidak lebih seperti ini.


"Apa yang akan kau pilih hari ini?" Tanya Lilac.


Mereka menatap sebuah dinding papan yang berisi berbagai macam misi dari yang termudah hingga yang tersulit.


"Sepertinya aku harus memakai cara itu lagi..." Lilia tersenyum menatap dinding papan itu.


"Cap cip cup lagi?!" Lilac heran karena Lilia hampir setiap mengambil sebuah misi, dia selalu bermain dengan asal tebak.


"Ya! Aku tidak peduli kita akan ditolak oleh resepsionis yang di sana karena memilih sebuah misi yang tidak sesuai dengan kelas petualang kita. Aku pasti akan memaksanya dan mengatakan bahwa kita mampu!"


Pada dasarnya, Lilia dan Lilac adalah petualang kelas rendah, yaitu kelas E yang terbawah. Namun, Lilac hanya bisa menghela napas, dia berpikir bukan karena mereka akan ditolak tapi karena tingkat kesulitannya yang membuatnya begitu.


"Huh, padahal bukan itu yang kumaksud."


"Baiklah akan kumulai!" Lilia menutup matanya dengan tangan kirinya, lalu menggunakan tangan kanannya untuk menunjuk, "Cap cip cup kembang kuncup! Misi mana yang akan kita peroleh ha-ri i-ni!"


Lilia menghentikan jarinya, lalu menekan pada dinding papan itu dan mencabut sebuah kertas, menariknya ke atas.


Lilac sudah tidak heran dengan sifat kekanak-kanakan dari Lilia. Setelah itu Lilia membuka matanya dan melihat tulisan dari kertas itu. Lilac mendekat.


"Hah? Menghabisi para goblin lagi?!!" Teriak Llia.


"Fufu-- hahahahahaha!! Kenapa kau begitu kecewa lilia? Itu kan sudah menjadi takdirmu fuhaha." Lilac hanya bisa tertawa kegirangan sampai menahan perutnya.


"Lagian, setiap hari kita mendapatkan misi ini terus berulang kali!"


"Fu--" Lilac berusaha meredakan gelak tawanya, "Huh~ tidak apa-apa kita mengambil misi itu untuk sementara, anggap saja ini adalah latihan rutin kita."


"Baiklah kalau begitu..."


Kemudian mereka pergi ke tempat resepsionis untuk mendapatkan proses lebih lanjut untuk misi itu.


Menurut kebijakan sebuah misi dari Guild petualang, petualang kelas rendah boleh mengambil misi dengan satu tingkat kesulitan di atasnya. Itu bertujuan agar petualang dapat lebih cepat untuk naik ke kelas berikutnya. Maka dari itu mereka berdua mengambil misi itu dengan kesulitan 'D' padahal mereka hanya kelas 'E'.

__ADS_1


Dengan itu, setelah mendapatkan proses dan informasi lebih lanjut dari resepsionis, mereka berdua pergi ke tempat yang dituju.


__ADS_2