
mereka berempat terdiam dalam keheningan dengan wajah canggung tak tenang yang terlihat jelas dari wajah Lina dan queen
"mengapa diam?" tanya nayya yang baru saja datang dengan wajah yang lebih fresh setelah bersih bersih, lalu ikut duduk bersama keempat makhluk di sana
"mereka?siapa kak?" bisik queen pada nayya disampingnya
"perkenalkan diri kalian" ucap nayya pada kedua lelaki tersebut
"kalian berdua tak mengenali kedua sepupu tamvan kalian ini? padahal sepupu kalian hanya kita" ujar lelaki dengan wajah ramah tadi, dan mereka tau sekarang bahwa lelaki itu cerewet
"oke oke kenalin aku Aland Vin Abraham, dan kalian berdua harus memanggilku Abang, karena aku lebih tua dari kalian" jelas Aland
"ih emang umur dia berapa songong banget mukanya" gumam queen yang masih terdengar oleh semua yang berada di sana
"aku mendengarnya bocah" Aland tak terima dengan apa yang queen ucapkan, kini mereka menatap lelaki satu lagi untuk menunggu apa yang akan ia ucapkan
"Samudra Vin Abraham" perkenalan singkat padat jelas dan tentunya sangat to the point
Lina dan queen mereka memang terbiasa dengan tampang dinginnya karena nayya kakak mereka pun sama memiliki tampang dingin seperti itu, tapi jika dengan irit kata dan menghemat suara mereka cukup merasa aneh karena mereka baru menemukan manusia seperti itu sekarang
mengapa mereka tak mengenal Samudra dan Aland ? itu karena mereka bertemu saat mereka kecil sebelum Samudra dan Aland dibawa pindah ke luar negeri, dan tentu saja Lina dan queen lupa
mereka berdua adalah anak Alex Vin Abraham kakak dari Fredick, serta istrinya Viona lefonatesa (Alm) yang sudah meninggal lima tahun lalu karena kecelakaan beruntun
"kak nayya sama kak samudra seumur?" tanya Lina penasaran dengan usia mereka
"tidak, bang sam 22tahun" jawab nayya
"sedangkan Aland 18tahun" lanjutnya agar kedua adiknya tak bingung
"hai kak aku Lina hehe dia queen" ucap Lina seraya tersenyum
"udah tau, lagian kita kenal kalian gak kaya kalian berdua yang lupa sama kita" Aland kesal
"jadi kenapa mereka di sini kak?" tanya queen pada nayya
"heh bocah! emang gak boleh main ke rumah sepupu sendiri" sewot Aland
"dih Kak LANDAK diem aja deh orang aku cuman nanya" queen tak kalah sewot
"dasar boc..." belum sempat aland menyelesaikan perkataannya, mulutnya sudah dibekap oleh samudra
"diam" bisik samudra
"mereka akan ikut tinggal dimansion ini" ucap nayya
"untuk membantu mengurus semua masalah dunia bawah serta membantu menjaga kalian berdua" lanjutnya dengan wajah serius
"kenapa kita perlu di jaga? kita bisa kok ngelindungin diri kita, lagi pula kan ada kak nayya yang jaga kita" ucap queen seraya memakan camilan
"udah deh dek, apa yang kak nayya lakuin semua itu untuk kebaikan kita" nasehat Lina
"menurutlah" suara dingin dan tajam itu berasal dari samudra yang ditujukan untuk queen
setelah pembicaraan antar sepupu selasai mereka memutuskan untuk makan siang bersama karena telah memasuki jam nya
__ADS_1
skip
malam pun tiba mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menunggu jam makan malam tiba
"kak" panggil queen
"hm?/apa?" saut keempat orang yang ada di sana seraya menoleh pada queen
"kak nayya maksudnya" malas queen
"ya lagian kalo manggil itu pake namanya sekalian biar jelas" ucap Aland seraya mendelik
"lah kan aku manggil kalian itu Abang bukan kakak, kenapa ikutan noleh" saut queen namun tak dihiraukan oleh Aland maupun samudra, mereka hanya fokus dengan kegiatan mereka, Aland bermain ponsel dan samudra yang memangku laptop untuk mengurus beberapa pekerjaan
"kak aku boleh minta sesuatu?" tanya queen seraya memegang tangan nayya
"mau apa?" tanya nayya lalu fokus menatap adiknya
"makan malam aku pengen Kakak yang masakin" ucap queen, mereka yang berada di sana seketika menoleh saat mendengar permintaan yang diucapkan queen
"hah? yang bener aja, seorang pemimpin dunia bawah emang bisa masak?" ujar Aland tanpa sadar, seketika ia mendapatkan tatapan tajam dari semua orang terutama nayya
"jangan meremehkan ku Aland" ucap nayya dengan wajah datarnya
"boleh, akan kakak masakan untuk mu" ucap nayya seraya mengelus puncak rambut queen lembut
"aku juga pengen kak, masa cuman queen" rengek Lina, nayya yang paham segera mengelus kepala Lina sembari berucap
"iya Kakak buatkan" lalu melenggang pergi ke dapur
sepuluh menit setelah nayya pergi kini ruang keluarga dihebohkan dengan keributan antara queen dan Aland yang remutan remot tv
Lina pergi ke kamarnya sedangkan Sam pergi ke dapur untuk membantu nayya agar lebih cepat batin nya
"aku bantu" ujar sam saat sampai di dapur
"boleh,bang sam potong sayuran itu" titah nayya masih dengan wajah datarnya
"oke" Sam pun mengerjakan apa yang nayya perintahkan
"bang sam bukan seperti itu"
"buka terlebih dahulu kulit bawangnya"
"bang sam minyaknya sedikit saja"
itulah suasana ketika kedua orang berwajah dingin masak, yang satu megintruksi namun dengan wajah datarnya dan satu lagi hanya diam tanpa menyahuti namun tetap menuruti perintah
skip
jam sudah menunjukan pukul 22.45
udara malam ini sangat lah dingin membuat siapapun akan tidur dengan selimut tebal yang menggulung tubuh
namun, berbeda dengan nayya yang terbangun setelah tidur kurang lebih satu jam lalu karena gerah, ia memutuskan untuk pergi ke halaman belakang mansion untuk mencari kesegaran
__ADS_1
"sedang apa?" tanya seseorang yang berada di belakang nayya dengan membawa coklat hangat
"bang sam duduklah" samudra pun duduk di samping nayya
"tak tidur?" tanya samudra
"terbangun" ucap nayya
"oh ayolah jangan dingin dingin, kau tak cocok seperti itu.." lanjut nayya
"dulu kau tak sedingin ini, namun setelah kejadian itu ka.." ucapan nayya terhenti saat Sam berucap
"sudahlah, tak usah dibahas"
"maaf, aku tak sengaja"
"tak apa"
"kau harus bisa melupakan kejadian buruk itu"
"sulit nay"
"tak sulit akan ku bantu"
"akan aku usahakan"
setelah nya mereka diam cukup lama memandang langit malam yang penuh dengan Bintang sampai beberapa menit berlalu
"ayo masuk bang, jangan banyak memikirkan sesuatu yang sudah terjadi" ajak nayya dengan beranjak dari duduknya
"ayo" ajaknya lagi seraya menarik pelan tangan Abang sepupu nya itu
sementara di lain tempat seorang pria paruh baya tersenyum melihat apa yang terjadi di tempat nayya melalui laptop nya
"uhh putriku yang manis sudah dewasa ternyata" ucapnya
"apa apaan kau ini, dia putriku, kau tidak punya putri kau hanya memiliki dua putra, ingat PUTRA !!" sewot pria satunya
"sudahlah kau ini kak Alex hanya bercanda" lerai wanita satu satunya di ruangan itu
"aku serius Anita" ucap Alex dengan tampang serius nya, lagian jika A3 anak Fredick sama saja dengan anak Alex kakaknya, begitu pun sebaliknya pikir alex
"iya iya aku tau kakak menyayangi ketiga putriku" ucap Anita
karena ia tau kakak ipar nya itu menyayangi ketiga putrinya seperti putri sendiri
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
BANTU SUPPORT YAA!!!
TYPO TOLONG DIKOREKSI !!!