
" kok kalian yang jadinya bertengkar sih..!! " keluh daus sambil berjongkok diam - diam memasukan semua barangnya ke dalam mulut reza . membuat reza tersendak sampai batuk . membuat reza mencoba meraih tangan daus secara perlahan untuk melepas bekapan daus mata reza tertuju kedepan , di saat reza berhasi meraih dan mencengkram tangan daus membuat daus menarik kepala reza keatas lalu melepaskannya sehingga kepala reza terpental tanpa sengaja memuntahkan beberapa barang yang ada di mulutnya perlahan kepala reza merasa pusing dan pandanganya bunyar membuatnya menjadi kosong tak bergerak .
" hei..!, kalau masa depan kita hancur nanti bagaimana dengan ibuku..!! " keluh tian yang berubah fikiran karena ketakutan .
" tian kok kamu jadi pengecut sih ..? " keluh tono.
" aku fikir kita hanya perlu memberinya sedikit pelajaran jadi dia nanti gx berani ngelawan kita lagi ! " terang awan .
" aku punya ide...! gimana kalau kita cekokin aja dia . biar dia rasain apa yang kita rasain kalau tiap butirnya itu berharga ! "celetuk daus .
" terus nanti siapa yang banyar..? " tanya awan.
" bukan itu masalahnya tapi barangnya masih ada kan ton...? " tanya daus .
" masih..., tapi ini yang paling kuat ? " jawab tono .
" ya gx papa, biar dia ketagihan kasih yang banyak !! " terang daus .
tono pun mengecek si kantong ternyata tinggal 3 butir berucap " tinggal 3 nih...! dengan ekspresi tak rela .
reza yang merasa lemas terdiam begitu saja karena tengah dalam pengaruh .
tian dan awan memegang tubuh reza yang penuh memar dan berdarah sementara tono memasukan barangnya ke dalam mulut reza serayan berucap " sepertinya kalau memasukanya langsung tiga gx asyik..., jadi satu - satu aja nya buka mulutnya a...." sambil mencengkram wajahnya barang pertama sukses tapi saat akan memberikan barang kedua gagal karena di tendang oleh teja .
teja berteriak mengenali wajah adenya berteriak " hei..!! kalian ngapaen.....!! "
" hei kamu ngapain turun itu bukan adekmu....!! " seru hendri .
" dia benar adikku hen ( dengan menahan amarahnya ) nanti aku bisa mati di bunuh ..! " keluh teja yang berlari mendekat menendangi awan dan tian .
melihat teja ngamuk membuat hendri turun dari motor berlari mendekati teja sambil berteriak " kamu gilanya.. ! " begitu melihat keadaan reza hendri tertegun .
__ADS_1
tiba - tiba muncul putri dengan pacarnya melihat teja berkelahi membuatnya terhenti .
" teja...!!, kamu mau masuk penjara .."! ancam putri .
tejapun berhenti lalu menangis sambil menengok ke arah putri mengeluh dengan lirih berucap " aku harus bilang apa put...., ke ayah sama ibuku...., kalau adikku jadi seperti ini " dengan menaikkan nadanya .
" kita bawa ke rumah sakit " celetuk hendri yang berusaha mengendong reza .
"ya..., bener ke rumah sakit saja dulu kamu dengan putri biar di sini aku dan temenmu yang itu yang ngurus mereka . kamu bawa mobil kan ja .." tanya sam .
" kamu gilanya..., bagaimana dia bawa kendaraan kalau mentalnya aja kyak gitu bodoh !! " amuk putri .
" siapa bilang kalian boleh bawa dia...! " amuk tono ke teja
" mentang - mentang tinggi emang kamu bisa apa..? " tantang tono kembali .
" kamu sendiri bisa apa ...??? " tantang putri ke tono .
" wah....!! , ( dengan terseyum kecut ) kalian bertiga ternyata bersembunyi di balik perempuanya..., pengecut !!! " ejek tono .
" ja...., kenapa diem aja . kenapa diem kayak patung ayo kesini nanti adekmu jatuh...!!" teriak hendri ke teja yang sudah siap berangkat kerumah sakit .
teja binggung ingin memilih antara adeknya atau putri terdiam cukup lama .
tono yang kesal di tendang berdiri dan melayangkan tinjunya ke putri tapi di cegat oleh sam .
" berani sekali kamu mau mukul pacarku ! " amuk sam dengan penuh amarah .
" kamu mau ademu mati...! " teriak hendri membuat teja bergegas mengampiri hendri meningalkan putri dan sam .
" maafkan aku..! " teriak teja .
__ADS_1
perjalanan ke rumah sakit
" gege...( dengan terseyum bahagia ) aku terbang " ucap reza dengan bahagia sementara teja dengan wajah tegangnya terus berusaha menahan reza agar tak jatuh .
" ja...!! kamu peluk aku yang kuat jangan biarin adekmu macem - macem karena sepertinya dia mabok " teriak hendri kencang yang menambah kecepatan motornya .
saat teja memeluk reza dengan kencang .
reza mengeluh " gege...! , hanggat aku jadi rindu pelukan ayah dan mama.."( teja yang mendengarnya membuat tubuhnya bergetar hebat ).
" ja apa kamu kedinginan...?? " tanya hendri yang menurunkan kecepatanya .
" ge..., sekarang badanku enak bangget dan begitu ringgan ( dengan terseyum ) padahal tadi sakit dan berat uhuk... ( sampai batuk berdarah) uhuk...uhuk...!" ujar reza yang ngawur dengan lirih.
" za..., jangan bicara lagi..hiks...hiks..., kita bentar lagi sampai okey sayang !" bujuk teja yang berusaha me-yakinkan adeknya .
" ya bener kita sampai bentar gi..." teriak hendri .
" ge...!!, aku kangen aru ( dengan wajah sendu ) aku mau pacaran dengan aru....!!, hiks...hiks...hiks...!"ucap reza sambil menanggis .
" tenang aja za..( sambil menanggis ) pokoknya aru bakalan jadi pacar reza apapun yang terjadi benarkan hen ?, amu gx bakalan nolak adekku ? " terang teja yang berusaha menahan kesedihanya .
" tentu saja...! , kakak gx akan biarin aru pacaran sama selain kamu..! " terang hendri .
" tuh za...! , kamu denger sendiri kan.. ! " ucap teja yang berusaha menenangkan adiknya .
" ge...., aku udah beli jam tangan buat aru ( dengan terseyum ), uhuk...uhuk...uhuk..., ge.... ada darah banyak banget ini punya siapa ?? " tanya reza dengan lirih yang terkejut .
" oke kita sampai !" teriak hendri .
" dokter !!, suster...!!, tolong adekku ! " teriak teja yang tak bisa turun karena ketakutan .
__ADS_1
" ja...!, tenang oke....!!" ucap hendri yang berusaha menenangkan hrndri yang masih terpaku .
#maaf upnya telar 😣😣😣😣