
di gang
tiba - tiba alif datang dengan berlari sambil menunjuk - nunjukan tangannya sambil berteriak " pak..! , putri pak...! , menang pak ( dengan melompat - lompat girang ) melawan 5 orang pak ! " dengan mengebu - gebu .
bapak yang mendengar alif memanggil nama kakaknya dengan sebutan putri membuat bapak mengeluh " dia itu kakakmu lif.." ke alif .
alif tak menggubrisnya dengan mengeluh " pak , putri itu hebat bangget pak bisa buat 2 orang itu ketakutan karena mukulin 2 orang itu, udah babak belur di tanah dan lagi satu lawan satu cocok jadi petinju hahahah " .
mendengar ocehan alif membuat sam memperkenalkan diri dengan berucap manis " saya gx takut kok sama putri tapi..., ( dengan malu - malu ) saya suka dan cinta sama anak bapak...! , beri kami restu pak !!!? " .
sebelum bapak menjawab daus terlebih dahulu berteriak " beri kan kami keadilan pak untuk kami berempat ( yang membuat sam dan putri kesal . tono , tian dan awan yang mendengarnya terkejut lalu tak lama kemudian mereka berakting kesakitan untuk menyakinkan bapaknya alif ) putri anda telah membuat , aku dan teman - temanku terluka...( dengan sedih ) aku harus bilang apa pada ibu mereka !! " yang berusaha menyakinkan bapak putri dan alif .
alif yang binggung menutut dengan berucap " kalau kakak itu pacarnya...? , terus siapa kalian ( yang berusaha memahami situasi ) minta pertanggung jawaban dari putri !!! ( dengan pelan ) , itu aneh pak jangan percaya sama mereka " .
" udah de..., kamu itu bukannya mendinginkan keadaan tapi membuat panas !!" keluh bapak
di rumah sakit
saat teja sedang berbicara dengan suster tiba - tiba reza berteriak dengan keras " darah !, darah !, darah siapa ini! ( yang menengok ke kiri dan kekanan karena ketakutan dan terkejut ) ge...!!, ma...!! , pa..!! (yang mendadak berubah sedih . hendri mencoba menenangkannya dengan memeluk erat reza ) u..huk..!! ( rezapun mengelap bibirnya dan melihat darah membuatnya nambah hiateris ) tolong...!!, tolong..!! , aku...., aku gx ma..u.. ma..ti... a...ku.. ingin hidup " sambil menanggis membuatnya menjadi tontonan di IGD.
di gang
__ADS_1
" pak...! , jangan percaya sama mereka pak !! ( dengan kesal yang berusaha menahan air matanya )" sanggah putri .
" put...!, jangan mikir yang macem - macem deh....! tenang saja..., ok!!! , mungkin reza sedang asyik kali... ." celetuk alif yang tak mengamati keadaan .
" bukannya kamu yang nyuruh kami semua nyari reza !! " tuntut sam .
" siapa yang nanggis - nanggis minta diater !" sindir bapak .
dengan lirih putri berucap " mereka yang menghajar reza " yang membuat bapak benggong sementara mereka berempat telah pergi tapi belum jauh sementara alif yang mendengarnya kesal berlari mengejar mereka berteriak " k****k kuh..., beraninya kalian mukulin orang, tanpa rasa bersalah sama sekali !! " yang berhasil menarik daus dan awan .
di rumah sakit
di kantor polisi
daus dan awan di bawa kekantor polisi sementara tono dan tian berhasil kabur .
ke esokan harinya
di rumah aru.
"Assalamu'aikum bu..., ibu...!! " teriak hendri pada saat subuh.
__ADS_1
bukan ibu yang membuka pintu melainkan bapak .
" kamu dari mana saja hen...( dengan nada marah ) kamu itu anak yg paling gede, seharusnya ngasih contoh yang baik buat ade - ademu...!, bla...bla...bla..( bukannya dengerin bapaknya hendri malah masuk langsung ngambil minum ) apa kamu paham hen...?" ucap bapak panjang lebar .
" Pak..!!, aku semalem gx bisa tidur ( dengan wajah yang kusut dan suara bergetar ) , karena semalem itu malam yang mendebarkan pak..., andai saja telat sedikit saja nih ya pak...!!, mungkin sekarang udah ada yang meninggal pak ! " terang hendri yang kelelahan mengurusi reza .
di rumah sakit .
teja tampak tertegun melihat kondisi adeknya .
seorang perawat datang menghampirinya bertanya " dimana keluarga pasien ?.. " ke teja.
dengan linglung teja menjawab " saya keluarganya..( dengan lirih ) tapi orang tua kami gx ada di sini..! "dengan sedih .
tiba - tiba bapak alif masuk dan berucap " dengan saya aja sus bicaranya..., bagaimana keadaan ponakan saya ??? " .
" mari pak ikut sama saya ? " ajak perawat .
sebelum bapaknya alif pergi mengikuti perawat berpesan ke teja " kamu yang tenang aja...., reza sudah di tangani oleh dokter yang berpengalaman jadi kamu tunggu di sini saja sambil menghubungi ayah dan ibu kamu , disini ok!! " .
teja pun mengangguk perlahan air matanya jatuh.....berucap " aku udah hubungin ayah paman...., kata ayah bibi..., ada di sini nanti dia kesini hiks...hiks...hiks , aku binggung harus bilang apa sama bibi...! " dengan terisak .
__ADS_1