Transmigrasi Gadis Tomboi

Transmigrasi Gadis Tomboi
#Part 3


__ADS_3

#GADIS_TOMBOY_PINDAH_TUBUH


#Part 4


Seketika mata mereka membulat dengan mulut terbuka merasakan kedinginan Nana


"Tumben gk caper" batin Jastin


"Biasanya kalau Dia melihatku pasti caper" batin Farel


"Waw sibiang risih dingin bat anj*t" Batin Rasya


"Eleh nyari kesempatan" Batin Leo sambil memutar bola matanya malas.


"Tumben gk gabung" batin Winda mama Nana


Tampa berlama lama Nana langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua, setelah sampai didepan pintu Nana langsung masuk kedalam dan membanting pintu kamar itu.


"Buset ngeri bat anj*rt" ucapan Fahran membuyarkan lamunan mereka.


"Eh, lanjut lagi saja ceritanya" timpal Xian yang baru tersadar dari lamunannya.


Skipp


Nana tengah merebahkan badannya di sofa dan memainkan handphone pemberian Bik Nurmi.


Ia mengetik nomor dan menelfon seseorang.


"Haloo" sapaan Nana kepada seseorang di telefon

__ADS_1


"Luh siapa anj*ng dan dari mana luh tau nomor gw bang*at" Balas seseorang dari sebrang sana


"Datang kealamat •••• sekarang dan jemput gw dan gw gk suka penolakan" sargas Nana


"....."


"Secepatnya" Balas Nana dan mematikan telfonnya secara sepihak.


***


"Hufttt pake lapar lagi ini juga perut pake keroncongan segala jadi pengen sentil lambunya" Ucap Nana yang kesal sendiri.


Nana bangkit dari duduknya menuju kamar mandi untuk cuci muka.


"Astagaaa.... Nih cewek cantik banget anjr*t gk nyangka, eh eh tapi nih muka penuh bangat dah sama make'up mana menorr lagi" Lanjut Nana dengan nada memuji sekaligus mengejek


"Astogee.... Baju bajunya gk ada yang bagus mana kurang bahan lagi"


"Ini juga pendek banget, truss ini dadanya masih keliatan.. Arghh.." Sambung Marlina dengan setengah berteriak mengomel serta mengomentari pakaian Nana yang terlalu terbuka jika dipakai


Pecah sudah tangisan Rani mendengar bahwa Sepupunya masih hidup tetapi ditubuh yang berbeda, Rani langsung memeluk dan mencium pipi chubby Nana dah menumpahkan kesedihannya dipelukan Nana.


Begitupun yang lainnya ikut menumpahkan kesedihannya diruangan tersebut.


"Hiks hiks...!" Terdengar tangisan Vina yang sesegukan dan mata lembam akibat kelamaan menangis.


"Hey sudah jangan menangis... Mari kita selesaikan drama ini oke." Ucap Nana menenangkan Vina dan yang lainnya.


"Dr--drama apa la--lagi?" timpal Wily.

__ADS_1


"Jadi gini, blaa blaa blaa..." bisik Nana kepada Mereka ber-6 dan memberikan tahukan rencana untuk menyelesaikan drama yang membosankan ini.


"Oke, Kita setuju sama rencana loh itu." sambung Aldo sambil tersenyum smirik yang ketika orang lain melihatnya akan merasakan aura menakutkan.


"Kalau begitu Kita akan bantuin loh Wilona Xian Alexander, untuk membalaskan dendam sekaligus menuntut keadilan yang harus luh dapat." Sambung Rani dengan senyum tipis dibibi*nya.


Skipp


"Non Wilona bangun ini sudah pagi katanya mau Sekolah!" Ucap Bik Nurmi membangunkan Majikannya itu.


"Iya Bik, Nana mandi duluuu." Teriak Nana dibalik kamar.


Setelah selesai mandi Nana memakai baju sekolah dan beralih kemeja rias miliknya.


"Astagaaa....!" teriak Nana


"Ternyata wajah asli Wilona Xian Alexander ini begitu cantikk, Eh tapi lebih cantikan wajah gw dulu sihh jiakhh wk" sargas Nana memuji diri sendiri.


Penampilan Nana kali ini sangat menarik, rambut dibiarkan terurai baju diluar dan kancing baju paling bawah dibiarkan terbuka serta rok selutut dan pakaian yang pas dibadan dan tidak lagi ber make'up tebal hanya polesan natural yang ada diwajanya kali ini.


***


Nana berlari turun kelantai paling bawah dan mendapati keluarganya dengan canda tawa.


"Morning Bik Nurmi!" sapa Nana kepada Bik Nurmi.


"Pagi Non" balas Bik Nurmi sembari tersenyum manis.


"Kita gak disapa nih?" Sindir Xian tanpa melihat kearah Nana.

__ADS_1


__ADS_2