
#part 4
Semua mata tertuju pada Nana yang terlihat berbeda dari biasanya.
"Njrt jadi pengen bungkus." batin Leo.
"Waw brubah drastis bang*e." batin Fahran.
"Etdah gue kira siapa, gila cantiknya ga ada obat." batin Farhan.
"Kamu berubah Nak," batin Winda.
"Wah ini beneran Non Nana, ih ihhkk penampilannya kayak apa itu Non jaman sekarang kata anak muda" Sambung Bik nurmi menjerit heboh.
"Kayak apa Bik?" timpal Nana memutar malas bola matanya.
"Kayak itu Non Bad-Badgiling nah iya itu Non badgiling" lanjut Bik Nurmi senyum yang tak pernah pudar.
"Badgiling?" bingung Fahran.
"Badgiling apa Bik?" tanya Leo tengah mengunyah makanannya.
"Kayak itu Den cewek tomboy itu." cerca bik Nurmi.
"Badgril Bibikkk." teriak Mereka heboh.
"Nah itu, hehe!" bik Nurmi hanya nyengir menyadari kesalahannya sedangkan Nana hanya menatap datar Mereka semua.
"Hmm, ... " deheman Nana.
"Biasanya ga gini." Suara Xian tapi masih bisa didengar oleh Nana.
"Baru kali ini saya merasakan aura menakutkan dari Nana, biasanya kalau kita lagi makan pasti minta di ambilin sama Mama, kok tumben-tumbenan ngambil sendiri." Fahran membatin.
"Idih sok imut." sinis Leo dalam hati.
***
SMA JAYA BAKTI (namanya cuma asalh yh)
Diparkiran ...
"Kalian sadar ga sih, semenjak Nana keluar dari rumah sakit sifatnya beda" Ucapan Fahran dan semua mata tertuju kepadanya.
__ADS_1
"Iya sih bener juga, dingin kek kutub selatan." timpal Leo.
"Woi ngapain mikirin Nana, mending kita ke kelas saja pasti Babby sudah ada disana." ajak Leo meninggalkan Mereka semua diparkiran
Dikelas tepatnya kelas Nana dan kebetulan sekelas juga dengan Leo ddk
"Assalamualaikum wahai penghuni kubur." teriak nana sembari berlari menuju bangku paling belakang lebih tepatnya bangku yang ia duduki.
"Astagfirullah gempaa-gempaa." jeritan heboh dari Putri sahabat Nana.
"Eh setan gak sampe gempa juga kalii." kesel Nana pasalnya teman satunya sangatlah menyebalkan.
"Lagian kalau mau masuk ke kelas itu gak usah teriak-teriak kita gak ada yang budeg disini jubaedah." balas Putri dan mendapatkan anggukan dari Fara.
Semua teman kelas Nana terheran-heran melihat sikap Nana, biasanya kalau masuk kedalam kelas ia sudah membuat kerisihan atau membully orang-orang yang cupu seperti Zahrah atau melontarkan kata-kata pedas kepada Babby.
Zahrah hanya menunduk ketakutan pasalnya Dia sangat takut jika dibully atau dipermalukan oleh Nana, Zahrah berlari keluar namun tangannya dicekal kuat oleh Fara, Fara beralih menatap Nana dan mengisyaratkan untuk membully Zahrah sedangkan yang ditatap malah sibuk dengan handphonenya.
"Nanaaaa woii, woii anje*g Lu gak mau ngebully Dia lagi!" teriak Putri tepat ditelinga Nana.
"Ck, ngapain ngebully Dia, gak ada gajinya juga." decak Nana sembari memutar malas bola matanya.
"Ish ... " kesel Putri.
Suasana kelas yang tadinya ribut dan berantakan kini mendadak sunyi kala Guru paling ditakutkan masuk kekelas Nana dan Leo ddk.
"Assalamualaikum anak-anak!" sapa Pak Kasman sembari menatap tajam anak siswa/i mereka.
"Wa'alaikumussalam pak!" balas para kentang-kentang dan ubi jalar diiringi wajah pucat pasi dan keringat dingin tapi tidak berlaku pada Nana.
"Tujuan Bapak kemari hanya ingin mengenalkan kepada kalian siswa/i baru pindahan dari Sekolah lain, silahkan masuk Nak" ucap Pak Kasman menyuruh siswa tersebut masuk kedalam ruangan.
Kelas yang tadinya sepi bak kuburan kini mendadak ramai seperti pasar tradisional saja kala melihat kegantengan Aril dan yang lainnya Nana hanya menatap biasa kepada mereka, jangan lupakan muka datar yang sengaja dipasang.
"Gebetan gue jangan diambil ogeb." ucap Kentang-1.
"Minta nomor WAnya bang ganteng." ucap Kentang-2
"Maakk calonku dataaangg." ucap Kentang-3
"Mamaaaa calon istriku datang." timpal Ubi jalar.
"Duduk bareng aku aja Neng." ucap Farel, Farel dikenal dengan fackboynya sebab mantan ya sudah tidak bisa dihitung lagi, (bayangkan oii).
__ADS_1
"Itu punyaku maemunah." balas Rasya tak mau kalah dengan Farel
"Sudaah diam, ini kelas atau pasar brisik banget dari tadi, Nak silahkan perkenalkan diri Kalian." ucap pak Kasman menghentikan keributan dan menyuruh Aril ddk memperkenalkan diri.
"Rani Damayanti."
"Vina Alfahri."
"Aldo Bagastara."
"Angga Reinaldy."
"Wily Sanjaya."
"Azril Wijaya."
"Busyett dingin benerr, serasa dikulkas gue." ucap Fara bergidik ngerii.
"Anjim ganteng-ganteng kulkas." timpal Putri.
"Gue kira ganteng-ganteng serigala tau-taunya Ganteng-ganteng kulkas, jiakhhh" balas Fara sambil tertawa ngakak dengan putri.
"Gue harus dapetin Dia." ucap Babby dalam hati melirik Aldo sambil tersenyum licik.
"Bantu gue tolol, sesak nih sesak gara-gara kedinginan." timpal Kentang-5, pasalnya hampir seluruh teman kelasanya memiliki sifat dingin dan juga datar.
"Gak nyangka ternyata ada juga tembok ganteng mana cakep lagi." sargar kentang_4
"Sudah diam, ... Nak silahkan duduk dibangku kosong." lerai Pak Kasman, Mereka ber-6 duduk dibangku paling belakang disamping Nana.
"Mari kita mulai drama tampa iklan Babby, giliran gue yang bermain-main dengan mu lagi ... Haha" batin Nana tersenyum smirk.
Skiipp
Bell istirahat kini terdengar seluruh siswa berhamburan keluar, ada yang ke kantin ada juga ke perpustakaan juga ke taman sekolah berbeda dengan Leo dan temannya yang masih ada dikelas bersama Aril ddk juga Nana dan sahabat barunya.
"Na ke kantin yuk." aja Putri kepada Nana dan di angguki oleh Fara.
"Duluan aja, gue masih ada urusan disini." balas Nana, tampa menunggu lama-lama mereka berdua langsung keluar begitupun Leo dan yang lainnya, hanya tersisa Aril ddk Nana dan juga Zahrah.
"Zahrah Zahrahh bagus juga drama lu, penampilan cupu sifat psikopat, dibalik sifat sok sabar tersimpan jiwa yang sangat menakutkan dan pisau kecil di kantong yang tak pernah ketinggalan." ucapan Nana, sedangkan Zahrah hanya tersenyum tipis di depan mereka.
"Mari kita mulai dendam tampa jeda ini ... Haha" balas Zahrah mereka semua tertawa didalam ruangan itu.
__ADS_1
๐ jangan lupa dukunganya sobat๐