
Dylan memarkir kan mobil nya di area parkir khusus murid
kedatangan Dylan dan triplets membuat semua siswa siswi heboh
•* ya ampun pangeran gue makin cakep aja*• ucap salah satu siswi yang tengah menatap kagum ke arah Dylan yang berjalan beriringan dengan triplets
•* Aileen makin cantik aja*• ucap salah satu siswa
•*Alina mau gak jadi pacar abang•* ucap siswa
•* Aliya aku padamu*• ucap siswa
sedangkan mereka terus berjalan ke arah kelas dan tak menghiraukan ocehan mereka
"menjijikkan" ucap Dylan membuat triplets menahan tawa
"yaudah bang kita masuk kelas dulu ya" ucap triplets dan tak lupa mencium pipi Dylan
"belajar yang rajin ya" ucap Dylan mengelus kepala mereka lalu pergi dari depan kelas triplet menuju kelas nya
mereka memang beda kelas
triplet kelas 11 sedangkan Dylan kelas 12
__ADS_1
saat Dylan sudah pergi semua siswa mengerumi mereka dengan membawa bingkisan kecil untuk mereka
"sabar woy, harap tenang" ucap Aileen risi dengan keadaan seperti ini setiap pagi
"iya ih antri dong woy" ucap Alina sebal
" gue sampe sesak nafas nih" ucap aliya yang susah bernafas karena dikerumuni siswa
begitulah kegiatan mereka setiap pagi entah mereka harus senang atau sedih menghadapi para siswa yang berlomba lomba mencari perhatian nya namun jika sedang bersama Dylan para siswa tidak akan berani mengerumuni triplets bisa habis jika ketahuan Dylan
saat triplets sedang menenangkan para siswa yang membuat keributan datanglah segerombolan siswi centil mendatangi mereka
"pagi pagi udah jual diri aja" ucap Sinta si ketua siswi centil
"mending kalian cari hotel aja deh dari pada disini malu maluin nama sekolah" ucap Bella antek Sinta
triplets memutar bola matanya malas, urusan dengan para siswa saja belum tuntas nah sekarang malah datang para kuman
"Lo lagi ngatain siapa sih, diri Lo sendiri?" tanya Aileen
"pantesan gak tau malu banget, semoga gak terjangkit virus HIV aja deh" timpal Alina
"tapi kalau terjangkit ya gak papa sih gak ada yang rugi malah untung, supaya manusia yang kayak Lo gini berkurang" ucap Aliya santai lalu mereka tersenyum smirk membuat Sinta,Adel dan bella melototkan matanya dan mengangkat tangan nya ingin menampar triplets namun mereka lebih dulu menghindar
__ADS_1
"payah nampar aja gak bisa" ucap Alina tersenyum sinis
"dan buat kalian para cowok, mending gak usah bawa bingkisan kayak gini lagi, bukan nya kita gak mau cuma lebih baik uang nya kalian simpen aja" ucap Aileen lalu mereka masuk ke dalam kelas
setelah lelajarn selesai triplets keluar dari kelas menuju kantin
"eh itu bang Dy samperin yuk" ucap Aliya melihat Dylan bersama kedua teman nya laluberjalan ke arah Dylan diikuti kedua kakak nya
brak
"astaga" ucap Dylan sambil mengelus dadanya
"wanjir" kaget Aldo kelepasan
"setan" umpat Vito,
mereka bertiga kaget karena gebrakan meja yang begitu keras oleh triplets bahkan seisi kantin melihat ke arah mereka
sedangkan triplets hanya mengacuhkan setiap umpatan yang keluar dari mulut sahabat abangnya dan langsung duduk
tanpa bertanya apapun Aliya memakan memakan bakso Dylan, Alina memakan bakso Vito dan Aileen bakso Aldo dan untungnya bakso nya masih utuh dan belum tersentuh
"eh enak aja itu bakso kita" ucap vano
__ADS_1