Truth : The World Of Darkness

Truth : The World Of Darkness
Chapter 9 : Ayo Ribut Aku Benci Perdamaian.


__ADS_3

Lamatshu langsung menggunakan kemampuannya memanipulasi bayanganya untuk menyerang.


Mengunakan Bayangan itu Dia menciptakan jutaan Buruk Gagak. Langit menjadi gelap. Saat burung burung itu terbang di langit. Dan mulai menerjang ke arah jibril dengan kecepatan 3.500.000 m/detik


Jibril mengunakan kemampuan pengendaliannya untuk menciptakan tembok dari cahaya. Jibril memanipulasi Cahaya untuk menciptakan perisai.


Lamatshu tak berhenti menyerang kali ini Lamatshu menggunakan kemampuan Bayangaannya untuk menciptakan duri duri hitam yang mecuat dari tanah. Jibril menghindari nya dengan terbang.


Jibril membalas serangan itu dengan mengendalikan Tanah dan menerbangkan tanah itu. Pijakan Lamatsu ikut terangkat dan dia kehilangan kendali atas bayangannya. Dan hantaman batu mengenai pijakannya hingga Lamatshu terpertal ke atas.


Jibril memanfaatkan kesempatan itu dia menciptakan ribuan Tombak dari cahaya. Lamatsu terkena beberapa serangan itu tombak tombak itu membawanya jatuh ke tanah. Dan lamatsu terpaku di tanah dan jibril pun langsung menguburnya dengan menjatuhkan tanah yang berterbangan itu.


" Sudah selesai, Lamatsu Aku menang " Ucap jibril.


" Belum selesai nyonya Jibril " Suara Lamatshu dari tanah.


Dan Puluhan ular naga bayangan keluar dari tanah. Jibril tak menyangka serangan itu Jibril terkena beberapa serangan itu dan terkena beberapa serangan dan hingga akhirnya dia di makan.


" Ehehhemheh Kau yang berakhir Jibril " Ucap senang Lamatshu.


Jibril lalu muncul Seketika di belakang Lamatshu dan melayangkan Bogem Mentahnya kepada Lamatshu. Lamatshu mencoca menangkisnya. Namun Saking kuatnya Bogem dari Jibril justru kedua tanganya remuk. Hingga terpental jauh. Sejauh mata memandang.


" Berapa banyak kemampuan milik Jibril " Ucap Lamatshu.


" Sejauh pertarungan tadi Aku hanya mengunakan 1 jenis kemampuan ku. Hanya pengendalian " Jawab Jibril.


Kemampuan milik jibril Adalah pengendalian. Kemampuannya memungkin kan Jibril mengemdalikan Elemental dan unsur-unsur fundamental yang di temukankannya.


Jibril dapat memanipulasi elemen-elemen Di sekitarnya Dan Aspek Fundamental yang Di temukannya.


Kemampuan ini memungkinkan Jibril untuk mengendalikan elemen yang di temuinya semisal api, air, udara, listrik, bumi dan ellement paduan dari kedua atau tiga elemen lebih semisal air dan udara akan menjadi es. Dan air, udara dan bumi menjadi kristal. Besi dsb.


Bahkan Jibril dapat mengendalikan aspek fundamental seperti. Waktu, ruang bahkan kenyataan sekalipun.


" Bukanya Kau dulu juga pernah Bertarung denganku Lamatshukani, tapi kenapa kau bertarung seperti itu " Tanya jibril.


" Aku hanya bermain main dengamu Jibril. Kali ini kita mulai pertarungan yang sebenarnya " Jawab Lamatshu.


" Ini bukan waktunya bermain Lamatshu " Ucap Jibril.


" Padahal kau sedang unggul tapi kau tak segera mengakirinya, kalau begitu biarkan aku yang mengakhiri nya " Jawab Lamatshu.


Lalu tubuh lamatsu mulai menghitam dan termakan bayangannya. Karena merasa akan terjadi suatu yang buruk jibril langsung Bertindak dengan kembali melayangkan pukulanya kepada Lamatshu namun sudah Terlambat. Lamatshu meledak seketika. Dan seketika hawa keberadaan Jibril menghilang.


" Apa yang terjadi Jibril " Ucap Azzazel.


" Kak Jibril. Aku punya firasat Buruk padamu " Ucap cemas lingris.


Beberapa malaikat lain juga merasa cemas pada Jibril tanpa tau ala yang terjadi padanya.


Jibril terkubur darah Hitam Lamatshu dan saat tersadar dia sudah ada di dalam lautan yang gelap.


Jibril berenang-renang menuju permukaan dan saat sampai di permukaan dia di kejukan dengan ribuan mata dan mulut di langit dan akhirnya dia sadar jika dia sudah terjebak dalam self universe milik Lamatshu.


Kemampuan milik Lamatshu adalah Gelap memungkinkan lamatsu untuk memanipulasi kegelapan pada dirinya dan di sekitarnya. Serta memanipulasi hal hal yang berhubungan dengan gelap seperti bayangan dan kekosongan.


Memungkinkan Lamatshu untuk mengdalikan sesuatu yang berhubungan dengan kegelapan. Bahkan mengubah dirinya menjadi kegelapan.


" Di mana kau Lamatshu, ayo kita selesai urusan kita " Ucap jibril.


Lalu mulut mulut di langit itu  mulai bicara.


" Aku ada di mana jibril. Aku ada di sekeliling mu. Atas bawah. Kiri kanan aku ada di segala penjuru " Suara Lamatshu.


Dan salah satu mulut itu terbuka dan mulai memuntahkan sesosok mirip Lamatshu dan mulai menyerang Jibril.


Jibril mencoba menyerang tapi tidak apa apa pun di sana dan akhirnya dia hanya bisa menghidar.


" Mau sampai kapan kau menghindariku Jibril hahaha. Apa kau tak punya senjata untuk melawan?  Tak ada suatu yang bisa kau kendalikan, Kasihan kasihan sekali hahaha " Suara Lamatshu.


Dan akhirnya Jibril kena telak serangan dari bayangan itu. Jibril tepental dan tangan tangan hitam raksasa mulai muncul dari berbagai arah dan mulai memukuli jibril. Ia terpental kembali oleh serangan itu jibril di pentalkan ke berbagai arah. Dan terus berlanjut. Jibril di pukuli seperti bermain Pinball. Dan salah satu mulut di sana terbuka kembali. Dan memuntahkan air hitam ke arah jibril.


Jibril akhirnya tumbang dengan seranan itu. Jibril kembali tengelam dalam lautan hitam itu. Dan teringat akan kenangannya saat ia berlatih dengan para malaikat agung lain.


" Ayo Jibril coba kalahkan aku " Ucap Azzazel.


" Aku sudah berusaha. Tapi kau terlalu kuat bagiku" Jawab Jibril.


" Kerahkan semua kemampuanmu ayo Jibril " Ucap Azzazel.

__ADS_1


" Aku sudah berusaha tapi sekeras apa aku berjuang kau. Pertarungan ini hanya permainan bagimu " Jawab Jibril.


Ribuan meteor pun di ciptakan Azzazel. Jibril menembaki satu per satu meteor itu namun. Dan satu meteor besar pun datang. Jibril mencoba menghancurkan tapi tidak berhasil dia pun akhirnya kena telak serangan itu. Dan tak sadar diri.


Saat tersadar Jibril sudah ada di tempat perawatan di surga. Dan di dampingi Azzazel duduk menghadap ke luar jendela.


" Sudah bangun Jibril? " Tanya Azzazel.


" apa yang kau lakukan di sana. Apa yang kau lakukan pada ku? "


" Yaaa. Mungkin tadi saat latihan aku berlebihan " Jawab Azzazel.


" Bukannya berlebihan, tapi aku yang terlalu lemah " Jawab Jibril.


" Kita ini sebagai malaikat punya kekuatan yang tak terbatas. Tapi kita hanya tidak tau cara menggunakan kekuatan tak terbatas itu, yang di ucapkan The Divine God saat melatihku " Ucap Azzazel.


" Mungkin itu benar, tapi kenapa aku tak sekuat malaikat lain " Tanya Jibril.


Azzazel terbangun dari kursinya dan mulai berdiri.


" Kau hanya tidak tau cara menggunakan kemampuanmu. Coba pahami kemampuanmu, kemampuan ku adalah penciptaan dengan kemampuan aku bisa menciptakan apapun, apapun yang ku bayangkan semisal sepasang cincin ini " Ucap Azzazel sambil melihat telapat tangannya yang bercahaya dan mulai terbentuk sepasang cincin dari cahaya itu.


Azzazel memegang salah satu cincin itu dan mulai menghampiri Jibril yang berbaring di ranjang.


" Kau itu kuat Jibril, sangat lah kuat, aku tau itu, kau hanya masi membatasi dirimu saja. Singkirkan semua batasan itu Jibril. Aku tak ingin melihat mu terluka lagi " Ucap Azzazel sambil mengenakan cicin itu di jari manis nya.


" Apa aku sekuat itu. Azzazel? " Tanya Jibril sambil memperhatikan  Azzazel.


" Tentu saja. Singkirkan semua batasan mu maka kau akan sekuat diriku, berusahalah Jibril yah " Ucap Azzazel sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Jibril.


" Iyah Aku akan berusaha sekuat dirimu " Ucap Jibril Sambil mengangguk.


Dan di balas Azzazel dengan senyuman dan anggukan.


Jibril terbangun dari pingsannya dan menyadari dirinya kembali Tenggelam dalam lautan hitam Jibril pun kembali berenang ke permukaan sebelum sampai ke permukaan Jibril kembali di serang oleh Bayangan Hiu besar di dalam air itu. Jibril berhasil memukul salah satu dari ribuan hiu yang di lihatnya dalam air.


Lamu ribuan hiu itu mulai menyerang Jibril hingga Jibril kuwalahan. Dan akhirnya kembali tumbang. Jibril hanya dian diri saat dia di makan habis oleh hiu hiu itu. Sisa sisa tubuhnya mulai lenyap di dalam lautan itu. Dan akhirnya Jibril lenyap dan jiwanya sekarang menyatu dalam lautan hitam itu.


Jibril pun tak kuat lagi dan Akhirnya Tewas.


" Hahaha, sungguh-sungguh kematian yang teragis Jibril hahaha " Ucap salah satu mulut.


Lalu muncul cahanya keemasan di dalam kekosongan. Mulai membentuk kembali wujud Jibril.


" Bagaimana kau melakukannya Jibril? " Suara Lamatshu.


" Karena aku bisa melakukan segalanya. Termasuk bangkit lagi dari ketiadaan " Jawab Jibril.


" Tak mungkin dalam kekosongan kekal ini aku yang berkuasa, aku sudah menghapus jiwamu dalam kekosongan ini. Kekosongan ini adalah aku, aku sudah menghapus keberadaan mu " Suara Lamatshu.


" Tapi aku bisa bangkit kembali dari 0 " Jawab Jibril.


Lalu laut yang awalnya tenang menjadi bergejolak. Air di lautan itu mulai melayang dan menyerang jibril semburan air dari berbagai sisi mulai menyerang jibril.


" Selain pengendalian aku juga bisa menggunakan 7 kempunan lain milik saudara ku, aku bisa menggunakan kemampuan mereka meski tak sekuat mereka sendiri sebagai pengguna asli kemampuan itu " Ucap jibril sembari mengunakan kemampuan milik Mikhael untuk menghindari setrang bertubi-tubi dari air laut yang berterbangan.


Jibril bergerak dengan kecepatan 999,999,999,999,999 m/detik untuk menghindari serangan air laut itu. Hanya secepatnya itu Jibril dapat menggunakan kemampuan milik Mikhael.


" Mikhael ternyata sangat. Cepat aku hanya dapat meniru pergerakannya secepat ini " Ucap jibril.


" Jangan hanya menghindar jibril, dasar lemah kau hanya bisa menghindari seranganku " Suara Lamatshu.


Lalu seluruh air hitam itu mulai berkumpul di atas Jibril membentang ke seluruh kekosongan. Membentuk seperti duri duri tajam di bawahnya. Lalu jauh dengan cepat.


" Rasakan itu Jibril, hahaha " Suara Lamatshu.


Melihat hal itu Jibril dengan satainya berkata " Mudah saja "


Lalu Jibril menggunakan kemampuan kemampuan pelenyapan milik Suriel untuk melawan serangan itu.


Saat air itu bergerak ke bawah Jibril terbang ke atas dengan kecepatan tinggi setara yang dia gunakan untuk menghindari serangan air tadi.


Jibril terbang lalu menghantamkan dirinya ke air itu. Dan saat Jibril dan lautan itu bertabrakan. Ledakan besar terjadi. Lalu secara perlahan air hitam itu mulai lenyap.


" Tak mungkin. Tidak mungkin " Suara Teriakan Lamatshu.


Dan akhirnya serangan besar Lamatshu.  Selururuh kegelapan di kekosongan itu menyelimuti Jibril. Mulut mulut dan mata itu mulai menyerang Jibril.


Mulut mulut dengan jumlah tak terhingga di kegelapan itu memakan Jibril dan menelannya dan setelah Jibril habis. mata yang berjumplah tak terhingga yang berada di kegelapan itu mulai meledak.

__ADS_1


" Big Scrunch Big Bang void " Suara Lamatshu


" Rasakan jurus terkuatku " Suara Lamatshu.


" Aku itu jauh lebih kuat darimu Lamatsu, hanya dengan 1 banding 1,000,000 kekuatan ku aku bisa menlenyapkanmu  " Suara Jibril.


Jibril menggunakan kemampuan penipuan milik Zhapkhiel untuk mengubah realita dalam kekosongan kekal milik Lamatshu.


Dalam kekosongan kekal Lamatshu menjadi maha kuasa dan ada di mana mana, jibril mengubah kenyataan itu dan menghapus kemahakuasaan dan keberadaan Lamatshu dalam kekosongan kekal.


Lalu muncul sebuah bola yang memiliki masa sangat berat melebihi hirarki dari masa itu sendiri yang saking beratnya hingga menarik seluruh kegelapan di kekosongan itu.


Saat seluruh kekosongan itu tertarik ke dalam bola itu , karena menarik kegelapan yang begitu banyak yang tidak lain kegelapan itu adalah Lamatshu, bola yang awalnya sebesar kelereng semakin membesar hingga seukuran kurang lebih miliaran  alam semesta . Cahaya keemasan kembali muncul dan membentuk bentuk Jibril kembali.


Jibril menggunakan kekuatan pemberatan milik Metatron untuk melakukan itu semua.


Lalu Jibril mengulurkan tangannya dan mengambil bola seukuran bola sebesar kurang lebih seukuran miliaran alam semesta itu.


" Apa yang kau lakukan padaku Jibril " Suara Lamatshu dari bola itu.


" Aku akan melenyapkan mu " Ucap Jibril sambil mencium dan mengelus Lamatshu dalam bola itu.


Lalu Jibril kembali menerbangkan bola itu. Dari bola itu terdengar teriakan keras dari Lamatshu.


" Hentikan aku masi ingin hidup, kembalikan aku ke wujutku yang semula " Suara yang keluar dari bola itu.


Bola itu mulai bergetar dan memancarkan cahaya terang benderang,


" Tiiiidaaaaaak " Suara Lamatshu terdengar keras.


Dan akhirnya kekosongan kekal milik Lamatshu pun lenyap.  Lamatshu Mati


Setelah Lamatshu lenyap akhirnya Keadaan langsung kembali ke Surga. Cahaya keemasan kembali bersinar dan kembali membentuk Wujud Jibril.


" Aku yang menang, Aku yang menang akhirnya janjiku pada Azzazel berhasil ku tepati" Ucap Jibril.


Setelah mengucapkannya Jibril melihat ke sekelilingnya dan melihat Se isi surga menjadi penuh tumpukan mayat.


Lalu Jibril merasa terpanggil. Jibril pun lalu berpindah ke lokasi di mana ia di panngil.


Teryata dia di panngil Suriel untuk melawan Satanel.


" Akhirnya kau datang Jibril " Ucap Suriel.


" Ada apa kenapa kalian memanggilku " Tanya Jibril.


Sebelum di jawab panah besar melesat melewati mereka. Ternyata Satanel menembakan bola api raksasa yang langsung di balas dengan panah milik suriel dan Akhirnya meledakan bola api itu. Lalu meledak dan menbakar area di sekitar seluas mata memandang.


Lalu dari kobaran Api itu muncul Satanel. Dengan ekspresi marahnya. Lalu dia berkata.


" Akan aku balas kalian berkali kali lipat " Ucap satanel.


" Apa salah kami padamu? " Tanya Jibril


" Jibril bukannya Istriku Lamatshukani sudah mengurusi mu kata Suriel, tapi kenapa kau ada di sini, Dimana Lamatshu istriku?!!! " Ucap Satanel.


" Lamatshukani sudah tidak Ada, aku sudah melenyapkannnya, coba panggil dia jika dia tidak ada tanggapan berati ucapan ku benar " Jawab Jibril.


Lalu Satanel membuat Lingkaran Sihir pemanggil untuk memanggil Lamatshu tapi tidak ada tanggapan. Mengetahui jika Lamatsu kalah oleh Jibril, membuat Satanel sanggat marah, dan Aura kegelapan yang kuat Mulai keluar dari tubuh Satanel.


Lalu satanel melesat dengan cepat ke Arah Jibril. Namun Jibril Berhasil menghindarinya.


Zhapkhiel Balas Menyerangnya dengan mengubah tanah yang akan di injak Satanel menjadi kenyal. Dan saat satanel menginjak tanah itu dan dia pun membal keatas.


Dan satanel yang terkejut akan selangan itu lalu di serang Suriel dengan panah penghancurannya. Satanel yang sadar mencoba menangkisnya dengan mengubah sifat udara menjadi padat namun panah milik suriel justru menghancurkan udara itu dan berlanjut menembus tangan kiri satanel. Tangan satanel langsung hancur dan kehancuran itu berlanjut hingga ke sikunya.


" Sial lagi lagi aku kena " Ucap satanel.


Lalu satanel langsung memutuskan tangan kirinya dan melemparkannya ke arah Suriel dengan kuat. Namun sebelum tangan itu sampai penghancur milik Suriel sudah menghancurkan nya secara keseluruhan.


Satanel lalu meregenerasi tangannya hingga kembali utuh.Dan satanel pun akhirnya mengeluarkan senjatanya Verliz.


" Kalian tau ini apa. Ini adalah Saudaraku Verliz yang telah di bunuh teman kalian dan sekarang giliran Verliz yang membunuh kalian " Ucap Satanel.


Merasakan aura membunuh yang kuat dari pedang itu membuat para malaikat agung di Sanan bergidik ngeri. Dan memasang kuda kuda serius.


Suriel, Zhapkhiel, Jibril dan Raphael siap untuk bertarung melawan Sang Raja iblis Satanel.


Jika ada kesamaan nama. Identitas. Atau cerita saya minta maaf. Saya menulis novel ini hanya untuk sekedar hiburan saja. Dan saya tidak  bermaksud menyindir atau menyinggung agama manapun.

__ADS_1


__ADS_2